20.3.12

Kisah-kisah sufi



Jatuh Ke kolam

Nasrudin hampir terjatuh ke kolam. Tapi orang yang tidak terlalu dikenal berada di dekatnya, dan kemudian menolongnya pada saat yang tepat. Namun setelah itu, setiap kali bertemu Nasrudin orang itu selalu membicarakan peristiwa itu, dan membuat Nasrudin berterima kasih berulang-ulang.

Suatu hari, untuk yang kesekian kalinya, orang itu menyinggung peristiwa itu lagi. Nasrudin mengajaknya ke lokasi, dan kali ini Nasrudin langsung melompat ke air.

“Kau lihat! Sekarang aku sudah benar-benar basah seperti yang seharusnya terjadi kalau engkau dulu tidak menolongku. Sudah, pergi sana!”



Sama sama Mati rasa

Seorang filosof menyampaikan pendapat, “Segala sesuatu harus dibagi sama rata.”

“Aku tak yakin itu dapat dilaksanakan,” kata seorang pendengar yang skeptik.

“Tapi pernahkah engkau mencobanya ?” balas sang filosof.

“Aku pernah,” sahut Nasrudin, “Aku beri istriku dan keledaiku perlakuan yang sama. Mereka memperoleh apa pun yang mereka inginkan.”

“Bagus sekali,” kata sang filosof, “Dan bagaimana hasilnya ?”

“Hasilnya ? Seekor keledai yang baik dan seorang istri yang buruk.

Manipulasi Deskripsi

Nasrudin kehilangan sorban barunya yang bagus dan mahal. Tidak lama kemudian, Nasrudin tampak menyusun maklumat yang menawarkan setengah keping uang perak bagi yang menemukan dan mengembalikan sorbannya.

Seseorang protes, “Tapi penemunya tentu tidak akan mengembalikan sorbanmu. Hadiahnya tidak sebanding dengan harga sorban itu.”

“Nah,” kata Nasrudin, “Kalau begitu aku tambahkan bahwa sorban itu sudah tua, kotor, dan sobek-sobek.”





Harga Kebenaran

Seperti biasanya, Nasrudin memberikan pengajaran di mimbar. “Kebenaran,” ujarnya “adalah sesuatu yang berharga. Bukan hanya secara spiritual, tetapi juga memiliki harga material.”

Seorang murid bertanya, “Tapi mengapa kita harus membayar untuk sebuah kebenaran ? Kadang-kadang mahal pula ?”

“Kalau engkau perhatikan,” sahut Nasrudin, “Harga sesuatu itu dipengaruhi juga oleh kelangkaannya. Makin langka sesuatu itu, makin mahallah ia.”

(Sumber)


19.3.12

Membaca Orientasi Keagamaan Kita

Oleh : Rosidin
Agama adalah sesuatu yang sangat dekat dengan kita sebagai manusia, karena hampir kita sebagai manusia di dunia ini memiliki agama, bahkan agama menjadi identitas kelompok manusia yang berbeda satu kelompok dengan kelompok yang lain. Tetapi agama juga bisa jauh dari kita sebagai manusia, karena agama menjadi misteri bagi kita sendiri dan tidak semua kita bisa menjelaskan secara jelas dan gamblang atas apa yang dirasa dan dialami dari pengalaman keagamaan yang kita anut dengan pengalaman keagamaan orang lain.

Dalam psikologi ada konsep intrinsik dan ekstrinsik untuk melihat orientasi keagamaan seseorang. Secara sederhana orientasi intrinsik merupakan motivasi keyakinan yang dinyatakan, diperlihatkan oleh seseorang dan dilihat oleh orang lain, atau makna yang ringkas type keagamaan yang taat yang teramati. Orientasi dalam bahasa agama bisa di9maknai niat orang beragama.

Analogi konsep psikologi atas intrinsik adalah hal yang biologis atau berlandaskan jasmaniah (somatic). Orientasi intrinsik dirawat untuk dirinya sendiri, bukan karena yang lain. Sedangkan ektrinsik agak lebih menginternalisasi keyakinan, dirawat untuk sesuatu yang lain atau mendapatkan sesuatu yang menjadi kepentingan dirinya. He atau She adalah merupakan bagian dari motivasi beragama untuk mendapatkan beberapa bayaran atau pahala atau motivasi, termasuk dari luar dirinya atas agama untuk dirinya sendiri. Secara teori, jika ditegakkan berdasarkan keinginanan menukar. Dalam psikologi bisa disebut motivasi ganda, ini bisa cara untuk memperlihatkan perilaku dan keinginan. Karakteristik type keberagamaan intrinsik mempunyai sikap kedewasaan beragama dan integritas. Dan sikap intrinsik akan mengarah pada pembangunan kapasitas yang komplit komitmen pada diri sendiri dan yakin dan tidak terpengaruh dari luar dirinya yang berakibat pada merusak siakp independensinya. Gordon dan Allport meyakini sikap ektrinsik pasti mempunyai sikap personal yang butuh atas sebagian untuk yang dimilikinya akan berfaedah pada orientasi keberagamaan. Pertanyaannya, orientasi keagamaan kita lebih ke intrinsik atau ekstrinsik?

