Tampilkan postingan dengan label Humor Gus Dur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Gus Dur. Tampilkan semua postingan

3.7.10

Sejenak Humor: Kisah Kiai Kampung di DPR


Setelah Orde Baru wassalam 1998, puluhan partai baru bermunculan seperti jamur di musim hujan. Orang-orang pesantren pun tidak ketinggalan. Nah salah satu partai yang didirikan oleh warga pesantren ternyata ikut-ikutan menang dan salah seorang "kiai kampung" (sebut saja begitu) terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sebenarnya dia tidak seberapa sreg berada di dunia politik, akan tetapi demi menyampaikan ngaspirasi rakyat baiklah akhirnya dia bersedia.

Alkisah pada suatu saat terjadi sidang yang sangat alot. Sepertinya para anggota dewan sedang membahas masalah anggaran pendidikan. Kiai kampung tidak setuju dengan usulan mayoritas anggota DPR yang memberikan alokasi kecil untuk pendidikan, padahal pendidikan adalah prasyarat terpenting maju-mundurnya sebuah negara. Pendidikan yang dimasksud oleh kiai kampung tadi tentunya adalah pendidikan pesantren. Payahnya lagi, rekan-rekan satu partai pun berfikiran sama, mereka tidak memandang penting arti sebuah pendidikan. Sang kiai merasa sendirian di gedung milik rakyat itu.

Namun apa boleh dikata, kiai kampung sulit menyampaikan aspirasinya. Banyak peraturan di DPR yang sama sekali baru buatnya. Banyak sekali istilah-istilah aneh yang baru didengar. Sementara sang kiai, jangankan untuk ikut menyampaikan usulan, membaca draft undang-undang berbahasa Indonesia saja setengah berkeringat. Kiai kampung hanya mahir memahami teks Arab atau menuliskan sesuatu dengan huruf Arab.

Sidang terus berlangsung. Sang kiai kampung tidak bisa menahan diri akhirnya ia menuliskan beberapa kalimat berbahasa Indonesia dengan huruf arab (kita menyebutnya arab pegon). Dan sang kiai langsung maju ke depan menemui ketua sidang. Ruang sidang tiba-tiba sunyi senyap. Semua mata tertuju kepada kiai dan ketua sidang.

Kiai kampung langsung memberikan selembar kertas yang telah ditulisnya. Ketua sidang sebenarnya pernah belajar di pesantren kiai kampung tapi belum sampai mahir memahami tulisan Arab. Kertas tadi dia ambil lalu dimasukkan ke sakunya karena dia kira itu berisi doa atau sejenis jimat, lalu bicara, "Ini kiai kampung sebagai yang dituakan di partai anu telah menyetujui budget kita sekian agar tidak menganulir lainnya, buktinya beliau telah merestui saya." Ketua sidang mengambil lagi kertas dari sakunya dan menunjukkan kepada para anggota sidang.

"Iya tapi saya tidak setuju kalau anggarannya segitu," kata kiai kampung menyahut sambil berjalan ke tempat duduk semula, meskipun ia yakin tidak faham betul apa itu 'budget sekian' dan 'menganulir' yang dimaksud oleh ketua sidang.

Sidang lalu kembali ramai memperdebatkan soal angka. Waktu itu hampir disepakati besaran angka tertentu yang lebih tinggi dari semula. Namun kiai kampung tetap tidak puas dan dia langsung keluar sidang. Para anggota dewan pun terkejut.

"Kiai kampung walk out, kita tunda dulu sebentar," kata ketua sidang sambil mengetuk palu. Beberapa orang mengikuti kiai tadi keluar ruangan termasuk ketua sidang tadi.

Sementara itu kiai kampung langsung bergegas ke musholla. Dia bercerita kepada rekannya yang lebih awal mengikutinya. "Saya ingin berdoa biar usulan saya dikabulkan oleh Allah," katanya. Rekannya bertanya-tanya tapi mereka ikuti saja yang dilakukan kiai kampung.

Kiai kampung langsung bergegas melakukan sholat dua raka'at dan membaca doa istighothsah diikuti rekan-rekannya, termasuk ketua sidang tadi. Usai berdoa, kiai kampung sempat terkejut melihat ketua sidang, lalu berkata, "Alhamdulillah pak ketua sidang akhirnya setuju dengan usulan saya, buktinya dia ikut berdoa bersama kita. Sebagai wakil rakyat kita memang harus memandang arti pentingnya pendidikan," katanya. Ketua sidang dan rekan-rekannya saling pandang, tapi akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa. Kiai kapung pun meneruskan taushiyahnya.(nam)

(Sumber)

(Gambar)

1.7.10

Humor Kiai dan Santri


Sekalinya Gus Dur Kalah

Konon Gus Dur sempat memimpin perusahaan penerbangan Abdurrahman Wahid Air atau AW Air. Waktu itu Gus Dur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantornya, melihat para pegawainya bekerja.

Gus Dur sempat kaget melihat seorang yang duduk-duduk santai. Tidak bekerja. Padahal ini masih jam kerja.

“Kamu tidak bekerja?” tanya Gus Dur

“Maaf. Saya lagi istirahat Pak,” katanya.

Gus Dur tidak menjawab lagi. Pikirnya, karyawan ini sudah tidak bisa diberi ampun.

“Gajimu berapa sebulan?” Tanya Gus Dur.

“Satu juta Pak,” katanya.

“Ya sudah. Kamu saya kasih dua juta, dan kamu tidak usah lagi bekerja di sini.”

Orang tadi bengong, tapi uang pemberian Gus Dur tadi diterima begitu saja, dan dia langsung pergi.

Setelah itu, Gus Dur langsung memanggil salah seorang pimpinan direksi.

“Hei. Orang tadi sudah saya kasih pesangon, tidak usah lagi bekerja di sini. Kita harus tertibkan manajemen perusahaan,” kata Gus Dur agak jengkel.

“Wah. Dia bukan karyawan sini Pak. Dia pengantar barang,” kata pimpinan.

“Hah…,” Gus Dur tak bisa berkata apa-apa. Kali ini Gus Dur kalah.


Didaur ulang dari Humor Gus Dur di Okezone. Kebenaran cerita ini tak bisa dipertanggungjawabkan. Sekedar humor. (Anam)



HPnya Terbalik

Seorang kiai mendapat hadiah HP baru yang berukuran agak besar, lebih besar dari HP sebelumnya. HP itu diperoleh dari salah seorang santri yang sudah sukses. Mereknya Nokia, tipe 9210.

Suatu saat, dalam satu pertemuan dengan tokoh politik lokal tiba-tiba HP di saku baju takwa berbunyi dan langsung diangkat sendiri oleh kiai.

"Assalamualaikum, halo halo halo," kata kiai. Tapi suara penelpon tak terdengar. "Ini ada orang nelpon kog ga bisa didengar suaranya," katanya agak kesal.

Kiai tidak tahu kalau HP tipe seperti itu lubang suaranya ada di belakang. "Halo halo..." Tidak ada suara.

"Kebalik Kiai," kata seorang mengingatkan.

Spontanitas kiai langsung membalik halo menjadi, "Loha loha." Dan suara penelpon tetap tak terdengar. (nam)



Rokok Kiai

Di satu pesantren di Jombang, Jawa Timur, santri-santri dilarang merokok. Dan mbah kiai pengasuh pesantren tidak segan-segan memberikan takzir (hukuman) setimpal pada santri yang melanggar. Namun ada saja santri nakal yang melakukan pelanggaran.

Beberapa gelintir santri yang tidak tahan ingin merokok mencari-cari kesempatan di malam hari, pada saat gelap di sudut-sudut asrama atau di gang-gang kecilnya, atau di tempat jemuran pakaian atau di pekarangan kiai.

Satu malam seorang santri perokok ingin melakukan aksinya. Ia bergegas ke kebun blimbing. Ia dekati seorang temannya di kejauhan sedang menyalakan rokok.

"Kang, join rokoknya ya..." katanya sambil menyodorkan jari tengah dan telunjukknya.

Temannya langsung menyerakan rokok yang dipegangnya.

Santri perokok langsung mengisapnya. "Alhamdulillah, nikmatnya..." katanya. Diteruskan dengan isapan kedua.

Rokok semakin menyala, dan... dalam gelap dengan bantuan nyala rokok itu lamat-lamat ia baru sadar siapa yang sedang dimintainya rokok. Namun santri belum yakin dan diteruskan dengan isapan ketiga... Rokok semakin meyala terang.

Ternyata... yang dia mintai rokok adalah kiainya sendiri.

Santri kaget dan ketakutan. Dia langsung kabur. Lari tunggal langgang tanpa sempat mengembalikan rokok yang dipinjamnya.

Sang kiai marah besar: "Hei rokok saya jangan dibawa, itu tinggal satu-satunya, kang..." (nam)


Gus Dur dan Sepatu Bush

Terjadilah insiden pelemparan sepatu oleh wartawan stasiun TV di Irak ke arah presiden Amerika Serikat George W. Bush. Dunia jadi geger. Semua media menyajikannya sebagai berita utama. Tokoh-tokoh dunia berkomentar.

