Tampilkan postingan dengan label Film baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film baru. Tampilkan semua postingan

15.6.10

Film Dokumenter BABAD PEMALANG Menunggu Petunjuk Bupati


Film dokumenter ‘Babad Pemalang’ hasil garapan Dinas Kebudayaan dan Pariswisata Kabupaten Pemalang yang sebelumnya banyak dinantikan oleh warga, kini akan segera dilakukan pemutaran perdananya.Hanya saja waktunya belum jelas sebab masih menunggu petunjuk dari bupati.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Pemalang Drs Joko Sijanto MSi mengemukakan pihaknya akan segera melakukan pemutaran perdana film ‘Babad Pemalang’. Namun demikian pihaknya belum bisa memastikan kapan waktu pelaksanaanya karena masih menunggu petunjuk dari bupati.
“Pemutaran film ‘Babad Pemalang’ akan segera dilakukan,” kata Joko usai menghadiri acara rapat dewan, Senin (14/6)kemarin.
Menurutnya,terkait hasil pembuatan film dokumenter ‘ Babad Pemalang’ sudah dilaporkan kepada bupati dan rencana jadwal waktu pemutarannya hingga kini belum bisa dipastikan,karena belum ada petunjuk dari bupati. “Setelah ada petunjuk tentunya film tersebut akan segera di premierkan dan setelah itu kami juga akan menyebar luaskannya kepada masyarakat Pemalang, ” tandasnya.
Film dokumenter ‘Babad Pemalang’ sebelumnya gencar dipertanyakan oleh anggota dewan. Sebab proyek yang telah menghabiskan dana hingga ratusan juta rupiah itu tak ada kabar beritanya, bahkan pemutarannya pun sudah ditunggu- tunggu oleh masyarakat Pemalang.
Melalui Fraksi Demokrat DPRD Pemalang CH Sri Kuswandari mempertanyakan soal proyek film ‘ Babad Pemalang’ yang penggarapannya melibatkan masyarakat Pemalang sebagai pemain.Namun pemutarannya tak kunjung dilakukan oleh dinas yang mengelola proyek film tersebut.(mg1)radartegal.com ilustrasi:fadhiljauhari.wordpress.com

14.5.10

Film Animasi terbaru,DIPONEGORO THE MOVIE Segera Rilis


Film animasi berjudul Pangeran Diponegoro The Movie akan segera dirilis dalam waktu dekat ini.
Film ini,sebagaimana dikatakan oleh Esa Tjatur Setiawan, humas Misty Cinegram & Rimus Animation, akan menjadi film animasi Indonesia pertama,yang secara keseluruhan dibuat oleh anak-anak negeri.
Pangeran Diponegoro The Movie berangkat dari novel Pangeran Diponegoro karya Remy Sylado.Dalam versi animasi layar lebarnya,skenario dimatangkan bersama oleh Agung Waskito ER,Roykhan Ahmad,dan Arimus. Sedangkan penyutradaraannya dipercayakan kepada Arimus.Pengisi suaranya adalah pekerja film senior seperti Slamet Rahardjo,Christine Hakim,dan Rudy Wowor,serta pesinetron.tak ketinggalan juga anggota DPR Primus Yustisio.Sedangkan ilustrasi musik dipercayakan kepada Singgih Sanjaya Orchestra.
Ahmad Dhani.
Jika semua berjalan lancar,Ahmad Dhani akan menggarap bagian soundtrack-nya.''Dhani sudah menyepakati, hanya dia ingin melihat versi layar lebarnya dulu,'' kata Esa di Jakarta,Rabu (12 /5).
Penggarapan Pangeran Diponegoro The Movie sudah dimulai sejak bulan Mei 2009.Menurut skedul pada bulan Juli ini semua akan rampung.
Saat ini,film berdurasi 90 menit itu masih masuk pada tahap rendering,atau memasukkan beberapa proses dari gambar teks model,kemudian digerakkan.''Hingga sekarang,baru selesai 70 persen,'' imbuh Esa.Selain baru masuk tahap rendering,proses saat ini adalah pengisian dubber,atau pengisian suara.
Siap Merugi?
Menurut rencana,film yang menyasar penonton SD, dan SMP itu akan diedarkan pada bulan Juli, bertepatan dengan liburan sekolah. Namun,karena berbarengan dengan Piala Dunia,maka pihak 21 Cineplex selaku pemutar film, menyarankan untuk mengundurkannya menjadi bulan Desember.Film Pangeran Diponegoro The Movie menelan bujet sekitar enam milyar rupiah.Dengan menarget raihan penonton diatas dua juta penonton.Hitungan angka dua juta,masih menurut Esa,karena pihaknya telah melakukan pendekatan dengan beberapa instansi seperti Kementrian Budpar,dan Diknas, untuk memberikan himbauan agar menonton film ini, kepada jajaran di bawahnya.
Melalui dua kementrian itu,anak usaha penerbitan buku Tiga Serangkai itu,berharap target dua juta penonton terpenuhi.''Kalaupun tidak,kami siap merugi,'' katanya. Pilihan merugi siap mereka tempuh, karena sebagaimana berkaca pada industri animasi di Eropa dan China,sudah selayaknya film animasi produk anak negeri harus juga bisa dikonsumsi untuk format layar lebar. Terlebih Malaysia juga telah mempunyai animasi sendiri,Upin dan Ipin.
Menurut rencana, premier film Pangeran Diponegoro The Movie akan dibuka oleh Jero Wacik selaku menteri Budpar.dan pada tanggal 17 Agustus akan diputar thrillernya di Istana untuk ditonton presiden SBY.(suaramerdeka.com)