Kenapa tipe keagamaan intrinsik dan ektrinsik ini penting dijelaskan, karena berdampak pada sikap keagamaan. Ekstrinsik seseorang membutuhkan partisipasi yang lain untuk penyatuan dengan agamanya sebagai orientasi keagamaannya. Secara sederhana orientasi bisa dimaknai tujuan, sedangkan sikap dalam definisi psikologi adalah keadaan mental dan saraf dari kesiapan, yang diatur melalui pengalaman yang memberikan pengaruh dinamik atau terarah terhadap respon individu pada suatu objek. Dari kedua type orientasi ini intrinsik dan ektrinsik merupakan bagian dari pengalaman setiap orang dalam memeluk agamanya dan berdampak pada sikap keagamaan yang diperlihatkan dalam hidup sehari-hari yang nampak.

Jalaludin Rakhmat mengartikan keberagamaan intrinsik, yaitu keseluruhan perilaku seseorang yang diusahakan berdasarkan agama yang diyakininya. Dan keberagaman ektrinsik artinya suatu perilaku seseorang yang menggunakan agama untuk tujuan-tujuan yang lain, seperti yang dicontohkan di atas yaitu adanya kepentingan. Adanya konsistensi antara keyakinan beragama dengan perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari oleh Glock dan Stark, sebagai sebuah komitmen keberagamaan. Mereka mengungkapkan, bahwa komitmen keberagamaan meliputi dimensi, 1) keyakinan atau ideologi, yaitu sikap dan pengharapan berpegang teguh akan kebenaran doktrin; 2) praktek agama dan ritaul-ritual; 3) pengalaman (experiental), yaitu, berupa semuan kejadian yang dirasakan dan dialami seseorang selama menjalankan praktek keagamaannya; 4) pengetahuan dan intelektual; 5) konsekwensi, yaitu akibat-akibat keyakinan keagamaan, praktek pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Paling tidak terdapat tiga konsep tentang orientasi agama. Ketiga konsep tersebut --yaitu religion as end (agama sebagai tujuan akhir), religion as mean (agama sebagai alat), dan religion as quest (agama sebagai pencarian)-- pernah diperkenalkan Allport dan Ross (1967) ketika menganalisis kecenderungan pemeluk agama dalam menempatkan agama dalam kehidupannya. Setiap orientasi agama tersebut diasumsikan memberi dampak yang nyata terhadap pemeluk seseorang agama dalam menjalankan praktik kehidupannya sehari-hari.

Pertama, agama sebagai tujuan akhir. Tatkala kemudi orientasi agama dibelokkan ke arah the end, maka agama akan masuk perangkap finalitas yang paripurna, sehingga ia kebal (imune) dari kritik. Apa yang dikatakan agama akan menjadi “sihir” dan doktrin kebenaran yang mutlak. Pemeluk agama yang berpegang pada orientasi ini akan cenderung kurang memiliki pemahaman kritis terhadap agama, terutama pada aspek pembedaan bagian mana wilayah agama murni dan bagian mana wilayah tafsir atas agama. Mereka kerap kali bersikap taken for granted terhadap agama. Pada akhirnya, agama kian terjangkit virus stagnasi spiritual, dan cenderung menguatkan eksklusivisme dan fanatisme para pemeluknya. Mereka cenderung menutup mata dari setiap perubahan realitas dan menutup telinga dari kritik yang ditujukan padanya.

Kedua, tatkala tingkat kritisisme terhadap agama lenyap sama sekali, dan fanatisme semakin mengakar kuat dalam keyakinan si pemeluk agama, maka agama dengan mudah akan dimanipulasi oleh kepentingan politik dan kekuasaan. Di sinilah religion as mean (agama sebagai alat) mulai tercium aromanya. Dalam situasi begini, agama dijadikan budak bagi kepentingan (interest) yang sama sekali tidak terkait dengan nilai-nilai universal agama itu sendiri.

Jadi jelas bahwa pada hakikatnya para pemeluk agama yang berorientasi religion as end dan religion as mean hanya memanfaatkan agama sebagai justifikasi perilaku mereka saja yang belum tentu sesuai dengan nilai-nilai universal agama. Maka tanpa tedeng aling-aling dapatlah dikatakan bahwa, perilaku seperti itu sama artinya dengan tindak “mematisurikan agama”. Dalam konteks ini kritik Frued menjadi penting, Frued mengatakan, a), ketika agama sepenuhnya terfokus pada “keseluruhan yang lain”, maka kontak dengan realitas menjadi hilang. Pertanyaan-pertanyaan religius mudah menjadi sebuah bentuk desepsi-diri dan eskapisme, b), ketika agama semata-mata bertumpu pada pemenuhan harapan dan bukan pada kebenaran intrinsik, maka agama itu berarti menolak kepuasan murni kebutuhan-kebutuhan. Agama semacam ini tidak perlu dipertanyakan kembali pada struktur kekanak-kanakan, c), ketika agama diwujudkan dengan ketaatan yang kaku dalam putusannya, dalam kata hati legalistik, obsesi, pengulangan do’a-do’a, landasan-landasan dan ritaul-ritual, maka gagasan-gagasan agama mendekati perilaku-perilaku delusif. Untuk itu, diperlukan orientasi lain dari agama, berbeda dari dua orientasi sebelumnya.