Mayoritas memberikan dukungan kepada sang wartawan. "Lemparan penghinaan itu adalah tanggapan balik terhadap invasi Amerika ke Irak." Dunia Arab kontan memberinya gelar pahlawan, meski belakangan wartawan ini babak belur.

Para tokoh di Indonesia pun tidak ketinggalan. Ada yang menyesalkan sikap wartawan yang emosional, tidak beretika. Namun umumnya memberikan acungan jempol kepada wartawan.

Tibalah saatnya dalam suatu forum politik para wartawan merangsek mendekati mantan presiden RI Gus Dur, meminta pendapatnya soal sepatu Bush.

"Gus Dur bagaimama pendapat anda tentang insiden pelemparan sepatu? Apakah itu termasuk bentuk kejengkelan warga Irak?"

"Apakah anda mendukung itu Gus?"

"Gus, apakah Bush pantas mendapatkan itu"

Gus Dur masih diam. Wartawan mulai tenang, menunggu kejutan.

"Ah wong nggak kena aja kog pada ribut," kata Gus Dur sambil lalu. Wartawan pun tertawa puas. (nam)



Baju Pramugari

Para kiai berdebat tentang boleh tidaknya bertayamum dengan kursi-kursi yang ada di pesawat, terutama bagi jamaah haji Indonesia yang berada di pesawat agak lama. Sebagian menyatakan boleh karena dalam udara ini selalu ada debu. Ada juga yang mengutip pendapat imam madzhab bahwa setiap barang yang bisa terbakar pasti memuat unsur debu.

Namun banyak pula yang menolak bertayamum dengan kursi pesawat, karena pesawat tertutup bahkan sering berada di luar angkasa. Lagi pula kursi pesawat selalu dibersihkan rutin, sehingga tidak mungkin ada debu.

Nah, di tengah perdebatan itu Kiai Mahfud Masduki nyeletuk, “Kalau masih ragu tayamum dengan kursi pesawat, yang pasti ada debunya ya baju pramugari itu. Karena dia pasti naik turun pesawat,” katanya. Para kiai lainnya tertawa, mungkin sambil membayangkan pramugari. (nam)



Amplop Kiai Tertukar

Suatu hari saat pulang mengisi acara pengajian umum, pengasuh pesantren Roudlotul Muta’allimin Kudus, KH Ma’ruf Irsyad dikuntit seseorang bersepeda motor yang melaju kencang. Ketika sampai di gang menuju rumahnya, Kiai Ma’ruf dihentikan orang tersebut yang diketahui sebagai salah seorang panitia panitia pengajian.

“Ada apa mas kok tergesa-gesa begitu,” tanya Kiai Ma’ruf.

“Maaf Pak Kiai, kami mau menyampaikan amplop bisyaroh pengajian tadi,” kata panitia.

Kontan saja Kiai Ma’ruf kaget, karena merasa sudah menerima saat berjabat tangan pamit pulang tadi. ”Lho tadi saya sudah diberi amplop kok?” ujar Kiai Ma’ruf

“Iya Kiai. Maaf, tadi kami salah ambil dari saku baju. Bukannya amplop berisi bisyaroh yang kami sampaikan, tapi tertukar kertas susunan acara pengajian,” jelasnya seraya menyampaikan amplop bisyarohnya

Kiai Ma’ruf pun tersenyum. (Qomarul Adib)


DA'I Cilik

Ada seorang dai cilik dengan semangat menyampaikan ceramahnya bahwa "Kita tidak boleh takut pada apapun saja selain Allah SWT, kita tidak boleh takut kepada syetan, jin, dan lain."

Tiba-tiba mati lampu, dan dai cilik pun ketakutan.

Lalu dia turun dari mimbar. "Hadirin... hadirin... aku takut," katanya. (Kiriman dari Rahman Duka)



Awal Bulan dan Datang Bulan

Pak Wakil Presiden H Muhammad Jusuf Kalla sempat mengundang para pentolan dua organisasi Islam Indonesia NU dan Muhammadiyah ke rumah kediamannya. Maksud hati ingin menanyakan "Kenapa sih NU dan Muhammadiyah sering lebaran berbeda, padahal kan Al-Qur'an dan Hadits yang dipakai sama?"

Singkat cerita, setelah dijelaskan akhirnya Pak Wapres faham bahwa perbedaannya adalah soal metodologi penentuan awal bulan Hijriyah. Jika NU berpendirian bahwa dikatakan awal bulan itu kalau sudah ada hilal, yakni bagian dari bulan baru yang bersinar sejenak setelah matahari terbenam. Demikian yang dikehendaki secara qath'i dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Sementara Muhammadiyah berpendirian bahwa awal bulan itu dihitung ketika bulan sudah menjadi baru atau selesai berevolusi tanpa harus nampak hilal. Kedua-duanya menghitung posisi bulan dengan ilmu hisab atau astronomi.

Jadi persoalannya adalah beda derajat saja. Jika NU berpendapat bahwa awal bulan itu terjadi setelah bulan berada pada dua derajat sehingga terjadi hilal dan bisa dilihat di bumi, sementara Muhammadiyah yang penting sudah sudah selesai berevolusi meskipun hanya nol derajat dan belum bersinar menandai bumi.

Nah Pak Wapres yang sedari awal menginginkan lebaran bersama (mungkin karena urusan hari libur dinas nasional dan lain sebagainya) akhirnya memberanikan diri untuk usul.

"Wah kalau persoalannya begitu sekarang gimana kalau NU derajatnya dikecilkan sedikit dan muhammadiyah dibesarkan dikit, nanti kan ketemu beres," katanya agak serius.

Para tamu terdiam sejenak lalu tertawa bersama-sama. Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi langsung nyeletuk, "Wah Pak Wapres ini ndak bisa membedakan antara awal bulan dan datang bulan," katanya. "Ya namanya Wapres saudagar ya begitu-itu pikirannya." Para tamu tertawa lagi. Persoalannya tidak sesederhana itu Pak Wapres!(Anam)


Sumber Artikel=http://nu.or.id
Iliustraasi=http://aziachmad.wordpress.com

4.6.10

Humor GUS DUR Belum Habis



Humor Gus Dur tidak ada habisnya. Semua teman, kerabat dan kolega Gus Dur mempunyai cerita seputar humor segar yang disampaikan Gus Dur dalam berbagai kesempatan. Berikut tambahan cerita humor Gus Dur yang diunduh dari gusdur.net dan sumber lainnya.




Kesatuan Ummat Beragama

Guyonan lainnya dilontarkan Gus Dur saat menghadiri "Seminar wawasan kebangsaan Indonesia" di Batam. Di hadapan 100 pendeta dari seluruh propinsi Kepulauan Riau, Gus Dur menjelaskan kebersamaan harus diawali dengan sikap berbaik hati terhadap sesama.

"Oleh karena itu seluruh umat bertanggung jawab atas masa depan bangsa. Boleh berantem satu sama lain, tapi keselamatan bangsa tetap diutamakan," kata Gus Dur disambut tawa peserta.



Stek Tumbuhan

Di ruang perpustakaan pribadinya, sedang terjadi diskusi yang serius antara Gus Dur dengan salah seorang anaknya yang kepingin jadi anggota LKIR.
Gus Dur: "Memangnya apa yang bisa kamu sumbangkan untuk LKIR sekolahmu?"
Anak: "Sebuah penemuan dari penelitian yang saya lakukan sendiri."
Gus Dur: "Apa itu?"
Anak: "Penggabungan (stek) tiga jenis tumbuhan yang sangat berlainan spesiesnya. Dan ternyata berhasil."
Gus Dur: "Apa tiga jenis tumbuhan itu ...?"
Anak: "Kelapa, singkong, dan tebu."
Gus Dur: (terdiam, sepertinya tidak percaya) "Lalu apa yang terjadi dengan ketiga tumbuhan itu?'

Anak: "Jadi gethuk


Ada Dua "Gus" Yang Musuh Orba

Di kalangan Nahdliyin, Gus adalah julukan bagi anak kiai yang mereka hormati . Panggilan hormat itu tetap melekat, bahkan sampai si anak sudah jadi bapak atau kakek . Begitulah, menurut Gus Dur, ada Gus Nun, Gus Mus, dan lain-lain-anpa menyebut diri sendiri.

Lain sikap hormat kalangan Nahdliyin, lain pula pandangan pemerintah Orde Baru. Yang terakhir ini tak suka dengan para Gus itu, terutama yang kritis terhadap kekuasaan.

Kekritisan Gus Dur terhadap pemerintah Orde Baru mengakibatkan ia "dikucilkan." Gus Nun sering ngomong pedas, maka dianggap musuh pemerintah juga .

Tapi , kata Gus Dur, di acara jamuan makan malam bersama tamu-tamunya, sebenarnya ada satu "Gus" lagi yang tidak disukai pemerintah .

Para tamu pun penasaran, dan menunggu Gus siapa lagi gerangan yang dimaksud .

"Gusmao...," ungkap Gus Dur menyebut nama belakang Kay Rala Xanana (sekarang Presiden Timor Leste), pemimpin Fretilin yang saat itu masih di penjara.

