6.6.10

Angin Kencang Rusak Komplek Makam Mbah Atasangin Majanlangu

gambar hanya ilustrasi

Makam Bupati Pemalang yang kedua Darul Ambyah Djinonggo Hanyokrokuumo di komplek makam Mbah Atasangin mengalami rusak berat setelah dihantam angin kencang yang menumbangkan sejumlah cabang pohon hinga menimpa bangunan rumah dan makam bersejarah tersebut. Tetapi, hanya komplek makam yang menjadi korban, sedangkan permukiman warga sekitar makam tersebut selamat.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Pemalang Drs Wahyu Sukarno AP membenarkan adanya kerusakan total pada makam bupati Pemalang yang kedua tersebut. ’’Makam mengalami rusak berat setelah disapu angin dan kami sudah mengusulkan ke bupati untuk dilakukan perbaikan," kata dia saat ditemui di kantornya Jumat (4 /6).

Angin tersebut bertiup pada Minggu (30 /5) siang pekan kemarin. Selain merusak dan menumbangkan sejumlah cabang pohon tua di komplek makam, pohon-pohon tersebut jatuh di atas rumah makam yang berukuran 7 x 9 meter. Bangunan makam Darul Ambyah Djinonggo Hanyokrokusumo dan Hadiana Atasangin juga mengalami rusak. Selain itu, pagar makam setinggi 1 ,5 meter dan panjang tiga meter juga mengalami hal serupa. Pagar tersebut mengelilingi makam dengan ukuran 12 x 11 meter.

Makam yang terletak di Dusun Pekuncen, Desa Majanlangu, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, tersebut mengalami kerugian sebesar Rp 55 juta akibat musibah tersebut.
Hingga kemarin (4 /6) baru dilakukan pembersihan di lokasi makam secara gotong royong oleh warga. Namun demikian, warga sudah membentuk kepanitian untuk kepentingan pembangunan kembali makam tersebut.

Menurut Wahyu, bangunan makam itu awalnya dibangun oleh Pemkab Pemalang. Selanjutnya, pengelolaan diserahkan kepada masyarakat karena makam sering dikunjungi peziarah. Dalam waktu dekat akan dilakukan rehab kembali terhadap makam yang rusak itu. (Ali Basarah)
http://radartegal.com
ilustrasi:kisahmj12.blogspot.com

0 komentar:

Posting Komentar

Get this blog as a slideshow!