Ketiga, religion as quest. Individu dengan orientasi ‘pencarian’ tidak akan menganggap agama sebagai sesuatu yang sudah final dan paripurna. Orientasi agama seperti ini membentuk pemeluk agama menjadi pribad-pribadi yang antikesempurnaan, tapi tetap mempunyai visi ke depan untuk mengejar kesempurnaan secara terus menerus melalui pelbagai cara.

Efek positif yang timbul ketika individu-individu umat beragama memilih keagamaan yang berorientasi pencarian, paling tidak adalah tumbuhnya kritisisme atau sensitivitas terhadap agama. Sikap kritis terhadap agama bukanlah sikap tercela dan perlu dipandang sebagai hal negatif dan mengingkari hakikat agama. Dengan bersikap kritis, diharapkan pemeluk agama justru akan menemukan hakikat terdalam dari pesan-pesan agama itu sendiri. Mereka dituntun untuk menemukan agama sebagai sebuah proses memeluk agama dengan akar keberagamaan yang kuat dalam menghujam di dalam jiwa dan kesadarannya. Pemeluk agama akan belajar untuk berpikir, menafsir dan menimbang mana yang merupakan semangat agama dan mana yang merupakan reduksi atas agama. Dengan jalan seperti itu, stagnasi dan kejumudan spiritual akan terpelanting jauh-jauh dari agama. Orientasi keagamaan ini yang disulut di sini adalah dinamika dan gejolak keberagamaan yang selalu hidup dan progresif. Keterbukaan terhadap kemungkinan-kemungkinan lain, baik di dalam maupun di luar agama semakin lebar. Kecurigaan-kecurigaan terhadap yang lain (other) segera terbendung dengan sendirinya. Hidup beragama diharapkan dapat saling menghormati satu sama lain.

Kesimpulan

Sebenarnya orientasi, sikap keberagamaan dalam kacamata psikologi akan mengarahkan seseorang menciptakan sistem makna. Dan sistem makna akan mengarahkan perilaku kesalehan dalam kehidupan. Memenuhi tujuan agama yaitu memberikan kontribusi terhadap terwujudnya kehidupan religiositas. Religiositas dimaknai kemampuan memilih yang baik di dalam situasi yang serba terbuka. Setiap kali kita akan melakukan sesuatu, maka kita akan mengacu pada salah satu nilai yang dipegangi untuk menentukan pilihan dari berbagai alternatif yang ada. Religiositas juga dimaknai sebagai upaya transformasi nilai, dan menjadi realitas empiris dalam proses panjang tumbuhnya kesadaran iman.

Kemudian agama sebenarnya lebih menitik beratkan pada kelembagaan yang mengatur tata cara penyembahan manusia kepada penciptaannya dan mengarah pada aspek kuantitas, sedangkan religiositas lebih menekankan pada kualitas manusia beragama. Agama dan religiositas merupakan kesatuan yang saling mendukung dan melengkapi, karena keduanya merupakan konsekuensi logis kehidupan manusia yang diibaratkan selalu mempunyai dua kutub, yaitu kutub pribadi dan kebersamaannya di tengah-tengah masyarakat. Artinya memahami religiositas sebagai cara untuk terhadap keimanan tentang ajaran-ajaran agama, dan mestinya berdampak dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat untuk saling memahami dan menghormati yang lain.

Penulis adalah Dosen Jurusan Pemikiran Islam, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon (sumber artikel)

16.3.12

Bahaya Merokok


SOAL ROKOK,Mungkin masyarakat sudah mengerti bahayanya, karena dalam setiap bungkus rokok ada peringatan: merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan ganguan kehamilan dan janin.

Dari sisi kesehatan, bahaya rokok sudah tak terbantahkan lagi. Bukan hanya menurut WHO, tetapi, lebih dari 70 ribu artikel ilmiah membutikan hal itu. Dalam kepulan asap rokok terkandung 4000 racun kimia berbahaya, dan 43 diantaranya bersifat karsinogenik (merangsang tumbuhnya kanker). Berbagai zat berbahaya itu, adalah tar, karbon monoksida (CO), dan nikotin.

Racun Pada Rokok

Racun yang di kandung dari asap yang di hirup.

Asap rokok yang dihirup mengandung banyak zat-zat yang sangat berbahaya seperti , tar, karbonmonoksida, hydrogen sianida, logam berat dan radikal bebas. Setiap zat tersebut dapat merusak tubuh dengan berbagai macam cara.

