Tampilkan postingan dengan label Habib Mundzir Almusawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib Mundzir Almusawa. Tampilkan semua postingan

1.12.12

DEMONSTRASI ATAU UNJUK RASA ? Inilah cuplikan Pernyataan Habib Munzir al-Musawa, berisi instruksi/ perintah langsung dari Guru Mulia kita, al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh.


Hadirin hadirot yang dimuliakan Allah.
Sebelum saya akhiri majlis ini dengan munajat, saya ingin menyampaikan tentang semakin semaraknya perpecahan antara muslimin, disini kita mendapatkan perintah dari guru mulia kita Al-hafidh Al-Musnid Al-Habib Umar bin Hafizh, untuk tidak melibatkan diri dalam demo, apakah demo damai atau demo anarkis, beliau mengatakan semua demo damai atau anarkis sama saja dan jangan dilakukan, karena itu akan memanaskan daripada perpecahan muslimin, jadi mereka yang berdemo silahkan saja, tapi Majelis Rasulullah SAW mau menghindari, seruan beliau disampaikan untuk para ulama dan para kiayi, seraya berkata; sampaikan pada kiayi-kiayi kita dan para ulama kita dan semua orang-orang yang mengenalku, katakan bahwa Umar mengatakan hal ini, untuk menarik diri,la yatada’ul bihalil-amrmundur daripada segala acara seperti itu, tugas kita adalahittaqullah wa da’wah ilallah la ghoiro dzalik tugas kita adalah taqwa kepada Allah dan memperluas dakwah Allah SWT, tidak lebih dari itu” dari gerakan-gerakan muslimin

Demikian intruksi langsung dari beliau, oleh sebab itu saya mohon hadirin hadirot menahan diri untuk berangkat, acara apa pun mengatas namakan demo atau unjuk rasa, jadi mereka yang akan berangkat saya harap jangan pakai atribut Majelis Rasulullah, jangan sampai terlihat ada bendera Majelis Rasulullah, hadirin hadirot ini akan memanaskan keadaan, tentunya kita bersaudara dan saya sendiri sangat mencintai dan memuliakan Habib Rizik, akan tetapi hadirin hadirot kita tahu Habib Rizik tidak pernah memukul orang dan tidak akan pernah setuju orang dipukul, tapi saat beberapa anggota beliau salah, barangkali emosi berbuat demikian, yang ditangkap juga beliau akhirnya, demikian hadirin hadirot yang dimuliakan Allah. Ini masalah semakin memanas, yang berjuang dengan kekerasan dan ketegasan silahkan dan kita berjuang dengan kedamaian, jadi muslimin tidak kemana-mana, kalau semua kekerasan, nanti muslimin yang suka kelembutan jadinya kecil, jadi muslimin tidak kemana-mana, yang mau ikut dengan ketegasan ada kelompoknya, ada orangnya muslimin muslimat, yang dengan kedamaian diantaranya Majelis Rasulullah SAW, jadi saya mohon jangan khianati Majelis Rasulullah, dengan memakai jaket Majelis Rasulullah dan bendera Majelis Rasulullah diacara-acara tersebut, karena ini intruksi langsung dari guru mulia kita.


Hadirin hadirot yang dimuliakan Allah.
Tentunya dalam permasalahan ini kita menghendaki kedamaian muncul dalam jiwa kita, itu saja, sekarang tugas kita menciptakan kedamaian bagi muslimin muslimat yang semakin panas ini, jangan ditambahi lagi permusuhan, terus kita damaikan saja, kita rangkul muslimin muslimat yang terus berjuang, jangan diperangi atau jangan dicaci atau disalahkan, silahkan mereka terus berjuang, masing-masing punya cara dalam perjuangan, kita Majelis Rasulullah tidak diam terhadap ahmadiyah, tapi cara kita bukan dengan unjuk rasa pada pemerintah, kita setiap malam, sebelum ini diributkan dan didemo, sudah membenahi keadaan muslimin muslimat dengan cara mengenalkan sosok Muhammad Rasulullah SAW.

