29.1.11

Benang Merah Akidah Asy'ariyah,Ahlussunnah wal Jama'ah dan Nahdlatul Ulama

Kaum Ahlussunnah wal Jama’ah ialah kaum yang menganut i’tiqad yang dianut Nabi Muhammad SAW , dan para sahabat beliau .
I’tiqad Nabi dan para sahabat itu sudah termaktub dalam Al- Qur’an dan Sunnah Rasul,terdapat dalil secara terpencar di beberapa ayat dalam surat-surat Al-Qur’an ,namun belum tersusun secara sitematis.
I’tiqad itu kemudian dihimpun dan dirumuskan secara sistematis sebagai ilmu aqidah oleh seorang ulama besar di bidang Ilmu Aqidah (ushuluddin) , yaitu Imam Abul Hasan Al- Asy’ari. Ulama besar ini dilahirkan di kota Bashrah , Iraq pada tahun 260 H /873 M , dan meninggal dunia di kota itu juga pada tahun 324 /935 M , dalam usia 64 tahun.
Karena i’tiqad Ahlussunnah wal Jama’ah dihimpun dan dirumuskan oleh Imam Abul Hasan Al-Asy’ari maka ada yang menyebut kaum Ahlussunnah wal Jama’ah dengan "Al-Asy’ariyah" sebagaimana nama " Wahabiyah" untuk sebutan arabnya Wahabi untuk pengikut teori Muhammad ibn Abdul Wahab..
Kalau ada yang menyebut Asy’ariyah, maka yang dimaksud adalah pengikut-pengikut Imam AbulHasan Al-Asy’ari seorang Ulama penghimpun dan perumus i’tiqad Ahlusuunnah Waljama’ah berdasar Al-qur’an dan Hadits Nabi SAW . . Ada juga sering terdengar perkataan "Sunni" maksudnya adalah kependekan dari kata Ahlussunnah wal Jama'ah,orang -orangnya disebut dalam bahasa arab sebagai "Sunniyyun" .
Adapun tokoh kedua pencetus i’tiqad Ahlussunnah wal Jama’ah ialah Abu Manshur Al -Maturidi. Faham dan i’tiqadnya sama atau hampir sama dengan faham i’tiqad Imam Abul Hasan Al - Asy’ari . Beliau lahir di kota Maturidi , Samarqand (termasuk wilayah Uzbekistan Soviet sekarang) kira -kira pada pertengahan abad ke - 3 H dan meninggal di Samarqand pada tahun 332 H /944 M , 9 tahun setelah wafatnya Imam Abul Hasan Al-Asy’ari. Kedua tokoh tersebut di atas adalah sebagai penggali , perumus , penyiar sekaligus mempertahankan apa yang sudah termaktub dalam Al -Qur’an dan Hadits , yang sudah di i’tiqadkan oleh Nabi Muhammad SAW, serta sahabat-sahabat beliau .
Dalam kitab "Ithafu Sadatil Muttaqin" yang ditulis oleh Imam Muhammad Al -Husni Az-Zabidi, yaitu syarah kitab "Ihya ’Ulumuddin" karya Imam Al-Ghazali , ditegaskan sebagai berikut: yang artinya: “ Manakala disebut Ahlussunnah wal Jama’ah , maka maksudnya ialah Muslimin yang mengikuti rumusan faham Imam Abul Hasan Al-Asy’ari dan faham Abu Manshur Al -Mathuridi ”.
Tapi , belakangan sejak munculnya Wahabi dari Nejd yang kemudian juga melahirkan tokoh kenamaan mereka Yaitu Saikh Nashir Al - Albani dan Muhammad ibn Abdul Wahab,kemudian menyabot ( sabotase , membajak ) nama "Ahlussunnah Waljama’ah" untuk dipaksakan dipakai firqah Wahabi , padahal sebelumnya mereka lebih suka menyebut diri mereka sebagai Muwahidun ( orang- orang bertauhid ) . Menurut jejak sejarah,mereka sebelumnya tidak dikenal sebagai Ahlussunnah Waljama’ah .
Karena Mereka memaksakan diri dalam memakai sebutan Ahlussunnah Waljama’ah, maka tak pelak,di lapangan dakwahnya akhirnya mereka selalu berbenturan dengan Ahlusunnah Waljama’ah yang asli .
Sebagai contoh ;
-Ahlussunnah Waljama’ ah menyunnahkan Tawassul kepada Nabi setelah wafatnya , Wahabi justru memvonis musyrik kepada pelaku tawassul .
- Ahlussunnah Waljama’ah mengakui ilmu Tasawwuf , justru Wahabi memusyrikkan pelaku Tasawwuf .
-Ahlussunnah menyunnahkan ziarah makam Nabi , justru Wahabi melarangnya bahkan sampai memusyrikkan pelaku ziarah tsb .
-Ahlussunnah Waljama’ ah membolehkan menggunakan Hadits dlo’if untuk perkara furu' (cabang), Wahabi justru menyamakan hadits dlo’if dengan hadits Maudlu’ ( palsu ).
-Masih banyak lagi , sehingga para pengikut Wahabi terpaksa harus merombak kitab-kitab ulama mu’ tabar agar sesuai dangan hawa nafsu Wahabi . Bahkan Wahabi tanpa sungkan memvonis sesat kepada tokoh sentral Ahlussunnah Waljama’ah yaitu Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dan Abu Manshur Al-Mathuridi.
Demikian Sebagai fakta sejarah , Tentunya Wahabi memiliki versi sendiri tentang Ahlussunnah Waljama’ah ! Inilah sebabnya kenapa Wahabi disebut juga sebagai fitnah dalam Islam , yaitu Fitnah Wahabi . Belakangan mereka juga menyebut diri mereka sebagai Salafy … .
Mungkin mereka ingin menghapus citra buruk Wahabi dengan mengganti namanya menjadi Salafy dan mengaku sebagai Ahlussunnah Waljama’ah. Tapi tentunya ciri Wahabi yang melekat pada mereka tidak serta-merta hilang dengan ganti nama apapun , ter masuk salafy tersebut.
Pada AD ( anggaran dasar ) Jamiyyah Nahdlatul Ulama ,NU dalam akidah ( teologi ) mengikuti konsep yang dirumuskan Abu hasan Al Asy' ari dan Abu Manshur Al Maturidi . didalam Fiqih, NU berlandaskan ijtihad 4 imam mazhab ( Maliki , Hanbali, Hanafi, Syafi'i) dan 'diperkaya' dengan ijma' & qiyas dan atsarnya Ulama salafussha lih. Adapun dalam bidang Tashawuf, NU mengembangkan teori dari Imam Abu ahmad Al Ghazali dan imam Junaidi Al Baghdadi. Maka benar jika NU adalah pengikut "AL ASY'ARIYAH ",
Mari kita bangga menjadi Al Asy'ariyah (Ahlussunnah wal jama'ah) , karena akidah inilah yang dianut oleh mayoritas ummat Islam di seluruh dunia.

0 komentar:

Posting Komentar

Get this blog as a slideshow!