Tar berwarna coklat dan lengket mengandung banyak bahan kimia yang diketahui sebagai penyebab kanker. Dan juga mengandung benzopyrene yang menyebabkan noda di gigi, kuku tangan dan jaringan paru-paru. Itu menyebabkan kerusakan pada mulut, gigi, gusi, dan system pencernaan.

Penyakit osteoporosis juga disebabkan oleh rokok dengan cara mencuri kalsium dari tulang sehingga mengakibatkan keretakan tulang bagi para perokok. Khususnya dilipatan pangkal paha sangat mudah diserang keretakan dan avascular necrosis, yaitu kekacauan yang diakibat karena matinya tulang.

Karena karbonmonoksida merupakan komponen utama dari asap, yang memiliki kemampuan

mengikat hemoglobin yang sangat tinggi. Hal tersebut menyebabkan berkurangnya oksigen

yang di bawa oleh darah. Karena berkurangnya oksigen yang di bawa oleh setiap sel dalam

darah, membuat jantung memompa darah lebih berat ke seluruh tubuh untuk mengedarkan

oksigen ke setiap sel sel yang ada di seluruh tubuh.

Bahan kimia lainnya yang dikandung dalam asap yang dapat merusak paru-paru termasuk hydrocarbon, nitrous oxides, organic acids, phenols dan oxidizing agents. Radikal bebas adalah bahan kimia yang dapat merusak otot jantung dan pembuluh darah. ketika bercampur dengan kolesterol yang mengakibatkan resiko kerusakan pembuluh arteri, dan akhirnya menyebabkan penyakit jantung dan stroke. Asap tembakau mengandung logam berat yang sangat berbahaya seperti arsenic dan cadmium. Kebanyakan dari logam berat ini diketaui sebagai penyebab kanker.

Tar yang terkandung di dalam asap bisa memicu kanker tenggorokan. Menghisap rokok menyebabkan meningkatnya pengeluaran asam di dalam perut. Para perokok memiliki resiko tinggi mengidap kanker pancreas yang mematikan. Banyak dari penyebab kanker yang berasal dari rokok dikeluarkan melalui urin, dmana kandungan zat kimia ini di dalam urin dapat menyebabkan kanker kantung kemih. yang sering berakibat fatal. Tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh rokok bisa merusak ginjal.

Rokok merusak system reproduksi

Efek yang dapat merugikan dari menghisap rokok adalah rusaknya system reproduksi khususnya wanita. Banyak perokok wanita mengalami periode menstruasi yang tidak teratur. Kesuburan menjadi terganggu dan masa monopuse terjadi satu atau dua tahun lebih awal.

Resiko kanker servix juga semakin meningkat untuk wanita yang berumur lebih dari 35 tahun. Dan adanya peningkatan resiko stroke dan serangan jantung jika mereka merupakan perokok berat. Para perokok pria akan mengalami penurunan jumlah sperma, dan banyak sperma yang abnormal dengan kemampuan bergerak yang sangat rendah. Dan juga berdampak menurunnya gairah sexual pria atau bahkan menjadi impoten.

System kekebalan tubuh perokok semakin melemah dan mudah diserang radikal bebas. Seorang perokok memerlukan waktu lama untuk sembuh dari sakit daripada orang yang tidak menghisap rokok menyebabkan menurunnya kepadatan tulang , kulit menjadi kering dan kehilangan elastisitasnya karena kurangnya sirkulasi. Timbulnya kerutan-kerutan di wajah merupakan hal yang umum terjadi.

Bahkan resiko yang paling serius yang bisa terjadi adalah lahirnya anak yang cacat apabila sang ibu adalah perokok.

Berbagai penyakit kanker pun mengintai, seperti : kanker paru – 90% kanker paru pada laki-laki disebabkan rokok, dan 70% untuk perempuan, kanker mulut, kanker bibir, asma, kanker leher rahim, jantung koroner, darah tinggi, stroke, kanker darah, kanker hati, bronchitis, kematian mendadak pada bayi, bahaya rusaknya kesuburan bagi wanita dan impotensi bagi kaum pria. Kurang apalagi?

Begitu kompleksnya, tidak heran jika menurut estimasi WHO, pada 2020 dampak tembakau di negara maju mulai menurun. Pada 1996 mencapai 32%, namun pada 2001 hanya 28%. Namun, di negara-negara berkembang trend konsumsi tembakau malah mengalami kenaikan, yaitu 68% pada 1996, menjadi 72% pada 2001. Wjar, jika hampir 50% (sekitar 4,2 juta jiwa) kematian akibat tembakau pada 2020 terjadi di wilayah Asia, khususnya di negara berkembang, seperti Indonesia.

Dampak bahaya rokok memang antik dan klasik. Tidak ada orang mati mendadak karena merokok. Dampaknya tidak instant, beda dengan minuman keras dan narkoba. Dampak rokok akan terasa setelah 10-20 tahun pasca digunakan,dan inilah yang menyebabkan orang "tidak merasakan" bahayanya merokok.