Hadirin, masalah bukan hanya ahmadiyah, ahmadiyah ini jumlahnya tidak satu prosen muslimim muslimat di Indonesia, ada narkoba, ada perzinahan, ada perjudian, ada pemurtadan, ada misionaris, dan lain sebagainya, jadi dengan cara yang saya sampaikan dan guru-guru kita sampaikan adalah membenahi umumnya keadaan, membenahi segala kerusakan, perlahan-lahan tentunya, setiap malam Majelis Rasulullah ada majelis dimana-mana, terus membenahi masyarakat dan mempunyai hasil, dari tahun 1998 sampai 2008, sepuluh tahun, ini majelis awalnya sembilan orang, sekarang mencapai hampir 10.000, dan juga bukan hanya disini, ini majelis mingguan saja, di wilayah-wilayah lain juga terus, ini pembenahan muslimin muslimat, dan semakin makmur hal-hal yang seperti ini, semakin terdesak semua aliran-aliran sesat, Alhamdulillah malam hari ini ada yang masuk Islam dan terus dan terus dan terus, hadirin hadirot kita bersatu, yang dengan ketegasan silahkan, yang dengan kedamaian, jadi muslimin tidak kemana-mana, silahkan saja mau pilih yang mana, tapi jangan sampai Majelis Rasulullah SAW dilibatkan kesana, karena tadi sudah ada telpon dari POLDA juga dari beberapa aparat, apakah Majelis Rasulullah ikut, karena ada yang memakai bendera Majelis Rasulullah? Saya bilang; yang ikut karena belum tahu saja, karena memang mungkin tidak sampai kabarnya.

Demikian hadirin hadirot yang dimuliakan Allah, untuk pribadi saya, saya tidak takut ditangkap, cuma yang saya takutkan, kalau dakwah ini terhambat, itu saja. Hadirin hadirot, kendala diMajelis Rasulullah bukan tidak ada, dari dulu, tahun 2000 saya sudah pernah diracun dirumah sakit hingga lumpuh, hingga dokter katakan tidak bisa sembuh, terkecuali delapan tahun baru bisa berdiri lagi, tapi Alhamdulillah dengan doa guru mulia kita, saya bisa berdiri lagi hanya dua bulan saja dikursi roda, kata dokter delapan tahun, tidak akan sembuh itu lumpuh, karena apa? karena obat yang berlebihan dosisnya, disengaja dirumah sakit non muslim, tahun 2002 saya menuju cipanas di sabotase dan mobil kita dihantamkan kepada tembok beton, mobilnya hancur, orang yang lihat mobil, tidak percaya orang yang didalamnya selamat, itu tahun 2002 kejadian sabotase seperti itu, tahun 2004 saya diracun, dibawakan buah parsel yang sudah diracun, tentunya hal seperti ini terus datang, tapi tentunya Allah terus melindungi kita insya Allah, dan saya selalu bermunjat kepada Allah, seandainya saya harus wafat dalam perjuangan ini, jangan wafatkan sebelum Jakarta menjadi serambi Madinatul Munawarah, sebelum Jakarta ini damai dengan panji sayyidina Muhammad SAW wa barak’alaih.(dipersembahkan kembali oleh : LuqmanFirmansyah)