Menyesal Bertemu Bidadari

Humor Beliau yang ini seolah menyindir tentang maraknya Kekerasan yang mengatasnamakan agama.
Dalam menanggapi aksi jihad yang dilakukan oleh segelintir warga muslim yang percaya kematiannya dalam bom bunuh diri akan menjamin tempat di surga, Gus Dur malah kembali melemparkan leluconnya.

"Gus, betulkah para pengebom itu mati syahid dan bertemu bidadari di surga?" tanya seorang wartawan kepada Gus Dur.

Gus Dur pun menjawab, "Memangnya sudah ada yang membuktikan?"

"Tentu saja belum kan, ulama maupun teroris itu kan juga belum pernah ke surga. Mereka itu yang jelas bukan mati syahid tapi mati sakit. Dan kalau pun mereka masuk surga, mereka akan menyesal bertemu bidadari, karena kepalanya masih tertinggal di dunia dan ditahan polisi," lanjut Gus Dur cengeng



Radio Islami

Seorang Indonesia yang baru pulang menunaikan ibadah haji terlihat marah-marah.

“Lho kang, ngopo ngamuk-ngamuk mbanting radio? (Kenapa ngamuk-ngamuk membanting radio?)” tanya kawannya penasaran.

“Pembohong! Gombal!” ujarnya geram. Temannya terpaku kebingungan.

“Radio ini di Mekkah tiap hari ngaji Alquran terus. Tapi di sini, isinya lagu dangdut tok. Radio begini kok dibilang radio Islami.”

“Sampean (Anda) tahu itu radio Islami dari mana?”

“Lha…, itu bacaannya all-transistor. Kan pakai Al."


Ho Oh

Seorang ajudan Presiden Bill Clinton dari Amerika Serikat sedang jalan-jalan di Jakarta. Karena bingung dan tersesat, dia kemudian bertanya kepada seorang penjual rokok. "Apa betul ini Jalan Sudirman?" "Ho oh," jawab si penjual rokok.
Karena bingung dengan jawaban tersebut, dia kemudian bertanya lagi kepada seorang Polisi yang sedang mengatur lalu lintas. "Apa ini Jalan Sudirman?" Polisi menjawab, "Betul."

Karena bingung mendapat jawaban yang berbeda, akhirnya dia bertanya kepada Gus Dur yang waktu itu kebetulan melintas bersama ajudannya. "Apa ini Jalan Sudirman?" Gus Dur menjawab "Benar."

Bule itu semakin bingung saja karena mendapat tiga jawaban yang berbeda. Lalu akhirnya dia bertanya kepada Gus Dur lagi, mengapa waktu tanya tukang rokok dijawab "Ho oh," lalu tanya polisi dijawab "betul" dan yang terakhir dijawab Gus Dur dengan kata "benar."

Gus Dur tertegun sejenak, lalu dia berkata, "Ooh begini, kalau Anda bertanya kepada tamatan SD maka jawabannya adalah ho oh, kalau yang bertanya kepada tamatan SMA maka jawabannya adalah betul. Sedangkan kalau yang bertanya kepada tamatan Universitas maka jawabannya benar."

Ajudan Clinton itu mengangguk dan akhirnya bertanya, "Jadi Anda ini seorang sarjana?"

Dengan spontan Gus Dur menjawab, "Ho ... oh!"


DPR Turun Pangkat

Gus Dur juga sempat melontarkan guyonan tentang prilaku anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Sempat menyebut mereka sebagai anak Taman Kanak-Kanak. Gus Dur pun berseloroh anggota DPR sudah "turun pangkat" setelah ricuh dalam sidang paripurna pembahasan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) pada 2004 silam.

"DPR dulu TK, sekarang playgroup," kata Gus Dur, ketika menjawab pertanyaan wartawan tentang kejadian di DPR saat sidang itu.

UU Pornografi

Ketika semua pihak berteriak memusnahkan pornoaksi dan pornografi di negeri ini karena tidak sesuai dengan syariat Islam, Gus Dur justru kurang sependapat.dengan kelakar Gus Dur berusaha mengambil contoh dari sisi pandangan Islam tentang porno tersebut.


Misalnya saja ketika Gus Dur menjawab interview dengan Jaringan Islam Liberal, Gus Dur menyebut kitab Raudlatul Mu’aththar sebagai korban tentang kesalahan memandang pengertian daripada kata porno.

“Anda tahu, kitab Raudlatul Mu’aththar (Kebun Wewangian) itu merupakan kitab Bahasa Arab yang isinya tata cara bersetubuh dengan 189 gaya." "Kalau begitu, kitab itu cabul dong?”

gambar ilustrasi atas: rahmatmuntaha.wordpress.com
gambar ilustrasi bawah: Kaliaja.Com

29.5.10

HUMOR POLITIK : Tuhan Panggil Tiga Presiden

gambar ilustrasiGambar ilustrasi belaka

Tuhan memanggil presiden dari tiga negara, AS, Cina, dan Indonesia untuk dimarahi. Dari Amerika datanglah Barrack Obama. Dari Cina datang Presiden Hu Jintao. Dari Indonesia diutuslah Menkeu baru,pak Agus. lagi – lagi minta diwakili oleh menterinya sebagaimana biasanya kalau mendapat panggilan DPR.

Setelah habis-habisan mencela tindakan pemimpin dunia ini, Tuhan menyampaikan bahwa Ia sudah muak dan memutuskan dalam tiga hari dunia akan kiamat. Tiga pemimpin ini disuruh kembali ke negaranya untuk menyampaikan keputusan Tuhan kepada rakyat mereka masing.

Ketiga pemimpin pulang ke negara masing-masing sambil putar otak, bagaimana menyampaikan kabar buruk ini kepada rakyatnya.

Di depan Kongres Amerika dan disiarkan langsung oleh seluruh stasiun TV, presiden Obama mencoba menyampaikan dengan penuh hati-hati : ‘Congressmen, ada kabar baik dan ada kabar buruk. Pertama kabar baik dulu. Tuhan itu benar-benar ada, seperti yang kita yakini. Kabar buruk: Tuhan akan memusnahkan dunia ini dalam tiga hari’. Selesai menyampaikan informasi tersebut, hasilnya payah karena spontan saja terjadi kerusuhan dan penjarahan di mana-mana.

Di depan Kongres Partai Komunis Cina, Hu Jintao memodifikasi taktik Obama, ‘Kamerad, ada kabar baik dan ada kabar buruk. Pertama kabar baik dulu ya. Ternyata Marx, Stalin, Ketua Mao, dan para pendahulu kita salah, Tuhan itu benar-benar ada. Kabar buruk: Tiga hari lagi Tuhan akan mengkiamatkan dunia ini.’.

Hasilnya lumayan, orang-orang Cina lari, heboh dan menangis ketakutan dan membanjiri tempat ibadah, mau bertobat.

Yang paling sukses "berdiplomasi" adalah Indonesia . Karena setelah mendapat laporan dari pak Agus, pak SBY, di depan sidang paripurna DPR yang disiarkan langsung, tersenyum sumringah. ‘Saudara sebangsa dan setanah air, saya membawa dua kabar baik dari Tuhan melalui pak Agus.

Kabar baik pertama: Sila pertama Pancasila kita sudah benar,karena Tuhan itu benar-benar ada. Kabar baik kedua: dalam tiga hari semua masalah yang melilit bangsa kita, seperti energi, pangan, kemiskinan, terorisme dan penderitaan di Indonesia akan segera berakhir…’

Sukses besar, seluruh rakyat langsung larut dalam pesta dangdutan dan pawai dimana-mana. (di adaptasi dari ofisial website GP ANSOR)

28.5.10

Mengenang HUMOR GUS DUR



TELAT DI CABUT

Suatu saat Dahlan Iskan menjenguk Gus Dur yang diopname karena stroke di RSCM Jakarta. Saat itu Dahlan Iskan memang presiden direktur PT Nusumma dan Gus Dur presiden komisarisnya. Terlihat Gus Dur berbaring miring karena memang belum boleh duduk. Setelah menyalaminya, Dahlan Iskan mengucapkan permintaan maaf karena baru hari itu bisa menjenguk.

“Saya sakit gigi berat, Gus,” ujarnya.

Tanpa siduga, Gus Dur ternyata men-cuekin keadaan kesehatannya. Dia langsung memberi Dahlan Iskan teka-teki yang ternyata humor segar.

“Sampeyan tahu nggak, apa yang menyebabkan sakit gigi?” tanyanya.

“Tidak, Gus,” jawab Dahlan Iskan.

“Penyebab sakit gigi itu sama dengan penyebab orang hamil dan sama juga dengan penyebab mengapa rumput sempat tumbuh tinggi,” katanya.

Dahlan Iskan masih melongo. Gus Dur menjawab sendiri teka-tekinya.

“Yaitu sama-sama terlambat dicabut,” ujarnya. Kontan Dahlan Iskan dan orang-orang yang ada di kamar perawatan itu tertawa terbahak-bahak.


TENTANG EKONOMI INDONESIA

Ketika Gus Dur menjadi Presiden RI, beliau mengirim tim ekonominya ke AS untuk bertemu dan meminta pandangan Presiden Bill Clinton tentang Ekonomi Indonesia yang saat itu sedang didera krisis. Sesampainya di AS, tim ekonomi disambut di Gedung Putih namun dengan nada yang sangat pesimis.