Anehnya pula, dampak asap rokok bukan hanya untuk di si perokok aktif (active smoker) saja. Ia pun punya dampak sangat serius bagi perokok pasif (passive smoker). Orang yang tidak merokok (passive smoker), tetapi terpapar asap rokok akan menghirup dua kali lipat racun yang dihembuskna pada asap rokok oleh si perokok. Sangat tidak adil; tidak merokok, tetapi malah menghirup racun dua kali lipat.

Maka, salah satu cara untuk membatasi perilaku merokok semau gue, WHO mencanangkan program “Kawasan Tanpa Rokok” (KTR) di tempat-tempat umum. Progam seperti ini lazim diterapkan di berbagai negara, termasuk di ASEAN; Singapura, Malaysia bahkan Vietnam. Di Malaysia, organ merokok di tempat umum didenda 500 ringgit, di Bankok didenda 2.000 baht.


WHO sekarang sudah menerapkan konvensi bernama FCTC (Framework Convention on Tobacco Control). Saat ini, FCTC sudah ditandatangani oleh lebih dari 160 negara anggota WHO, dan lebih dari 40 negara telah meratifikasinya, Sekarang FCTC sudah menjadi hukum internasional. Sayangnya, Pemerintah Indonesia, sebagai salah satu pengagas dan legal drafter, hingga batas akhir juni 2004, tidak menandatangani FCTC!

FCTC, selain mengatur soal larangan merokok di tempat umum, setiap Pemerintah bahkan “dibimbing” untuk menanggulangi dampak tembakau secara elegan, dan komprehensif. Misalnya menaikan cukai rokok, larangan iklan di media massa dan promosi dan larangan penyeludpan (smuggling).

Menaikan cukai rokok, merupakan instrumen penting, selain untuk membatasi segmentasi perokok, juga untuk meningkatkan pendapatan negara. Tapi sungguh ironis, mayoritas perokok di Indonesia adalah orang miskin. Menurut survei Bappenas (1995), orang miskin justru mengalokasikan 9% total pendapatannya untuk rokok. Betapa besar manfaatnya, jika dana itu digunakan untuk kesehatan, pangan, atau pendidikan.

Rokok memang memberikan kontribusi signifikan, berupa cukai, bayangkan, tahun 2004 cukai rokok sebesar Rp. 27 trilyun. Belum lagi kontribusi sektor pertanian dan tenaga kerja. Namun, itu semua sebenarnya hanya ilusi belaka. Sebagai contoh, jika Pemerintah mendapatkan Rp. 27 trilyun, berapa sebenarnya biaya kesehatan yang ditanggung oleh Pemerintah dan masyarakat? Menurut data di berbagai negara, dan juga Indonesia , biaya kesehatan yang ditanggung oleh Pemerintah dan masyarakat sebesar 3 kali lipat dari cukai yang didapatkan. Jadi, kalau cukainya Rp. 27 trilyun maka biaya kesehatannya sebesar Rp. 81 trilyun (alias defisit).

Cepat atau lambat, Pemerintah harus mengambil kebijakan konkrit dan komprehensif untuk penangulangan bahaya rokok. Jika tidak, bukan hal yang mustahil berbagai penyakit yand diakibatkan rokok akan menjadi wabah membahayakan lebih besar dari wabah HIV/AIDS. Jangan “menggadaikan” kesehatan anak bangsa, hanya karena takut kehilangan Rp. 27 trilyun, yang sebenarnya hanya ilusi dan jebakan maut belaka.

13.3.12

Inilah kamera 200 megapixel Dari Hasselblad




Hasselblad kembali menjadi bintang dengan merilis kamera 200 megapixel H4D-200MS, dengan label harga sekitar $45,000.

Yang perlu dipertegas disini adalah, sebenarnya kamera hanya menggunakan sensor 50 megapixel, dan menggunakan teknologi multishot untuk menghasilkan gambar 200MP. Tehnik multishot yang digunakan bukanlah mengambil beberapa gambar dan menyambungnya. Sebaliknya, kamera ini bekerja dengan motor piezoelectric yang menggerakkan sensor gambar pada kamera sebelum mengambil setiap foto.

Kamera mampu shoot dengan pengaturan sensifitas ISO antara 50 sampai 800, support exterhal harddisk dan tambahan fitur True Focus (untuk mengatasi masalah fokus gambar pada titik tertentu kemudian memindahkan kamera untuk ubah komposisi shot). [CNet via Gizmodo]

12.3.12

Antara Ekstrimisme Dan Apatisme, Antara Sikap Berlebihan Dan Sikap Tidak Peduli (4)


Mempertahankan Faham Islam Moderat; Antara Ekstrimisme Dan Apatisme, Antara Sikap Berlebihan Dan Sikap Tidak Peduli