4.12.11

MAJELIS RASULULLAH, Fenomena Santri Metropolitan


Seperti halnya kemacetan, di Jakarta, masyarakat sudah terbiasa dengan berbagai konvoi. Mulai dari konvoi demonstrasi, konvoi suporter sepak bola, konvoi pejabat hingga konvoi anak-anak muda santri metropolitan. Konvoi jenis terakhir adalah konvoi santri Jakarta yang berangkat atau pulang dari pengajian. Rombongan para pemuda berkonvoi dengan mengunakan sepeda motor dan membawa bendera ini banyak melintas di jalan- jalan Jakarta, terutama pada malam hari. Layaknya kelakuan anak muda pada umumnya, meski mengunakan atribut beribadah seperti baju muslim lengkap dengan kain sarung, dan jaket, namun pemuda ini tetap mengendarai motor dengan sedikit ugal-ugalan.
Namun bukan itu yang menarik perhatian, puluhan pemuda ini rela menghadiri pengajian, disaat masih banyak remaja di Jakarta memilih menghabisi malam panjang di tempat-tempat hiburan malam. Hampir seluruh pemuda dalam kelompok tersebut dengan bangga memakai jaket hitam dengan tulisan besar "Majelis Rasulullah" pada bagian belakangnya. Ya, kelompok pemuda tersebut merupakan jamaah Majelis Rasulullah yang memang mempunyai anggota berusia muda terbanyak di Jakarta.
Melihat perjalanan Majelis Rasulullah, juga menarik untuk disimak. Siapa yang menduga, kelompok pengajian pimpinan Habieb Munzir Almusawa, yang kerap meramaikan jalan-jalan Ibukota dengan spanduk dan konvoi kendaraan anggotanya, dulu hanya mempunyai 5 orang anggota. "Dulu Majelis Rasulullah tidak sebesar sekarang. Dulunya Majelis Rasulullah jamaahnya cuma lima orang dan mereka selalu setia mengikuti pimpinannya, Habieb Munzir Almusawa berdakwah hingga jamaah pecinta Nabi Muhammad SAW itu kini terus bertambah menjadi puluhan ribu," ujar Iwan (57) , Jum'at (2/12 ). Iwan yang merupakan pengurus Masjid Al- Munawar menceritakan, Habieb Munzier Al Musawa mulai berdakwah sejak tahun 1998 di Masjid Al Munawar yang terletak di kawasan Pancoran, setiap Senin malam. Tidak hanya di Masjid, ia juga melakukan dakwah mensyiarkan umat Muslim untuk mencintai Rasulnya ke masyarakat yakni dari rumah ke rumah hingga akhirnya terbentuklah nama Majelis Rasulullah. Perlahan namun pasti, jumlah jamaah dari majelis ini semakin bertambah. Kharisma Habieb Munzier sebagai guru terus menarik orang-orang untuk datang dan mengikuti pengajian tersebut. Selain itu jamaah yang telah mengikuti kelompok pengajian ini juga membantu membesarkan Majelis Rasulullah, dengan mengajak teman-temannya untuk ikut dalam pengajian tersebut. "Habieb memang memiliki kharisma yang tinggi sebagai guru, bahkan dari pengakuan jamaah yang ada, sekali ikut pengajian pasti akan kangen ikut lagi," ucapnya seperti dilansir inilah.com .
Hingga akhirnya Majelis Rasulullahmemiliki jadwal pengajian di empat masjid secara bergantian yaitu Masjid Al-Munawar (Pancoran) , Masjid At-Taqwa (Pasar Minggu), Masjid At-Taubah (Rawajati) dan Ma'had Daarul Ishlah (Buncit). "Pengajian sekaligus dakwah dilaksanakan rutin tiap Senin malam mulai pukul 20.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB. Dan jamaah yang datang bisa mencapai puluhan ribu. Arus lalu lintas memang tersendat, tapi tidak ada ruas jalan yang kita tutup supaya para pengguna jalan masih bisa lewat," tambah Iwan. Meski tiap Senin malam, ruas jalan di sekitar Masjid Al Munawar kerap mengalami kemacetan, namun dirinya tidak pernah mendengar adanya warga yang komplain. Pasalnya, tidak ada ruas jalan yang ditutup. "Sebagian warga sini juga banyak yang datang ke pengajian, jadi Alhamdulillah sampai sekarang belum ada yang komplain," katanya. Majelis Rasulullah memang bisa disebut membawa tren baru di kalangan remaja Ibukota.
Jika sebelumnya, kelompok-kelompok pengajian lebih dipandang sebagai kelompok-kelompok orang tua, Majelis Rasulullah hadir dengan sensasi baru. Setiap acara pengajian ini digelar, sebagian besar yang hadir adalah dari kalangan remaja.
sumber:www.nu.or.id-Redaktur : Syaifullah Amin

24.10.10

Habib Munzir Menjawab Tentang Khilafah ala Hizbut Tahrir


Assalamu ‘alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh….
Semoga Keberkahan selalu terlimpah Kepada Habib,Keluarga & seluruh Jama'ah Majls Rosululloh.

Habib, saya ingin mengetahui atau mendapat informasi mengenai Organisasi Hizbut Tahrir , kalau tidak salah dan pernah saya dengan dari pengajian yang kebeteluan mereka pernah sosialisasi ditempat pengajian dimana saya berdomisili, materi yang disampaikan adalah :

1. Mereka meng-haram-kan Demokrasi yang dilaksanakan di negeri Indonesia tercinta ini
2. Mereka ingin menghidupkan kembali system ke-Khilafah-an yaitu dengan mengganti sitem Demokrasi tersebut.

Bagaimana pendapat Habib mengenai keberadaan Organisasi tersebut ?, apakah tidak bertentangan dengan Aqidah kita yakni “Ahlussunnah wal jama’ah”.