“Kami di AS punya Johny CASH (aktor di Las Vegas), Stevie WONDER (penyanyi kondang), dan Bob HOPE (pelawak tenar)” demikian sambut Clinton.

“Anda di Indonesia, tidak punya CASH (uang tunai), tidak ada WONDER (keajaiban), jadi tidak ada HOPE (harapan) …. CASHLESS, WONDERLESS, dan HOPELESS!” Tegas Bill.

Tim ekonomi Indonesia pun pulang dengan wajah tertunduk lesu.Sesampainya di Istana Merdeka, Tim ekonomi melapor kepada Presiden Gus Dur.

“Gimana hasil kunjungan ke AS?” Sapa Gus Dur.

Ketua Tim ekonomi pun berkeluh kesah:“Wah, payah Gus! Menurut Clinton Indonesia tidak punya Johny CASH, Stevie WONDER, dan Bob HOPE. Jadi kita CASHLESS, WONDERLESS, dan HOPELESS! Pendeknya susah deh, Gus!

”Sambil senyum-senyum, Gus Dur menjawab dengan jenaka dan cerdik:”Gitu aja kok repot!!! Kita memang tidak punya Johny CASH, Stevie WONDER, dan Bob HOPE…. Tapi kita punya banyak SLAMET, HARTO, dan UNTUNG!!!” (Hernoe)




OTAK ASAL INDONESIA LEBIH MAHAL

USA Rp. 90.000,-
Inggris Rp. 1.000.000,-
Jerman Rp. 900.000,-
Jepang Rp. 100.000,-
… …
Indonesia Rp. 1.000.000.000,-

Melihat daftar harga yang semacam itu, seorang turis yang masuk toko tersebut menjadi heran, terus dia bertanya kepada yang empunya toko.

“Pak … maaf pak kelihatannya daftar harga anda itu salah dan terbalik.”

Yang punya toko: “Oh … tidak bung, harga otak tersebut memang betul, … otak yang termurah adalah otak USA dan Jepang karena sering digunakan jadi sudah rongsokan, … kalau anda membutuhkan otak, yang terbaik adalah otak Indonesia, karena masih orisinil, belum pernah dipakai selama hidup.



TITEL "PROV" ANGGOTA DEWAN

Gus Dur (almarhum) dalam pembicaraannya sering menyatakan bahwa Indonesia bukan negara agama. “Itu adalah hal yang final,” tegas Gus Dur.

Ia “tidak betah” jika masih ada anggota legislatif masih berkutat pada persoalan itu.

Gus Dur bercerita tentang seorang anggota legislatif yang ngotot ingin menjadikan Indonesia sebagai negara agama.

“Saat anggota dewan itu jadi pembicara disebuah seminar, ia dipanggil dengan titel Prof. di depannya,” kata Gus Dur.

“Ketika kembali ke kantornya, Satpam pun mempersilahkan masuk kepada anggota dewan kita itu dengan berkata, “Silahkan masuk prof.”

Nah, kolega-koleganya pun, kata Gus Dur, ternyata menyambut dengan berkata “Selamat pagi Prof, Assalamualaikum Prof…”

Si anggota dewan ini heran juga, padahal seumur-umur dia belum pernah dianugerahi gelar profesor. “Atau karena keberanian saya ya dia mendapat gelar terhormat itu?” kata si anggota dewan dalam hati.

Gus Dur melanjutkan, karena saking bangga dan penasarannya anggota dewan ini pun bertanya kepada kroninya. “Kenapa ya saya sekarang dimana-mana dipanggil Prof?”

“Wah…jangan bangga dulu pak!” kata si kroni. “Mereka itu nyebut prof bukan dengan akhiran huruf F tetapi dengan huruf V, jadi Prov gitu!”

“Lho, Prov apa artinya itu ?” tanya si anggota dewan penasaran.

Kroninya menjawab, “Provokator.”



SIAPA PRESIDEN PALING BERHASIL?

Jakarta (GP Ansor Online): SBY mengundang Gus Dur untuk makan malam di Puri Cikeas. Sambil bersantap, SBY menceritakan program-program yang telah dilakukan dan dilaksanakannya, dengan maksud agar Gus Dur mau mengakui keberhasilannya sebagai presiden. “Intinya, Gus,” kata SBY, “kenapa banyak yang tidak menghargai dan mengakui kalau saya lebih berhasil dibanding presiden lainnya…”
Bosan mendengar keluhan SBY, Gus Dur langsung memotong, “Gini lho. Kalau ngukur keberhasilan presiden itu gampang kok.”
“Apa ukurannya?” kata SBY penasaran.
“Kalau berhasil membuat lalu-lintas di Jakarta nggak macet. Nah, satu-satunya presiden yang mampu membuat Jakarta nggak macet ya saya…”
“Lho, apa buktinya, Gus?”
“Buktinya, dulu, sebelum saya jadi presiden, saya selalu kena macet. Tapi begitu saya jadi presiden, kemana-mana saya lancar-lancar saja. Tinggal duduk di mobil, tidur…dan tahu-tahu udah cepet nyampe… Nah, tapi begitu saya nggak jadi presiden lagi, ya langsung kena macet. Itu kan bukti, kalau presiden setelah saya nggak berhasil mengatasi kemacetan. Tadi, waktu jalan ke Cikeas sini saja kena macet berjam-jam kok…”
SBY cuman nyengir.


ARGOMETER JAPAN CEPAT SEKALI

Di luar Hotel Hilton, Gus Dur bersama sahabatnya yang seorang turis Jepang mau pergi ke Bandara. Mereka naik taksi di jalan, tiba-tiba saja ada mobil kencang banget, menyalip taksi tersebut. Dengan bangga si Jepang berteriak, “Aaaah Toyota made in Japan sangat cepat…!”

Enggak lama kemudian mobil lain nyalip juga taksi tersebut. Si Jepang teriak lagi “Aaaah Nissan made ini Japan sangat cepat.” Enggak lama kemudian lewat lagi satu mobil menyalip mobil tersebut dan si Jepang teriak lagi “Aaaah Mitsubishi made in Japan sangat cepat…!” Gus Dur dan sopir taksi itu merasa kesal melihat si Jepang ini bener-bener nasionalis.Kemudian, sesampainya di bandara, sopir taksi bilang ke si Jepang.

Supir taksi : “100 dolar please…”
Si Jepang : 100 dolars…?! Its not that far from the hotel…!!”
Gus Dur : “Aaaah… Argometer made in Japan kan? Sangat cepat sekali!!”

26.4.10

HUMOR GUS DUR :



MENEBAK USIA MUMMI

Ini cerita Gus Dur beberapa tahun yang lalu, menyentil kesewenang-wenangan aparat sewaktu jaman orde baru.
Cerita tentang sayembara menebak usia mumi di Giza, Mesir.puluhan negara diundang oleh pemerintah sana untuk mengirimkan tim ahli phaleoantropologinya yang terbaik,termasuk Indonesia.
Tapi, pemerintah Indonesia lain dari yang lain, (namanya juga jaman orde baru yang waktu itu masih bergaya represif misal banyaknya penculikan para aktivis).Makanya pemerintah Indonesia mengirimkan seorang aparat yang merupakan komandan garnisun.
Tim Perancis tampil pertama kali, membawa peralatan mutakhir, ukur sana ukur sini, catat ini dan itu, kemudian menyerah tidak sanggup.
Pakar mumi dari Amerika perlu waktu yang lama,tapi taksirannya keliru menurut dewan juri.
Tim sejarah dari Jerman menyatakan usia mumi itu tiga ribu dua ratus tahun lebih sedikit, juga salah.
Tim ahli purbakala dari Jepang juga menyebut di seputar angka tersebut, juga salah.
Giliran peserta dari Indonesia maju, Pak Komandan ini bertanya pada panitia, bolehkah dia memeriksa mumi itu di ruangan tertutup . "Boleh, silahkan," Jawab panitia.

Lima belas menit kemudian, dengan hanya membawa tongkat dan tubuh berkeringat,pak komandan itu keluar dan mengumumkan temuannya kepada tim juri.
"Usia mumi ini adalah lima ribu seratus dua puluh empat tahun tiga bulan tujuh hari," Katanya dengan lancar, tanpa keraguan sedikit pun.
Sontak ketua dan seluruh anggota tim juri terbelalak dan saling berpandangan, heran dan kagum.Jawaban itu tepat sekali ! Bagaimana mungkin pakar dari Indonesia ini mampu menebak dengan tepat dalam waktu sesingkat itu ???
hadiah pun diberikan. Ucapan selamat mengalir dari para peserta, pemerintah Mesir, perwakilan negara-negara asing dan sebagainya dan sebagainya.Pemerintah Indonesia pun bangga bukan kepalang.
Menjelang pak komandan hendak kembali ke Indonesia, Pak komandan dikerumuni beberapa wartawan dalam dan luar negeri di lobby hotel.
"Anda luar biasa," kata para wartawan "Bagaimana cara anda tahu dengan persis usia mumi itu?"
Pak komandan dengan enteng menjawab,"saya gebuki, ngaku dia."