Upaya Pengobatan

Sesungguhnya penyakit-penyakit ini mengakibatkan malapetaka yang sangat besar. Untuk mengobati penyakit ini membutuhkan kepada berbagai kepedulian dari berbagai lapisan masyarakat. Setiap orang dari kita secara individual, atau dalam komunitas-komunitas sosial tertentu, atau dalam masalah politik, dan lain sebagainya semua ini membutuhkan kepada pemahaman agama yang komprehensif. Adalah pemahaman yang didasarkan di atas faham-faham agama yang moderat. Dengan demikian orang-orang yang duduk di kalangan pemerintahan mengetahui dengan pasti atas segala kewajiban dan hak-hak agama yang harus mereka tunaikan. Demikian pula semua rakyat yang berada di bawah pemerintahan tersebut mengetahui dengan pasti atas segala keawajiban dan hak-hak agama yang harus mereka penuhi. Sebenarnya faham inilah dasar dari bangunan ajaran agama Islam, dari masa lampau hingga masa sekarang, dan tidak pernah ada faham ekstrim apapun yang datang dengan membawa nama agama Islam.

Dengan demikian jalan terpenting satu-satunya adalah kembali memegang teguh sendi-sendi ajaran Islam dengan sebenar-benarnya, tanpa adanya faham-faham yang menyelaweng, baik pada ajaran-ajaran yang terkait secara personal maupun yang terkait secara sosial dan negara. Dan dengan ini maka seluruh komponen masyarakat maupun pemerintahan dengan segala unsurnya akan benar-benar mengenal dan mengamalkan segala tuntutan syari’at dan dapat menghindari sikap ekstrim dan berlebih-lebihan sekaligus menghindari sikap apatis dan tidak peduli terhadap ajaran-ajaran agama itu sendiri, dapat membedakan perbedaan antara sesuatu yang mengandung unsur kekufuran dan sesuatu yang berhukum haram, bisa membedakan antara sesuatu yang haram dengan susatu yang makruh, dan dapat memposisikan dengan benar antara sesuatu yang merupakan kewajiban individu dan kewajiban kolektif dengan perkara-perkara yang sunnah.

Benar, sesungguhnya segala harta maka pribadi kita yang menjaganya, namun ilmu, sebaliknya, ia yang akan menjaga diri kita dari kemungkinan kesesatan. Dan sesungguhnya hanya ilmu agama yang benarlah yang betul-betul akan menjadikan kita sebagai orang-orang yang berprilaku moderat, jauh dari berbagai macam sikap ekstrim. Dalam pada ini Rasulullah telah bersabda: “Wahai sekalian manusia belajarlah kalian akan ilmu agama, dan sesungguhnya ilmu agama hanya diraih dengan belajar kepada para ahlinya, demikian pula pemahaman terhadap agama hanya dapat diraih bengan belajar kepada ahlinya”. HR. al-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir.

Sikap Moderat, Para Pelaku Dan Hasilnya

Sikap moderat adalah berpegang teguh dengan segala tuntutan ajaran syari’at Islam sesuai yang digariskan oleh Allah, baik dalam tataran personal, sosial dan kenegaraan.

Para pelaku sikap moderat ini tidak lain adalah kelompok yang selamat (al-Firqah al-Najiah) yang telah disebutkan oleh Rasulullah dalam hadits riwayat al-Tirmidzi: “Kelak akan terpecah umatku kepada 73 golongan, semuanya berada di dalam neraka, kecuali satu golongan, yaitu kelompok di mana aku dan sahabatku berada di atasnya”.

Tentang kelompok ini imam Abu Ja’far al-Thahawi berkata: “Kita berpendapat bahwa kelompok terbesar (al-Jama’ah) adalah di atas jalan hak dan kebenaran, sementara perpecahan adalah kesesatan dan menyebabkan siksaan. Kita berharap semoga Allah selalu menetapkan kita di atas keimanan dan menutup umur kita dalam keimanan ini, dan semoga Allah memelihara kita dari faham-faham sesat, pendapat-pendapat ekstrim, dan madzhab-madzhab yang menghancurkan, seperti keyakinan kaum Musyabbihah, Mu’tazilah, Jabriyyah, Qadariyyah dan kelompok lainnya dari kelompok-kelompok sesat yang menyalahi Ahlussunnah Wal Jama’ah. Kita semua terbebas dari kelompok-kelompok tersebut, dan mereka semua menurut kita adalah kelompok sesat, dan hanya Allah Maha Pemberi taufiq yang memberikan keselamatan”.

Dalam pada ini Allah berfirman:

وَلاَ تَكُونُوا كَالّذيْنَ تَفَرّقُوْا وَاخْتلَفُوْا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُم البَيّنَات أولئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظيْمٌ (ءال عمران: 105)

“Janganlah kalian seperti mereka yang telah berpecah belah dan telah berselisih setelah datang kepada mereka akan penjelasan-penjelasan, mereka adalah kaum yang mendapatkan siksa yang sangat besar”. (QS. Ali Imran: 105)

Dalam ayat lain Allah berfirman:

فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَآءً وَأَمَّا مَايَنفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي اْلأَرْضِ (الرعد: 17)

“Maka adapun buih itu akan hilang sebagai sesuatu yang tidak berharga, adapun yang memberi manfaat kepada manusia maka ia akan tetap di bumi” (ar Ra’d: 17)

Adapun hasil dari sikap moderat ini adalah akan terhasilkankannya keamanan dalam berbagai sendi kehidupan; aman dan makmur dalam bernegara, menghasilkan kekuatan dan kemuliaan, kemajuan dalam pembangan jiwa dan raga, keserasian sosial dan ketentraman bagi seluruh orang Islam dalam kehidupan dan dalam beragama mereka, hingga menuai keselamatan kelah di akhirat nanti.