Demikian pepertanyaan saya , jawaban dari Habib sangat saya nantikan , mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang pantas dalam penulisan ini, terimakasih atas perhatian Habib. wassalamu'alaikum....

SYARIEF ZEIN
CIANJUR-JAWA BARAT





Habib Munzir Menjawab:

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kebahagiaan dan Kesejukan rohani semoga selalu menghiasi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
Daulah islamiyah ini sebenarnya tak pernah dikenal dalam islam, hanya istilah yg diada adakan saja, karena islam tak pernah mengenal "negara islam", yg ada adalah khilafah islamiyah,

Islam adalah untuk dunia, bukan untuk indonesia, malaysia atau nama nama negara yg dibuat buat oleh manusia.

anda lihat Rasul saw berkuasa di madinah, namun pemimpin madinah tetap Abdullah bin Ubay bin salul, (pemimpin munafik dan musuh islam), mengapa Rasul saw tak merebut kekuasaan darinya?, Rasul saw membiarkan Ibn Ubay tetap memimpin madinah, dan Abu sofyan (sblm msk islamnya) tetap memimpin Makkah,

Rasul saw tak pernah merebut kekuasaan, dan memang tidak cinta jabatan,

dan negara kita ini sudah negara islam, apa lagi yg mau dikatakan mesti negara islam, sedangkan indonesia negara islam terbesar didunia.

presidennya islam, menterinya mayoritas muslimin, pejabatnya mayoritas muslimin, konglomeratnya mayoritas muslimin, buruhnya mayoritas muslimin, pengusahanya mayoritas muslimin, lalu apa lagi yg mereka inginkan?

mendirikan negara islam dan ini sudah negara yg dikuasai muslimin,

yg kita perlukan adalah masyarakatnya yg mesti dibenahi.

contoh kecil, bila sebagian dari kelompok muslimin berkata : ini stasion televisi, stasion radio sudah merusak, harus ditertibkan, lalu mau apa cuma duduk di majelis taklim, dan rumah dan keluarga itu terus dirusak oleh televisi..

mereka dg dangkalnya berucap demikian, maksudnya adalah kalau negara islam maka televisi2 bisa ditertibkan..

saya sudah observasi, saya adalah narasumber di Tranas TV, TPI, Indosiar, Latv dan antv.

saya bertanya pada mereka : kenapa kalian tayangkan tayangan2 tak beradab?, mereka semua menjawab dg jawaban yg sama : "kami hanya mengikuti selera masyarakat bib"

masyarakat maunya porno kami tayangkan porno, masyarakat maunya dangdut kami tayangkan dangdut, bila di bulan ramadhan masyarakat maunya tayangan islami maka 99% tayangan kami islami, dan semua artis diwajibkan berjilbab, dan semua film dan sinetron semua tentang alqur'an dan hadits..., karena masyarakat maunya begitu..

maka saudaraku, lalu kunci utamanya dimana?, ditelevisi, dipemerintahan, di pejabat, di perusahaan, atau dimana?, jawabannya hanya satu... di masyarakat.

dan itulah dakwah Nabi Muhammad saw, rahmatan lil 'alamiin..

maka bila dakwah muncul untuk menyejahterakan masyarakat dan mengajaknya kepada kenabawian dan sunnah, itulah dakwah yg benar, dan selain daripada itu maka anda mesti berhati hati.

oleh sebab itu bila anda dengar kelompok manapun yg ingin mendirikan negara islam dg syariah islam maka gerakan itu adalah gerakan kesusu, muncul dari ide ide yg tak memahami syariah islam dan berfatwa semaunya.


Saudaraku yg kumuliakan,
Sabda Rasulullah saw : “Barangsiapa yg ditindas oleh penguasanya maka hendaknya ia bersabar, sungguh barangsiapa yg keluar dari perintah sultan (penguasa) sejengkal saja maka ia mati dalam kematian jahiliyah” (Shahih Bukhari Bab Fitnah)