ORANG NU GILA
 
Menggambarkan fanatisme orang NU, kata Gus Dur, menurutnya ada 3 tipe orang NU .
“Kalau mereka datang dari pukul tujuh pagi hingga jam sembilan malam, dan menceritakan tentang NU, itu biasanya orang NU yang memang punya komitmen dan fanatik terhadap NU,” tegas Gus Dur.
Orang NU jenis yang kedua, mereka yang meski sudah larut malam, sekitar jam dua belas sampai jam satu malam, namun masih mengetuk pintu Gus Dur untuk membicarakan NU, “Itu namanya orang gila NU,” jelasnya.
“Tapi kalau ada orang NU yang masih juga mengetuk pintu rumah saya jam dua dinihari hingga jam enam pagi, itu namanya orang NU yang gila,” kata Gus Dur sambil terkekeh.


ORANG NORMAL

BAGI John F Kennedy, jabatan presiden merupakan pekerjaan termulia. Sebab dalam pandangannya, politik itu sendiri adalah kerja mulia. Lain halnya dengan Billy Carter, adik kandung bekas presiden Jimmy Carter.

Menurut Gus Dur, Billy Carter memiliki usaha pompa bensin. Kalau pas ada waktu senggang, biasanya ia suka bersantai dengan beberapa temannya sambil menikmati bir atau minuman lain kegemarannya.

Pokoknya ia prototipe "orang biasa" di tingkat terbawah kehidupan politik Amerika Serikat. Karenanya ia pun punya penilaian sendiri tentang perubahan besar dalam kehidupan kota tempat tinggalnya.

Pada tahun 1976, abangnya, Jimmy Carter, mencoba mencalonkan diri sebagai presiden. Di masa santer-santernya kampanye Carter berlangsung, Billy pun tak luput dari kejaran wartawan yang ingin tahu lebih jauh tentang keluarga besar Carter. Wartawan yang memergokinya langsung bertanya, bagaimana sesungguhnya kondisi keluarga Carter?

Kemudian Billy menjawab, "Ibuku sudah lebih tujuhpuluh tahun umurnya, ketika ia mendaftarkan diri masuk Korps Perdamaian sebagai juru rawat di India untuk dua tahun. Kakak perempuanku senang naik sepeda ke mana-mana, sampai keluar negara bagian yang luas ini. Kakak perempuanku yang satu lagi menjadi pengabar Injil, padahal tadinya ia ratu kecantikan.

"Sekarang, abangku ingin jadi presiden. Nah Anda bisa lihat, akulah satu-satunya orang yang normal dalam keluarga ini."




MERDEKANYA JATUH !

Ketika menghadiri acara komedi politik di sebuah stasiun televisi swasta, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berkelakar tentang masa kemerdekaan dulu.

Gus Dur pada saat itu bercerita mengenai penyambutan yang luar biasa terhadap Presiden RI Soekarno ketika mengunjungi sebuah desa.

Karena masa itu masih masa kemerdekaan, setiap orang yang berjejer di pinggir jalan membawa bendera yang diikat di batang bambu, sambil berteriak "Merdeka!!!"

Lalu, ada seorang nenek-nenek yang melihat bendera seorang anak sekolah dasar yang jatuh. Seketika itu juga si nenek bilang kepada anak kecil itu "Nak, merdekanya jatuh tu."



GELAS LILIN

Saat tengah menemani anaknya belajar Fisika, Gus Dur berusaha untuk menjelaskan banyak hal kepada anaknya itu. Untuk mengetes kemampuan ayahnya, iseng anak itu memberi pertanyaan kepada Gus Dur.

Anak: "Pak, saya ada pertanyaan."
Gus Dur: "Apa?"
Anak: "Sebuah lilin yang menyala jika ditutup dengan gelas, kemudian lilin tersebut mati. Hal itu membuktikan apa???"
Gus Dur: "Itu tandanya tidak ada udara di dalam gelas itu."
Anak: "Salah!"
Gus Dur: "Loh, terus apa?"
Anak: "Itu membuktikan bahwa kita kurang kerjaan ..."



NYI RORO KIDUL DIPAKSA BERJILBAB

KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen yang sudah mendukung acara Kongkow Bareng Gus Dur (KBGD) sehingga dapat mengudara kembali pada di Yogya TV pada Jumat (05/10/2007) pukul lima sore setelah sebelumnya didemo oleh FPI agar tayangan itu dihentikan.

"Sri Sultan Hamengkubuwono X telah menyatakan agar tayangan itu diteruskan saja. "Kalau mereka (FPI, red.)tidak terima, diadukan saja ke pengadilan," beber Gus Dur yang mengenakan batik biru kala itu.

Gus Dur mengungkapkan telepon anggota FPI yang meminta tayangan KBGD dihentikan Yogya TV diawali dari banyolannya. "Kenapa ada gempa Bantul? Karena Nyi Roro Kidul dipaksa berjilbab oleh Habib Rizieq," jelas Gus Dur menceritakan leluconnya waktu itu.

Gus Dur menjelaskan lelucon itu berdasarkan sikap pemimpin FPI terhadap apapun yang dianggapnya salah. "Memang Habib Rizieq begitu," tegas Gus Dur.

Terhadap dukungan elemen sipil di Yogyakarta ini Gus Dur mempunyai komentar tersendiri. "Ini punya arti perkembangan Islam di Indonesia. Sikap zalim dengan satu pihak akan dihadapi dengan terbuka oleh pihak lain," imbuh Gus Dur.

24.4.10

HUMOR GUS DUR


Selain sisi intelektual tinggi dalam agama, perjuangan keadilan dan kebenaran, penegakan demokrasi dalam bingkai NKRI dan ‘memelihara’ pluralisme nusantara, Gus Dur dikenal sebagai sosok humoris.

Frasa ‘begitu aja kok repot’ Gus Dur menjadi bagian ‘joke’ sekaligus ciri khas Gus Dur. Gus Dur adalah orang yang banyak humor. Saat berbicara, dia selalu menyelipkan joke, cerita lucu, yang membuat pendengarnya tertawa. Joke-jokenya itu disukai oleh banyak tokoh dunia. Salah satu alasan utama mengapa Gus Dur humoris karena dengan berhumor, pikiran menjadi sehat.

“Gus, kok suka humor terus sih?” tanya seorang yang kagum karena humor Gus Dur selalu berganti-ganti. “Di pesantren, humor itu jadi kegiatan sehari-hari,” jelasnya.
“Dengan lelucon, kita bisa sejenak melupakan kesulitan hidup. Dengan humor, pikiran kita jadi sehat,” sambungnya. (Gusdur.net, akses 31 Des 2009)

Mengenang jasa dan perjuangannya, berikut saya kumpulkan anekdok-anekdok humoris Gus Dur yang saya ambil dari Gusdur.net dan beberapa sumber di internet.


JENDERAL YANG PALING DITAKUTI GUS DUR

Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah seorang tokoh yang sangat pemberani. Gus Dur tidak pernah takut kepada siapa pun, bahkan kepada Jenderal-nya sekalipun. Hal ini pernah dibuktikan dengan permintaan Gus Dur agar Jenderal Surojo Bimantoro (Kapolri) mengundurkan diri.

Namun rupanya, seberani apa pun seorang Gus Dur, tetap saja ada satu Jenderal yang ditakutinya. Ketakutan pada Jenderal ini pernah diungkapkan Gus Dur seusai sebuah konferensi pers. Yakni Gus Dur dipapah memasuki mobil dan para wartawan tidak lagi mengerubutinya.

Sebelum Menutup pintu mobilnya, sambil setengah berbisik Gus Dur kembali memanggil para wartawan, "Hei, saya masih punya satu informasi lagi. Kalian mau tidak ?"

"Apa itu Gus ?" tanya para wartawan sembari serentak mengerubuiti Gusdur Kembali di pintu mobilnya yang masih setengah terbuka.

"Saya mau sebutkan nama seorang Jenderal yang paling berbahaya dan berpotensi mematikan siapa saja. Jenderal ini ditakuti oleh siapa saja, jadi kalian harus berhati-hati kepada jenderal yang satu ini," ujar Gus Dur dengan mimik serius.

"Wah, siapa itu Gus ?" sambut para wartawan sambil berebut menyorongkan alat perekamnya sedekat mungkin ke wajah Gus Dur. Mereka tampak sangat mendambakan berita eksklusif itu.

"Ok, saya harus katakan," kata Gus Dur meyakinkan. "Jenderal itu adalah Jenderal..(General) Electric ..."

"Wooo kok itu sih Gus ?" protes para wartawan.

"Lha kalian ini, maunya bikin gosip melulu. Padahal kan saya kan bener. Bahwa General Electric itu paling berbahaya. Coba, mau nggak kamu kesetrum lampunya General Electric ? Berbahaya khan ?!, kamu bisa mati kan kalau kesetrum????"

"Huuuuuuuu," balas para wartawan serentak, sambil bersunggut-sunggut dan ngeloyor ke belakang.