14.4.10

Ketika pejabat kita ditampar oleh film :ALANGKAH LUCUNYA [NEGERI INI]



Kalau ada yang bertanya film apa yang mampu menampar muka para pengambil kebijakan di negeri ini, maka film "Alangkah Lucunya (Negeri Ini)" arahan Deddy Mizwar, adalah jawabannya. Di film yang berangkat dari skenario cerdas Musfar Yasin itu,menggambarkan potret buram, dan menekankan kisah anak-anak terlantar,sebagaimana diterangkan dalam UUD 45 bahwa seharusnya mereka dilindungi oleh negara, namun di film anak-anak tersebut dikisahkan se"realiti sosial" mungkin dengan mengenaskannya. Tapi bukan Deddy, dan Musfar, yang untukkali ketiga bergandengan tangan setelah film Kiamat Sudah Dekat , Ketika , dan Nagabobar Jadi 2 , jika tidak mampu menawarkan keprihatinan dengan cara komedia. Hasilnya, film yang naskahnya telah digodok sejak sembilan tahun lalu, dan mulai dimatangkan empat tahun kebelakang, mengalir menjadi sebuah film Indonesia yang paling cerdas dewasa ini. Demikianlah paling tidak pendapat pemerhati film Yan Widjaja. Menurut Yan, yang mengaku dalam tahun ini telah menonton 32 film Indonesia, belum ada film Indonesia sekomplit Alangkah Lucunya ( Negeri Ini) . Baik dari segi keaktoran, penyutradaraan, pengambilan gambar, skenario, musik, setting, dan semua unsur yang melengkapi serta membangun sebuah film utuh. Apalagi, ujar Deddy seusai preview perdana di Jakarta, kemarin, sembilan peraih Piala Citra terlibat dalam penggarapan film ini. Apa yang istimewa, sehingga film yang menurut rencana akan edar mulai tanggal 15 April itu? Skenarionya! Kekuatan bangunan skenario Musfar telah terbukti di tiga film yang telah di sebut di atas. Menempatkan masalah anak terlantar, dalam hal ini para pencopet cilik yang tak beribu, ayah, apalagi bersanak kadang, sebagai tema utama, cerita dibenturkan dengan keadaan Indonesia kekinian, yang justru membiarkan fenomena korupsi menggurita. Lewat cara komedia yang tidak slapstis , tapi bertumpu pada kekuatan dialog, dan jalan cerita yang runut, terkait, dan kuat, membuat kelucuan, keharuan, keprihatian, kegetiran berhasil ditabrakkan dengan mengharukan di film ini. Sehingga tidak berlebihan jika, banyak penonton tak beranjak dari tempat duduknya, bahkan ketika film telah purna. Kebesaran nasib Fragmen tentang sosok Muluk (Reza Rahadian) sarjana manajemen yang pengangguran, yang bersiborok nasib dengan komunitas pencopet cilik, dibawah asuhan raja preman Bang Jarot (Tio Pasukadewo), membawanya pada sebuah ''kebesaran nasib'' yang tak terpermaknai. Terdorong untuk mengentaskan nasib para pencopet cilik dari jurang kenistaan, Muluk, atas kesepakatan dengan Bang Jarot, hendak memberikan jalan keluar ke dunia yang lebih menjanjikan kepada para pencopet cilik. Caranya, dia akan melibatkan Syansul (Azrul Dahlan), dan Pipit (Tika Bravani) sebagai tenaga pengajar, untuk memberikan bekal pendidikan budi pekerti, dan agama kepada para pencopet cilik. Imbalannya, mereka bertiga mendapatkan managenen fee sebesar 10 % dari hasil copetan, para pencopet cilik. Ketika kesepakatan telah berjalan dengan rapi, dan mulus, dan tabungan para pencopet telah mencapai angkan berpuluh juta, karena berhasil dikelola Muluk dengan profesional, Pak Makbuk (Deddy Mizwar) ayah Muluk, Haji Rahmat (Slamet Rahardjo) ayah Pipit, dan Haji Sarbini (Jajaj Mihardja) calon mertua Muluk, berseberangan ide dengan sepak terjang anak-anak mereka. Managemen fee sebesar 10 % dari hasil copetan, yang notabene adalah uang haram, adalah pangkalnya. Sebagai orang tua, dan kebetulan bergelar Haji, langkah anak-anak mereka menerima managemen fee sebesar 10 % adalah aib yang tak tertanggungkan. Bagaiamana Muluk, Syamsul, dan Pipit menyelamatkan masa depan para pencopet cilik, yang mulai terlihat hasilnya itu, sementara di sisi lain, para orang tua mereka sendiri menentang hasil kerja mereka? Di film ini, kegetiran, keceriaan, kejenekaan, dan kesedihan, sekali lagi tabrakkan dengan mengharukan.

Get this blog as a slideshow!