Sabda Rasulullah saw : “Barangsiapa yg melihat kesalahan pada penguasanya yg tidak disukainya maka hendaknya ia bersabar, sungguh barangsiapa yg memisahkan diri dari kelompoknya lalu ia wafat maka ia wafat dengan kematian jahiliyah” (Shahih Bukhari Bab Fitnah)

berkata zubair bin Adiy ra : kami mendatangi Anas bin Malik mengadukan kekejian Hajjaj dan kejahatannya pada kami, maka berkata Anas ra : “Bersabarlah kalian, karena tiadalah datang masa kecuali yg sesudahnya akan lebih buruk, sampai kalian akan menemui Tuhan kalian, kudengar ini dari Nabi kalian (Muhammad saw)” (Shahih Bukhari Bab Fitnah)

Sabda Rasulullah saw : “Barangsiapa yg mengangkat senjata diantara kita (memerangi sesama) maka bukan dari golongan kita” (Shahih Bukhari Bab Fitnah)

Sabda Rasulullah saw : “Janganlah kalian kembali pada kekufuran setelah aku wafat dengan saling bunuh satu sama lain” (Shahih Bukhari Bab Fitnah)

Sabda Rasulullah saw : “Barangsiapa yg melihat pada penguasanya sesuatu yg tak ia sukai dari kemungkaran hendaknya ia bersabar, sungguh tiadalah seseorang memisahkan diri dari jamaah muslimin lalu ia wafat maka ia wafat dengan kematian jahilyah” (Shahih Bukhari Bab Ahkam)

Sabda Rasulullah saw : “dengar dan patuhlah bagi seorang muslim selama ia tak diperintah berbuat maksiat, bila ia diperintah berbuat maksiat maka tak perlu dengar dan patuh” (Shahih Bukhari Bab Ahkam)

Kesimpulannya adalah Rasulullah saw dan kesemua para Imam dan Muhaddits ahlussunnah waljamaah tidak satupun menyerukan pemberontakan dan kudeta, selama pemimpin mereka muslim maka jika diperintah maksiat mereka tidak perlu taat, bila diperintah selain dosa maka mereka taati,

Sebagaimana dimasa merekapun terdapat kepemimpinan yg dhalim, walau berkedok dg nama “KHALIFAH” namun mereka dhalim, diantaranya Hajjaj yg sering membantai dan menyiksa rakyatnya, namun ketika mereka mengadukan pada Anas ra, maka mereka diperintahkan bersabar, Bukan diperintahkan merebut Khilafah dengan alasan khalifah itu dhalim,

Negeri kita ini muslim, pemimpinnya muslim, menteri menterinya mayoritas muslimin, mayoritas masyarakatnya muslimin, maka apalagi yg mesti ditegakkan?, ini adalah khilafah islamiyah (kepemimpinan islam), adakah presiden kita melarang shalat?, adakah pemimpin kita melarang puasa ramadhan?,

Mengenai kesalahan kesalahan lainnya selama ia seorang muslim maka kita diperintah oleh Rasul saw untuk bersabar,

Dan para Imam dan Muhaddits itu tak satupun menyerukan kudeta dan penjatuhan kekuasaan dari seorang pemimpin muslim,

Ringkasnya saudaraku, berkoar koar meneriakkan khilafah islamiyah adalah perbuatan kesusu, berdakwahlah pada muslimin sedikit demi sedikit hingga dalam bertetangga, di tempat kerja, di masyarakat, maka pelahan akan muncul ketua rt yg mencintai syariah dan sunnah,

maka berlanjut dg ketua rw yg terpilih adalah ketua rw yg mencintai syariah dan sunnah, ketua rw yg mendukung majelis taklim dan melarang panggung maksiat, ketua rw yg tak mau menandatangani pembangunan diskotek dan gereja,

dan bila dakwah di masyarakat makin meluas akan sampai terpilihlah lurah yg demikian pula, lalu meningkat ke Bupati dst, ini akan tercapai dengan pelahan lahan tetapi pasti, dan negara akan ikut apa keinginan mayoritas rakyatnya, demikian pula televisi, radio, majalah, dan kesemuanya,

tak ada diskotek bila tak ada pengunjungnya, tak ada Miras dan narkoba bila tak ada yg membelinya, tak ada blue film bila tak ada yg mau menontonnya, ini semua akan sangat mudah,

Karena khilafah islamiyah bila ditegakkan skrng maka yg akan menolaknya adalah muslimin sendiri, mereka tak mau kehilangan diskoteknya, mereka tak mau kehilangan mirasnya, mereka tak mau menutup auratnya, nah.., maka bagi yg berkinginan menegakkan Khilafah islamiyah agar meratakan shaf dan terjun berdakwah mengenalkan sunnah dan nabi Muhammad saw sebagai idola muslimin,

