
Berbeda dengan segelintir umat Islam yang mencita-citakan berdirinya khilafah atau negara Islam, Rasulullah Muhammad SAW justru malah membangun negara madinah yang majemuk nan lintas etnis dan agama.
Demikian uraian Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siradj di depan ratusan mahasiswa UI dan warga Depok yang menghadiri Peringatan Isra’ Mi’raj di Pesantren Mahasiswa Mutiara Bangsa Kukusan Depok, Kamis 15 Juli 2010.
“Nabi menyebarkan syiar Islam tidak untuk ras Arab, tidak juga untuk mendirikan Negara Islam, tapi nabi datang ke madinah selanjutnya mendirikan Negara madinah, untuk meciptakan sebuah tatanan kehidupan yang beradab, yang dilandasi moral” tutur Pak Said lebih lanjut.
Kyai Said memberikan solusi praktis dalam rangka memperbaiki krisis moral yang sedang melanda bangsa Indonesia. Hampir semua berita memperlihatkan bangsa Indonesia jauh dari keberadaban.
Tradisi NU “Yakni Tahlilan di Kampung adalah media yang tepat untuk memperbaiki moral bangsa”, tandas kyai Said di acara yang diselenggarakan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Cabang Universitas Indonesia-Depok dan Pesantren Mutiara Bangsa.
Acara yang juga dihadiri sejumlah dosen dan alumni PMII UI ini sekaligus memanjatkan doa dan tahlil bagi almarhum KH Idham Kholid, mantan Ketua Umum PBNU. (alf)www.gusmus.net

0 komentar:
Posting Komentar