Sub judul terakhir inilah tujuan atau output yang kita harapkan dari sistem pengajaran dan materi pembelajaran dari seluruh pondok pesantren di Indonesia. Bila itu benar-benar tercapai maka kehidupan beragama di Indonesia akan seperti yang kita cita-citakan bersama; harmonis dengan citra yang sangat baik seperti kehidupan Islam di masa-masa lampau.

Wa Allah A’lam Bi ash Shawab. Wa al Hamdu Lillah Rabbil ‘Alamin.

  • Materi seminar disampaikan oleh Ust. H. Kholil Abou Fateh, MA di Pesantren Salaf al Islami Girikesumo Semarang. Mohon diperbanyak makalah ini dan dibagikan kepada sesama saudara kita untuk sama-sama mengambil manfaat.
  • Kunjungi www.allahadatanpatempat.blogspot.com, silahkan bergabung di group FB: Aqidah Ahlussunnah: Allah Ada Tanpa Tempat. Email: aboufaateh@yahoo.com.

[1] Lihat Abu Manshur al-Baghdadi, Kitab Ushul al-Din, h. 292

[2] Abu Manshur al-Baghdadi, Kitab Ushul al-Din, h. 335

[3] Lihat al-Habasyi, Izhhar al-‘Aqidah al-Sunniyyah, h. 42

[4] Lihat al-Nahr al-Madd Min al-Bahr al-Muhith, j. 1, h. 254

[5] Lihat Ibn Taimiyah, Minhaj al-Sunnah al-Nabawiyyah, j. 2, h. 203

[6] Lihat, Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, al-Durar al-Saniyyah Fi al-Radd ‘Ala al-Wahhabiyyah, h. 57

[7] Nashir ‘Athiyyah; salah seorang penulis dari Mesir, harian al-Nahar, h. 9, tanggal 2/7/1992

[8] Ahmad Kamal Abu al-Majd, Majalah al-‘Arabi, Kiwait, 1981

[9] Lihat Majalah al-Kifah al-‘Arabi, tanggal 15/2/1993

[10] Lihat Majalah al-Kifah al-’Arabi, tanggal 15/2/1993

[11] Nashir ‘Athiyyah, al-Nahar, h. 9, 2/7/1992

[12] ‘Abd al-‘Azhim Ramadlan, al-Ikhwan al-Muslimun Wa al-Tanzhim al-Sirri, Majalah Ruz al-Yusuf, Kuwait.

[13] Mahmud ‘Abd al-Halim, al-Ikhwan al-Muslimun Ahdats Shana’at al-Tarikh, j. 1, h. 190

[14] Sayyid Quthb, Fi Zhilal al-Qur’an, cet. Dar al-Syuruq, j. 1, h. 590

[15] Sayyid Quthb, Fi Zhilal al-Qur’an, j. 2, h. 1057

[16] Sayyid Quthb, Fi Zhilal al-Qur’an, j. 2, h. 972

[17] Sayyid Quthb, Fi Zhilal al-Qur’an, j. 3, h. 1257

[18] al-Habasyi, al-Nahj al-Sawiyy, h. 12

sumber : http://www.facebook.com/pages/AQIDAH-AHLUSSUNNAH-ALLAH-ADA-TANPA-TEMPAT/351534640896?sk=notes

Dalil Kebolehan Mencium Makam Rasulullah Atau Orang-orang Saleh


Dari Kitab Wafa' al Wafa



Al Izz bin al Jama’ah berkata: “Dalam kitab al Ilal dan kitab Su’alat Abdullan bin Ahmad bin Hanbal; (Kitab berisi pertanyaan-pertanyaa yang ditanyakan oleh Abdullah kepada ayahnya sendiri; yaitu Imam Ahmad bin Hanbal), sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Ali bin as Shuf dari Abdullah, bahwa Abdullah berkata: Saya telah bertanya kepada ayahku tentang orang yang mengusap mimbar Rasulullah untuk tujuan mendapatkan berkah, menciuminya, lalu melakukan hal yang sama terhadap makam Rasulullah supaya mendapatkan pahala dari Allah; ia (Imam Ahmad bin Hanbal) menjawab: Tidak masalah (boleh)”.