Bukan berkoar koar khilafah islamiyah lalu menuding muslimin lainnya sesat karena menolak khilafah dari golongan mereka, lalu saling bunuh antara muslimin demi kepemimpinan dari fihak mereka,

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

saudaraku saran saya anda tak perlu berdebat dg mereka, hanya menambah permusuhan antara muslimin,

Wallahu a’lam






(majelisrasulullah.org)

9.8.10

Biografi Al 'alamah Habib Mundzir bin Fuad Almusawa

Al -Allamah wal Fahamah Sayyidi Syarif Al -Habib Munzir bin Fuad bin Abdurrahman bin Ali bin Abdurrahman bin Ali bin Aqil bin Ahmad bin Abdurrahman bin Umar bin Abdurrahman bin Sulaiman bin Yaasin bin Ahmad Al -musawa bin Muhammad Muqallaf bin Ahmad bin Abubakar Assakran bin Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali bin Alwi Alghayur bin Muhammad Faqihil Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Marbath bin Ali Khali ’ Qasim bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Almuhajir bin Isa Arrumiy bin Muhammad Annaqib bin Ali Al Uraidhiy bin Jakfar Asshadiq bin Muhammad Albaqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein Dari Fathimah Azahra Putri Rasul SAW.
Nama beliau Munzir bin Fuad bin Abdurrahman Almusawa , dilahirkan di Cipanas Cianjur Jawa barat , pada hari jum ’ at 23 februari 1973 , bertepatan 19 Muharram 1393H. Setelah beliau menyelesaikan sekolah menengah atas, beliau mulai mendalami Ilmu Syariah Islam di Ma ’ had Assaqafah Al Habib Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri Jakarta Selatan , lalu mengambil kursus bhs. Arab di LPBA Assalafy Jakarta timur , lalu memperdalam lagi Ilmu Syari’ ah Islamiyah di Ma ’had Al Khairat , Bekasi Timur , kemudian beliau meneruskan untuk lebih mendalami Syari’ ah ke Ma’ had Darul Musthafa , Tarim Hadhramaut Yaman pada tahun 1994, selama empat tahun, disana beliau mendalami Ilmu Fiqh , Ilmu tafsir Al Qur ; an, Ilmu hadits , Ilmu sejarah , Ilmu tauhid, Ilmu tasawuf, mahabbaturrasul saw, Ilmu dakwah , dan ilmu ilmu syariah lainnya.
Habib Munzir Al- Musawa kembali ke Indonesia pada tahun 1998, dan mulai berdakwah, dengan mengunjungi rumah rumah , duduk dan bercengkerama dengan mereka , memberi mereka jalan keluar dalam segala permasalahan , lalu atas permintaan mereka maka mulailah Habib Munzir membuka majlis , jumlah hadirin sekitar enam orang , beliau terus berdakwah dengan meyebarkan kelembutan Allah swt, yang membuat hati pendengar sejuk , beliau tidak mencampuri urusan politik , dan selalu mengajarkan tujuan utama kita diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah swt, bukan berarti harus duduk berdzikir sehari penuh tanpa bekerja dll, tapi justru mewarnai semua gerak gerik kita dengan kehidupan yang Nabawiy. kalau dia ahli politik , maka ia ahli politik yang Nabawiy, kalau konglomerat , maka dia konglomerat yang Nabawiy, pejabat yang Nabawiy, pedagang yang Nabawiy, petani yang Nabawiy, betapa indahnya keadaan ummat apabila seluruh lapisan masyarakat adalah terwarnai dengan kenabawian , sehingga antara golongan miskin, golongan kaya, partai politik , pejabat pemerintahan terjalin persatuan dalam kenabawiyan , inilah Dakwah Nabi Muhammad saw yang hakiki, masing masing dg kesibukannya tapi hati mereka bergabung dg satu kemuliaan , inilah tujuan Nabi saw diutus , untuk membawa rahmat bagi sekalian alam.
Majelisnya mengalami pasang surut, awal berdakwah ia memakai kendaraan umum turun naik bus, menggunakan jubah dan surban, serta membawa kitab -kitab. Tak jarang beliau mendapat cemoohan dari orang- orang sekitar . Beliau bahkan pernah tidur di emperan toko ketika mencari murid dan berdakwah. Kini majlis taklim yang diasuhnya setiap malam selasa di Masjid Al - Munawar Pancoran Jakarta Selatan, yang dulu hanya dihadiri tiga sampai enam orang , sudah berjumlah sekitar 10. 000 hadirin setiap malam selasa. Habib Munzir sudah membuka puluhan majlis taklim di seputar Jakarta dan sekitarnya, beliau juga membuka majelis di rumahnya setiap malam jum ’ at bertempat di jalan kemiri cidodol kebayoran , juga sudah membuka majlis di seputar pulau jawa, yaitu:
Jawa barat :
Ujungkulon Banten, Cianjur, Bandung, Majalengka, Subang.
Jawa tengah :
Slawi , Tegal , Purwokerto , Wonosobo , Jogjakarta, Solo, Sukoharjo , Jepara , Semarang.
Jawa timur :
Mojokerto, Malang , Sukorejo, Tretes, Pasuruan, Sidoarjo , Probolinggo.
Bali :
Denpasar , Klungkung , Negara , Karangasem .
NTB :
Mataram, Ampenan
Luar Negeri :
Singapura, Johor, Kualalumpur .