DIKEJAR ISRA'EL

Hampir tak ada negara yang rela ketinggalan mengikuti Olimpiade . Acara empat tahunan itu merupakan salah satu cara promosi negara masing-masing. Dan tentu saja , peristiwa ini juga sangat bergengsi karena acara ini diliput oleh semua media massa negara peserta. Wajarlah kalau setiap negara berusaha mengirimkan atlet terbaiknya, dengan harapan mereka bisa mendapatkan emas. Begitulah sambutan Gus Dur saat melepas tim Indonesia ke Olimpiade Sidney yang baru lalu.

Gus Dur lalu bercerita tentang peristiwa yang pernah terjadi di Suriah. Pada waktu Olimpiade beberapa tahun yang lalu, tuturnya, kebetulan pelari asal Suriah merebut medali emas. Sang pelari mampu memecahkan rekor tercepat dari pemenang sebelumnya, bahkan selisih waktunya pun terpaut jauh.

Maka, dia langsung dikerubuti wartawan karena punya nilai berita yang sangat tinggi.
“Apa sih rahasia kemenangan anda?” tanya wartawan.
“Mudah saja,” jawab si pelari Suriah, enteng, “Tiap kali bersiap-siap akan start, saya membayangkan ada serdadu Israel di belakang saya yang mau menembak saya.”



BANDARA ABDURRAHMAN WAHID

Pada akhir April 2000 ,Gus Dur sempat melawat ke Malang , dan mendarat di Bandara Abdurrahman Saleh.
Ini mengingatkan dia pada peristiwa belasan tahun silam, ketika dia mendarat di bandara yang sama dari Jakarta , saat masih ada penerbangan regular dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Malang.waktu itu Gus Dur bersama antara lain Almarhum Jaksa Agung Sukarton Marmosujono.
Sebagaimana lazimnya untuk rombongan orang penting, mereka pun disambut oleh pasukan Banser NU.
Ketika rombongan sudah siap berangkat ke Selorejo,(sekitar 60 kilometer dari bandara),petugas Banser melaporkan pada posko melalui handy talky.
“Halo, halo, rojer,, “Lapor: Abdurrahman Saleh sudah mendarat di bandara Abdurrahman Wahid!” kata sang Banser melaporkan.



PUTUS ASA YA?

Salah seorang anak Gus Dur dengan penuh rasa ingin tahu mengamati ayahnya yang sedang memoleskan krim pembersih wajah yang dicurinya dari meja rias istrinya ke seluruh bagian mukanya.

“Kenapa sih…Bapak selalu mengoleskan itu di wajah?” tanya anak itu.

“Supaya bapakmu ini ganteng terus,” jawab Gus Dur.

Tak berapa lama kemudian Gus Dur mengambil kapas dan mengusap krem yang menempel di wajahnya seperti yang sering dilakukan istrinya.

“Lho kok dihapus sih Pak? Putus asa ya…?” goda anaknya.



KOK BISA TAU?

Dalam sebuah lawatannya keluar negeri,Gus Dur coba cari suasana di pesawat RI-1.Kali ini dia bersama Presiden AS dan Perancis terbang bersama Gus Dur buat keliling dunia.
Boleh dong, emangnya AS dan Perancis saja yg punya pesawat kepresidenan?.
Seperti biasa... setiap presiden selalu ingin memamerkan apa yang menjadi kebanggaan negerinya.
Tidak lama presiden Amerika, Clinton mengeluarkan tangannya dan sesaat kemudian dia berkata: "Wah kita sedang berada di atas New York!" Presiden Indonesia (Gus Dur): "Lho kok bisa tau sih?" "Itu.. patung Liberty kepegang!", jawab Clinton dengan bangganya.
Tidak mau kalah,presiden Perancis, Jacques Chirac, ikut menjulurkan tangannya keluar. "Tau nggak... kita sedang berada di atas kota Paris!", katanya dengan sombongnya. Presiden Indonesia: "Wah... kok bisa tau juga?" "Itu... menara Eiffel kepegang!", sahut presiden Perancis tersebut.
Karena disombongin sama Clinton dan Chirac, giliran Gus Dur yang menjulurkan tangannya keluar pesawat... "Wah... kita sedang berada di atas Tanah Abang!!!", teriak Gus Dur. "Lho kok bisa tau sih?" tanya Clinton dan Chirac heran karena tahu Gus Dur itu kan nggak bisa ngeliat.
"Ini... jam tangan saya ilang...", jawab Gus Dur kalem.




PELURU JUGA HABIS

Ini cerita Gus Dur tentang situasi Rusia, tidak lama setelah bubarnya Uni Soviet. Sosialisme hancur, dan para birokrat tidak punya pengalaman mengelola sistem ekonomi pasar bebas. Di masa sosialisme, memang rakyat sering antre untuk mendapatkan macam-macam kebutuhan pokok, tapi manajemennya rapi, sehingga semua orang kebagian jatah. Sekarang, masyarakat tetap harus antre, tapi karena manejemennya jelek, antrean umumnya sangat panjang, dan banyak orang yang tidak kebagian jatah.

Begitulah, seorang aktivis sosial berkeliling kota Moskow untuk mengamati bagaimana sistem baru itu bekerja. Di sebuah antrean roti, setelah melihat banyaknya orang yang tidak kebagian, aktivis itu menulis di buku catatannya, “roti habis.”

Lalu dia pergi ke antrean bahan bakar. Lebih banyak lagi yang tak kebagian. Dan dia mencatat “bahan bakar habis!”, kemudian dia menuju ke antrean sabun. Wah pemerintah kapitalis baru ini betul-betul brengsek, banyak sekali masyarakat yang tidak mendapat jatah sabun. Dia menulis besar-besar “SABUN HABIS!”.

Tanpa dia sadari, dia diikuti oleh seorang intel KGB. Ketika dia akan meninggalkan antrean sabun itu, si intel menegur “Hey bung! dari tadi kamu sibuk mencatat-catat terus, apa sih yang kamu catat?”.

Sang aktivis menceritakan bahwa dia sedang melakukan penelitian tentang kemampuan pemerintah dalam mendistribusikan barang bagi rakyat .
“Untung kamu ya, sekarang sudah jaman reformasi”, ujar sang intel, “Kalau dulu, kamu sudah ditembak”.
Sambil melangkah pergi, aktivis itu mencatat, “Peluru juga habis!



KARENA DUKUNGAN KIAI

Ternyata kemenangan Korea Selatan (Korsel) atas Italia di babak perdelapan final pada piala dunia Juni 2002 silam, tidak terlepas dari adanya dukungan moril dari seorang kiai .
Salah seorang Kiai di daerah Jawa timur, yang tidak mau disebutkan namanya menyatakan bahwa dia senantiasa berdoa demi kemenangan tim sepak bola dari negeri Gingseng tersebut.
Bahkan doa-doa kiai yang biasa disapa Gus ini khusus dilayangkan demi kesuksesan salah satu tim wakil Asia tersebut.
Fakta ini mengundang tanda tanya besar, kira-kira atas dasar apa Kyai tersebut dengan semangat memberikan dukungannya kepada Tim Korsel. Atas dasar sesama Asia? atau atas dasar hubungan baik dua negara sewaktu Gus Dur masih menjabat Presiden RI?
"Ah...tidak juga", jawab sang Kiai, "sederhana saja, pelatih Korselkan orang kita juga ... Gus Hiddink" jawab kiai itu.


KULI DAN KIAI
Rombongan jamaah haji NU dari Tegal tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah Arab Saudi. Langsung saja kuli-kuli dari Yaman berebutan untuk mengangkut barang-barang yang mereka bawa. Akibatnya, dua orang di antara kuli-kuli itu terlibat percekcokan serius dalam bahasa Arab.

Melihat itu, rombongan jamaah haji tersebut spontan merubung mereka, sambil berucap: Amin, Amin, Amin!
Gus Dur yang sedang berada di bandara itu menghampiri mereka: “Lho kenapa Anda berkerumun di sini?”
“Mereka terlihat sangat fasih berdoa, apalagi pakai sorban, mereka itu pasti kyai.”jawab rombongan dari Tegal kompak!
?????



SIAPA PALINNG PEMBERANI?

Di atas geladak kapal perang US Army tiga pemimpin negara sedang “berdiskusi” tentang prajurit siapa yang paling berani. Eh kebetulan di sekitar kapal ada hiu-hiu yang sedang kelaparan lagi berenang mencari makan …

Bill Clinton: Kalau Anda tahu … prajurit kami adalah yang terberani di seluruh dunia … Mayor .. sini deh … coba kamu berenang keliling ini kapal sepuluh kali.

Mayor: (walau tahu ada hiu) siap pak, demia “The Star Spangled Banner” saya siap ,,, (akhirnya dia terjun dan mengelilingi kapal 10 kali sambil dikejar hiu).

Mayor: (naik kapal dan menghadap) Selesai pak!!! Long Live America!!

Clinton: Hebat kamu, kembali ke pasukan!

Koizumi: (tak mau ketinggal, dia panggil sang sersan) Sersan! Menghadap sebentar (sang Sersan datang) … coba kamu keliling kapal ini sebanyak 50 kali … !