As Subki (Imam Taqiyyuddin Ali bin Abdil Kafi as Subki) dalam risalah bantahannya terhadap Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa larangan mengusap makam Rasulullah bukan perkara yang telah disepakati para ulama. Telah meriwayatkan Abul Husain Yahya bin al Husain ---- dengan sanadnya -----, berkata: Ketika Marwan bin al Hakam (salah seorang khalifah Bani Umayyah) mendatangi makam Rasulullah ia mendapati seseorang tengah duduk di hadapan makam tersebut. Marwan memagang tengkuk orang itu, berkata: Apakah sadar apa yang engkau lakukan ini? Orang itu berbalik menghadap, menjawab: Iya, (saya sadar) saya tidak mendatangi (berhadapan) sebongkah batu dan tembok, saya mendatangi Rasulullah. (saya mendengar Rasulullah bersabda): “Janganlah kalian tangisi jika agama ini dipimpin oleh ahlinya, tapi tangisilah jika agama ini dipimpin oleh orang yang bukan ahlinya”. (artinya; engkau wahai Marwan bukan seorang yang ahli dalam memimpin agama ini). Orang tersebut ternyata adalah sahabat Rasulullah; yaitu Abu Ayyub al Anshari.



Kemudian sahabat Bilal bin Rubah ketika datang dari Syam (sekarang Lebanon, Siria, Yordani, dan Palestina) ke Madinah untuk tujuan ziarah ke makam Rasulullah maka ia langsung mendatangi makam, menangis di hadapannya, dan membolak-balikan wajahnya di atas makam tersebut. Sanad riwayat ini baik.



Setelah Rasulullah dimakamkan maka datanglah Fatimah (putri Rasulullah), ia berdiri di hadapan makam, lalu mengambil segenggam tanah dari makam tersebut, ia letakan pada kedua matanya, ia menangis lalu berkata:



Apa yang akan diraih oleh orang yang mencium tanah Muhammad; adalah bahwa ia tidak akan penah mencium sepanjang masanya sesuatu yang lebih berharga dari pada tanah tersebut.

Telah ditimpakan kepadaku berbagai musibah (termasuk wafatnya Rasulullah); yang musibah-musibah jika tersebut ditimpakan pada siang maka ia seluruh siang akan menjadi malam (artinya musibah tersebut sangat berat).



Al Khathib bin Hamalah menyebutkan bahwa sahabat Abdullah bin Umar bin khattab telah meletakan tangan kanannya di makam mulia Rasulullah. Lalu Bilal bin Rubah juga telah meletakan kedua pipinya di atas makam Rasulullah. al Khathib juga telah menyebutkan riwayat dari kitab Su’alat Abdullah bin Ahmad (sebagaimana yang telah kita sebutkan di atas). Ia (al Khathib) berkata: Tidak diragukan lagi bahwa tenggelam dalam rasa cinta menjadikan itu (mengusap makam) perkara yang boleh. Tujuan dari pada itu semua adalah untuk penghormatan dan memuliakan. Sungguh derajat manusia itu bertingkat, sebagaimana dahulu di masa Rasulullah masih hidup manusia itu bertingkat (berbeda-beda); ada sebagian mereka ketika melihat Rasulullah mereka tidak dapat menahan dirinya (karena cinta) maka langsung “memburu” Rasulullah, ada sebagian lainnya yang “kalem (berhati-hati; tidak grasa-grusu)” maka mereka dapat menahan dirinya. Yang jelas semua itu adalah baik”.



Al Hafizh Ibnu Hajar al Asqalani berkata: “Sebagian ulama dalam mengambil kesimpulan/intisari (istinbath) tentang mengapa disyari’atkan mencium hajar aswad adalah dengan dengan dasar kebolehan mencium segala sesuatu yang berhak untuk dimuliakan; baik manusia atau lainya. Adapun tentang anjuran mencium tangan manusia (yang mulia) penjelasannnya telah lalu bahwa termasuk bentuk adab. Sementara anjuran terhadap selain manusia adalah dengan dasar (di antaranya) riwayat bahwa Imam Ahmad ditanya tentang mencium mimbar Rasulullah dan makamnya; beliau memandang itu bukan masalah (artinya boleh)”.

Sementara kaum Wahabi berkata bahwa orang yang ziarah ke makam para wali Allah adalah orang-orang musyrik (dalam istilah buruk mereka "Quburiyyun")... terlebih lagi yang mencium makam mereka!!!!



Lebih parah lagi, "imam besar tanpa tanding" mereka; Ibnu Taimiyah, mengatakan bahwa perjalanan ziarah ke makam Rasulullah untuk tujuan ziarah adalah perjalanan maksiat; tidak boleh mengqasar shalat dalam perjalanan tersebut.... nau'dzu billah!!!!



Lihat; sahabat Abdullah bin Umar bin Khattab meletakan tangan di atas tanah makam Rasulullah....!!! lihat; sahabat Bilal bin Rubah meletakan ke dua pipinya di atas tanah makam Rasulullah...!!!! apakah kalian akan mengatakan dua sahabat mulia ini orang-orang musyrik??????

sumber : http://www.facebook.com/pages/AQIDAH-AHLUSSUNNAH-ALLAH-ADA-TANPA-TEMPAT/351534640896?sk=notes




Get this blog as a slideshow!