Buku- buku yang sering menjadi rujukan beliau di majelisnya antara lain : kitab As- syifa ( Imam Fadliyat ) , Samailul Muhammadiyah ( Imam Tirmidzi) , Mukasyifatul Qulub ( Imam Ghazali ) , Tambili Mukhdarim ( Imam Sya ’ rani) , Al -Jami’ Ash - Shahih /Shahih Bukhari ( Imam Bukhari ) , Fathul Bari ’ fi Syarah Al -Bukhari ( Imam Al - Astqalani) , serta kitab karangan Imam Al - Haddad dan kitab serta pelajaran yang didapat dari guru beliau Habib Umar bin Hafidh .
Nama Rasulullah SAW sengaja digunakan untuk nama Majelisnya yaitu “Majelis Rasulullah SAW ”, agar apa -apa yang dicita -citakan oleh majelis taklim ini tercapai. Sebab beliau berharap, semua jamaahnya bisa meniru dan mencontoh Rasulullah SAW dan menjadikannya sebagai panutan hidup.

Adapun guru-guru beliau antara lain : Habib Umar bin Hud Al -Athas ( cipayung) , Habib Aqil bin Ahmad Alaydarus , Habib Umar bin Abdurahman Assegaf , Habib Hud Bagir Al -Athas, di pesantren Al-Khairat beliau belajar kepada Ustadz Al -Habib Nagib bin Syeikh Abu Bakar , dan di Hadramaut beliau belajar kepada Al -Imam Al- Allamah Al -Hafizh Al -Arifbillah Sayyidi Syarif Al -Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh bin Syeikh Abu Bakar bin Salim ( Rubath Darul Mustafa ) , juga sering hadir di majelisnya Al - Allamah Al -Arifbillah Al -Habib Salim Asy - Syatiri ( Rubath Tarim ) .
Dan yang paling berpengaruh didalam membentuk kepribadian beliau adalah Guru mulia Al- Imam Al -Allamah Al -Hafizh Al - Arifbillah Sayyidi Syarif Al- Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh bin Syeikh Abu Bakar bin Salim.
Salah satu sanad Guru beliau adalah :
Al -Habib Munzir bin fuad Al -Musawa berguru kepada Guru Mulia Al -Imam Al - Allamah Al- Hafizh Al -Musnid Al- Arifbillah Sayyidi Syarif Al -Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh bin Syeikh Abu Bakar bin Salim,
Dan beliau berguru kepada Al- Allamah Al - Musnid Al -Habib Abdulqadir bin Ahmad Assegaf, Dan beliau berguru kepada Al- Allamah Al - Musnid Al- Habib Abdullah Assyatiri,
Dan beliau berguru kepada Al- Allamah Al - Hafizh Al -Habib Ali bin Muhammad Al - Habsyi ( simtuddurar ) ,
Dan beliau berguru kepada Al- Allamah Al - Musnid Al-Habib Abdurrahman Al -Masyhur ( shohibulfatawa ) ,
Dan beliau berguru kepada Al- Allamah Al - Hafizh Al- Habib Abdullah bin Husen bin Thohir,
Dan beliau berguru kepada Al- Allamah Al - Hafizh Al -Habib Umar bin Seggaf Assegaf,
Dan beliau berguru kepada Al- Allamah Al - Musnid Al- Habib Hamid bin Umar Ba’ alawiy,
Dan beliau berguru kepada Al- Allamah Al - Habib Al -Hafizh Ahmad bin Zein Al -Habsyi ,
Dan beliau berguru kepada Al -Imam Al - Allamah Al -Hafizh Al -Habib Abdullah bin Alawi Al -Haddad ( shohiburratib) ,