Sersan: (melihat ada hiu … glek … tapi) for the queen I’am ready to serve!!! (pekik sang sersan, kemudian membuka-buka baju lalu terjun ke laut dan berenang keliling 50 kali … dan dikejar hiu juga).

Sersan: (menghadap sang perdana menteri) GOD save the queen!!!

Koizumi: Hebat kamu … kembali ke tempat … Anda lihat Pak Clinton … Prajurit saya lebih berani dari prajurit Anda … (tersenyum dengan hebat …)

Gus Dur: Kopral ke sini kamu … (setelah dayang …) saya perintahkan kamu untuk terjun ke laut lalu berenang mengelilingi kapal perang ini sebanyak 100 kali … ok?

Kopral: Hah … Anda gila yah …! Presiden nggak punya otak … nyuruh berenang bersama hiu … kurang ajar!!! (sang Kopral pun pergi meninggalkan sang presiden …)

Gus Dur: (Dengan sangat bangga) Anda lihat Pak Clinton dan Pak Koizumi … kira-kira siapa yang punya prajurit yang paling BERANI!!!??? … … !!!




SEMUA PRESIDEN GILA

Kelihaian Gus Dur dalam melakukan serangan politik sambil berkelit dengan mengundang senyum geli memang tak diragukan lagi.

Serangan atau kelitan poitik Gus Dur kerap mengundang tawa geli karena selain sangat keras juga lucu. Dia memang dikenal sebagai penyaji humor politik tingkat tinggi.

Kita masih ingat humor politik Gus Dur yang dilempar kepada Presiden Kuba Fidel Castro. Ketika melakukan kunjungan kenegaraan ke Kuba, Gus Dur memancing tawa saat menyelingi pembicaraannya dengan Castro bahwa semua presiden Indonesia
punya penyakit gila.

Presiden pertama Bung Karno gila wanita, presiden kedua Soeharto gila harta, presiden ketiga Habibie benar-benar gila ilmu, sedangkan Gus Dur sendiri sebagai presiden keempat sering membuat orang gila karena yang memilihnya juga orang-orang gila.

Sebelum tawa Castro reda, Gus Dur langsung bertanya. “Yang Mulia Presiden Castro termasuk yang mana?” Castro menjawab sambil tetap tertawa, “Saya termasuk yang ketiga dan keempat.”

Apa selesai sampai di situ? Tidak. Ketika mengunjungi Habibie di Jerman, oleh orang dekat Habibie, Gus Dur diminta mengulangi cerita lucunya dengan Castro itu. Merasa tak enak untuk menyebut Habibie benar-benar gila atau gila beneran, Gus Dur memodifikasi cerita tersebut. Kepada Habibie, dia mengatakan, dirinya bercerita kepada Castro bahwa presiden Indonesia hebat-hebat.

Kata Gus Dur, Presiden Soekarno negarawan, Presiden Soeharto seorang hartawan, Presiden Habibie ilmuwan, sedangkan Gus Dur wisatawan.

Selain menghindari menyebut Habibie benar-benar gila, jawaban itu sekaligus merupakan jawaban Gus Dur yang bersahabat atas kritik bahwa dirinya sebagai presiden banyak pergi ke luar negeri seperti berwisata saja.




ABDURRAHMAN WAHID SIAPA?

Ketika menjabat menjadi orang nomer 1 di Indonesia, Gus Dur kedatangan beberapa tamu. Waktu itu yang diterima Presiden Gus Dur di ruang kerjanya di Istana Merdeka, adalah Mohammad Sobary (Peneliti dari LIPI dan kolumnis) dan Djohan Effendi (Kepala Litbang Departemen Agama).
Hampir sepanjang hari Gus Dur berbincang-bincang dengan kedua sahabatnya tersebut.
Sobary sempat menjadi moderator ketika berlangsung dialog antara Gus Dur dengan masyarakat seusai salat Jumat di Masjid Baiturrahim (Masjid Istana Kepresidenan).
Nah, sebelum salat Jumat, Gus Dur dari ruang kerjanya menelepon Menteri Agama di kantornya. Kebetulan yang mengangkat telepon di kantor Menteri Agama adalah seorang staf menteri.
Dialognya demikian:
Gus Dur : "Hallo, saya mau bicara dengan Menteri Agama."
Staf Departemen Agama (SDA): "Ini siapa, ya?"
Gus Dur: "Saya Abdurrahman Wahid."
SDA: "Abdurrahman Wahid siapa?"
Gus Dur: "Presiden..."

--------------------- Fakta : Banyak orang lebih mengenal julukan Gus Dur - daripada nama lengkapnya,Abdurrahman Wahid.

23.4.10

HUMOR GUS DUR


MASUKIN KERTAS TO YO...!
Cerita ini sudah lama, sewaktu Almarhum Gus Dur masih menjabat sebagai orang nomor satu di PBNU.
Waktu itu kantor PBNU baru saja dilengkapi dengan mesin faksimili. Arifin Junaidi (Wakil Sekjen PBNU saat itu) tengah memperagakan cara mengirim faksimili di depan Gus Dur.
Di saat bersamaan mantan Presiden RI keempat ini kedatangan seorang rekannya dari daerah. Mereka bertiga jadi memperhatikan mesin canggih itu.
" Loh ngirim tulisan pakai mesin ini apa bisa diterima persis di sana?" tanya rekan Gus Dur terheran-heran. Arifin menjawab yakin, " Lah iya to pak ! "
Setelah Arifin memfaksimili, tiba-tiba ada faks masuk. Mendengar bunyi dan masuknya faks itu membuat rekan Gus Dur semakin kagum saja. "Wah mesin faks ini memang luar biasa, nggak masuk di akal ya, " komentar rekan Gus Dur itu sambil geleng-geleng kepala.
Spontan Gus Dur langsung nyeletuk, "Ya jangan dimasukkin akal dong, dimasukin kertas to yo ," jawab ringan Gus Dur menggunakan dialek Jawa.
Hehe


KEPUTUSAN RAPAT
Saat masih berada di bangku sekolah, Gus Dur memang terkenal sebagai anak yang usil bin jail.
Pernah suatu kali dia berusaha mengerjai guru Bahasa Inggrisnya, dengan seember air, yang digantung di pintu kamar mandi di sekolahnya.
Karuan saja, saat sang guru hendak membuka pintu, " Byuur !" basah kuyuplah sang guru asal Batak tersebut.
Namun ketika sang guru bertanya, "Siapa yang punya ide untuk menaruh ember itu di situ?"
Sambil menahan tawa Gus Dur menjawab, "Awalnya memang saya yang punya ide Bu. Tetapi kemudian sudah menjadi keputusan rapat."



INTERNET
Suatu kali ada Kiai Madura yang membanggakan pembangunan pesantrennya kepada Gus Dur.
"Wah.. pesantren saya sudah jadi. Lengkap, bangunannya luas dan bertingkat." Katanya dengan wajah bangga.
"Kapan-kapan Gus Dur harus ke sana. Soalnya sudah lengkap dengan eternit!" tambahnya.
"Eternit?" tanya Gus Dur sambil berfikir, setiap bangunan kan memang perlu eternit.
"Payah moso enggak ngerti. Itu loh yang pakai komputer...!"
"Ohhh.. internet," jawab Gus Dur bersama-sama beberapa orang yang hadir sambil tertawa

BERDOA SEBELUM MAKAN
Waktu Gus Dur menjabat Presiden RI, sekali waktu beliau bertemu dengan para romo (pastor) seluruh Keuskupan Agung Semarang. Dan, tak ketinggalan Gus Dur menyelipkan ceritanya. Ini pastor-pastor itu di sebuah negeri senang berburu binatang buas.

Sekali waktu, selesai misa hari Minggu, seorang pastor pergi ke hutan berburu binatang buas. Ia melihat seekor harimau. Langsung sang pastor mengokang senapannya dan menembak: “Dor – dor!” Wah, ternyata tembakannya meleset dan sang harimau balik mengejar sang pastor. Pastor segera berlari mengambil langkah seribu. Tiba-tiba si pastor berhadapan dengan jurang yang dalam. Si pastor langsung berhenti, berlutut, dan mengatupkan tangannya berdoa sebelum diterkam harimau. Berdoa sebelum mati.

Selesai berdoa, sang pastor terheran-heran karena ternyata ia masih hidup, tidak diterkam harimau. Waktu ia menoleh ke kanan, dilihatnya harimau itu berlutut di sampingnya dan berdoa sambil mengatupkan kedua kaki depannya, seperti orang Katolik mengatupkan kedua tangannya ketika sedang berdoa. Si pastor lalu bertanya kepada harimau, “Harimau, kamu kok tidak menerkam saya, malah malah kamu ikut-ikutan berdoa seperti saya. Mengapa?” Jawab harimau: “Ya, saya sedang berdoa. Berdoa sebelum makan!”

22.4.10

HUMOR GUS DUR



'TULISAN SAYA JELEK !!'