Dan beliau berguru kepada Al- Allamah Al - Musnid Al -Habib Husein bin Abubakar bin Salim,
Dan beliau berguru kepada ayahnya Al - Imam Al -Allamah Al -Habib Abubakar bin Salim ( fakhrulwujud ) ,
Dan beliau berguru kepada Al- Allamah Al - Hafizh Al- Habib Ahmad bin Abdurrahman Syahabuddin ,
Dan beliau berguru kepada Al- Allamah Al - Hafizh Al -Habib Abdurrahman bin Ali ( Ainulmukasyifiin),
Dan beliau berguru kepada ayahnya Al - Allamah Al -Musnid Al -Habib Ali bin Abubakar ( assakran ),
Dan beliau berguru kepada ayahnya Al - Allamah Al -Hafizh Al- Habib Abubakar bin Abdurrahman Assegaf ,
Dan beliau berguru kepada ayahnya Al - Allamah Al -Hafizh Al- Habib Abdurrahman Assegaf,
Dan beliau berguru kepada ayahnya Al - Allamah Al- Musnid Al -Habib Muhammad Mauladdawilah ,
Dan beliau berguru kepada ayahnya Al - Allamah Al -Musnid Al -Habib Ali bin Alwi Al - ghayur,
Dan beliau berguru kepada ayahnya Al - Allamah Al -Hafizh Al -Imam faqihilmuqaddam Muhammad bin Ali Ba’ alawiy,
Dan beliau berguru kepada ayahnya Al - Allamah Al -Imam Ali bin Muhammad Shahib Marbath,
Dan beliau berguru kepada ayahnya Al - Allamah Al -Imam Muhammad Shahib Marbath bin Ali,
Dan beliau berguru kepada ayahnya Al - Allamah Al -Imam Ali Khali ’ Qasam bin Alwi ,
Dan beliau berguru kepada ayahnya Al - Allamah Al -Imam Alwi bin Muhammad ,
Dan beliau berguru kepada ayahnya Al - Allamah Al -Imam Muhammad bin Alwi ,
Dan beliau berguru kepada ayahnya Al - Allamah Al -Imam Alwi bin Ubaidillah ,
Dan beliau berguru kepada ayahnya Al - Allamah Al -Imam Ubaidillah bin Ahmad Al - Muhajir ,
Dan beliau berguru kepada ayahnya Al - Allamah Al -Imam Ahmad Al -Muhajir bin Isa Arrumiy,
Dan beliau berguru kepada ayahnya Al - Allamah Al -Imam Isa Arrumiy bin Muhammad Annaqib ,
Dan beliau berguru kepada ayahnya Al - Allamah Al -Imam Muhammad Annaqib bin Ali Al -Uraidhiy ,
Dan beliau berguru kepada ayahnya Al - Allamah Al -Imam Ali Al- Uraidhiy bin Ja ’far Asshadiq ,
Dan beliau berguru kepada ayahnya Al - Allamah Al -Imam Ja ’ far Asshadiq bin Muhammad Al -Baqir ,
Dan beliau berguru kepada ayahnya Al - Allamah Al -Imam Muhammad Al -Baqir bin Ali Zainal Abidin,
Dan beliau berguru kepada ayahnya Al - Allamah Al -Imam Ali Zainal Abidin Assajjad ,
Dan beliau berguru kepada ayahnya Al - Imam Husein ra ,
Dan beliau berguru kepada ayahnya Al - Imam Ali bin Abi Thalib ra ,
Dan beliau berguru kepada Semulia -mulia Guru, Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW, maka sebaik -baik bimbingan guru adalah bimbingan Rasulullah SAW.
Sanad guru beliau sampai kepada Rasulullah SAW, begitu pula nasabnya.
Demikian biografi singkat ini dibuat mohon maaf apabila ada kesalahan.

Get this blog as a slideshow!