Suatu ketika Gus Dur membagi-bagikan handphone kepada sejumlah kiai NU.
Tentu saja para kiai ini agak kikuk dengan teknologi telepon genggam itu.
Karena merasa sejumlah kiai koleganya sudah mendapatkan handphone, Gus Dur pun dengan mudah menghubungi mereka lewat telepon genggam tersebut.
Pada satu kesempatan, Gus Dur meminta kepada asistennya untuk mengirimkan SMS ke salah seorang kiai.
Namun, lama ditunggu, jawaban dari sang kiai tak kunjung didapat.
Alhasil Gus Dur pun menelepon sang kiai.
"Pak kiai, kalau ada SMS dari umat mbok ya dibalas!," kata Gus Dur.
Lantas dengan polosnya sang kiai menjawab, "Waduh Gus, saya nggak nulis di handphone ini, soalnya tulisan saya jelek."




SYUKUR TAK BISA MANJAT

Guyonan itu, rupanya, tidak berlebihan. Meski sudah banyak yang meramalkan bahwa penampilan Gus Dur di depan DPR Kamis lalu bakal ramai, toh tidak ada yang menyangka bahwa sampai seramai itu. Kalau bukan kiai, mana berani menjadikan pidato Ketua DPR Akbar Tandjung sebagai sasaran humor? Akbar sejak dulu memang selalu memulai pidato dengan memanjatkan syukur. Maka, Gus
Dur pun melucu, yang membuat semua anggota DPR tertawa: syukur memang perlu dipanjatkan karena Syukur tidak bisa memanjat

Begitu menariknya, karuan saja pidato presiden kini banyak ditunggu penonton televisi. Padahal, dulu-dulu kalau presiden pidato di TV banyak yang mematikan TV-nya. Begitu tidak menariknya pidato presiden di masa Orde Baru sampai-sampai pernah para anggota DPRD diwajibkan mendengarkannya. Itu pun harus diawasi agar mereka sungguh-sungguh seperti mendengarkan. Untuk itu,
perlu diadakan sidang pleno DPRD dengan acara khusus nonton televisi.


DICIUM ARTIS CANTIK

Magnet sense of humor Gus Dur yang tinggi membuat kesengsem seorang artis cantik saat hadir dalam suatu acara di rumah salah seorang pengasuh Pondok Kajen, Jawa Tengah. Saking gemesnya, artis itu dengan santai langsung ngesun (mencium) pipi Gus Dur tanpa pake permisi. Jelas beberapa di antara mereka yang hadir langsung dibikin kaget dan bingung. Siapa yang kuat ngeliat kiai nyentrik cuma diem aja disun (dicium) artis cantik.

Tak lama kemudian begitu sudah agak sepi, Gus Mus yang sedang di antara mereka, langsung numpahin sederet kalimat yang sudah dari tadi cuma bisa disimpan di dalam hati.

“Loh Gus, kok Gus Dur diam saja sih disun sama perempuan?’”

Dengan santai dan.. silakan bayangin sendiri gayanya, Gus Dur malah ngasih jawaban sepele.

“Lha wong saya kan nggak bisa lihat. Ya mbok sampeyan jangan pengen….”



MEMBUAT ORANG BERDOA

Di pintu akherat seorang malaikat menanyai seorang sopir Metro Mini. “Apa kerjamu selama di dunia?” tanya malaikat itu.

“Saya sopir Metro Mini, Pak.” lalu malaikat itu memberikan kamar yang mewah untuk sopir Metro tersebut dan peralatan yang terbuat dari emas.

Lalu datang Gus Dur dengan dituntutn ajudannya yang setia.

“Apa kerja kamu di dunia?” tanya malaikat kepada Gus Dur.

“Saya presiden dan juga juru dakwah Pak…” lalu malaikat itu memberikan kamar yang kecil dan peralatan dari kayu. Melihat itu Gus Dur protes.

“Pak kenapa kok saya yang presiden sekaligus juru dakwah mendapatkan yang lebih rendah dari seorang sopir Metro..?” Dengan tenang malaikat itu menjawab: “Begini Pak… Pada saat Bapak ceramah, Bapak membuat orang-orang semua ngantuk dan tertidur… sehingga melupakan Tuhan. Sedangkan pada saat sopir Metro Mini mengemudi dengan ngebut, ia membuat orang-orang berdoa…”




BECAK DILARANG MASUK

Saat menjadi Presiden, Gus Dur pernah bercerita kepada Menteri Pertahanan Mahfud MD tentang orang Madura yang katanya banyak akal dan cerdik.

Ceritanya ada seorang tukang becak asal Madura yang pernah dipergoki oleh polisi ketika melanggar rambu “Becak dilarang masuk”. Tukang becak itu masuk ke jalan yang ada rambu gambar becak disilang dengan garis hitam yang berarti jalan itu tidak boleh dimasuki becak.

“Apa kamu tidak melihat gambar itu? Itu kan gambar becak tak boleh masuk jalan ini,” bentak Pak polisi. “Oh saya melihat pak, tapi itu kan gambarnya becak kosong tidak ada pengemudinya. Becak saya kan ada yang mengemudi, tidak kosong berarti boleh masuk,” jawab si tukang becak.

“Bodoh, apa kamu tidak bisa baca? Di bawah gambar itukan ada tulisan bahwa becak dilarang masuk,” bentak Pak polisi lagi.

“Tidak pak, saya tidak bisa baca, kalau saya bisa membaca maka saya jadi polisi seperti sampeyan, bukan jadi tukang becak begini,” jawab si tukang becak sambil cengengesan.



NAIK HAJI

Suatu kali Presiden Soeharto berangkat ke Mekkah untuk berhaji.
Karena yang pergi seorang presiden,tentu sejumlah menteri harus ikut mendampingi. Salah satunya "sipeminta pertunjuk" yang paling rajin, Menteri Penerangan Harmoko.
Setelah melewati beberapa ritual haji, rombongan Soeharto pun melaksanakan jumrah, yakni simbol untuk mengusir setan dengan cara melempar batu ke sebuah tiang mirip patung.
Di sini lah muncul masalah,terutama bagi Harmoko.
Beberapa kali batu yang dilemparkannya selau berbalik menghantam jidatnya.
"Wah kenapa jadi begini ya?" cerita Gus Dur menuturkan pernyataan Harmoko yang saat itu tampak gemetar karena takut.
Lalu Harmoko pindah posisi.
Hasilnya sama saja, batu yang dilemparnya seperti ada yang melempar balik ke arah dirinya.
Setelah tujuh kali lemparan hasilnya selalu sama, Harmoko pun menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari-cari posisi presiden untuk "minta petunjuk" ,dengan tergopoh-gopoh ia menghampiri Bapak Presiden.
Setelah menceritakan ihwal kejadiannya,presiden Soeharto menjawab : "makanya,sesama setan jangan saling lempar!"

TAK PUNYA LATAR BELAKANG

Mantan Presiden Abdurrahman Wahid memang unik. Dalam situasi genting dan sangat penting pun dia masih sering meluncurkan joke-joke yang mencerdaskan.

Seperti yang dituturkan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD saat diinterview salah satu televisi swasta. “Waktu itu saya hampir menolak penunjukannya sebagai Menteri Pertahanan. Alasan saya, karena saya tidak memiliki latar belakang soal TNI/Polri atau pertahanan,” ujar Mahfud.

Tak dinyana, jawaban Gus Dur waktu itu tidak kalah cerdiknya. “Pak Mahfud harus bisa. Saya saja menjadi Presiden tidak perlu memiliki latar belakang presiden kok,” ujar Gus Dur santai.

Karuan saja Mahfud MD pun tidak berkutik. “Gus Dur memang aneh. Kalau nggak aneh, pasti nggak akan memilih saya sebagai Menhan,” kelakar Mahfud.





TIGA POLISI BAIK

Gus Dur sering terang-terangan ketika mengkritik. Tidak terkecuali ketika mengkritik dan menyindir polisi.

Menurut Gus Dur di negeri ini hanya ada tiga polisi yang jujur. “Pertama, pak Hoegeng [mantan Kapolri] kedua patung polisi. yang ketiga, polisi tidur.”

Lainnya? Gus Dur hanya tersenyum.



NYAMUK SINI CUMA TAKUT TIGA RODA

Suatu hari, saat Abdurarahman Wahid menjabat sebagai Presiden RI, ada pembicaraan serius. Pembicaraan bertopik isu terhangat dilakukan selesai menghadiri sebuah rapat di Istana Negara.

Diketahui, pembicaraan itu mengenai wabah demam berdarah yang kala itu melanda kota Jakarta. Gus Dur pun sibuk memperbincangkan penyakit mematikan tersebut.

“Menurut Anda, mengapa demam berdarah saat ini semakin marak di Jakarta Pak?” tanya seorang menterinya.

“Ya karena Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso melarang bemo, becak, dan sebentar lagi bajaj dilarang beredar di Kota Jakarta ini. Padahal kan nyamuk sini cuma takut sama tiga roda…!”



GUYON DENGAN CASTRO

Nah, ini yang jadi guyonan Gus Dur sewaktu masih menjadi Presiden RI saat berkunjung ke Kuba dan bertemu pemimpin Kuba, Fidel Castro.

Saat itu Fidel Castro mendatangi hotel tempat Gus Dur dan rombongannya menginap selama di Kuba. Dan mereka pun terlibat pembicaraan hangat, menjurus serius. Agar pembicaraan tidak terlalu membosankan, Gus Dur pun mengeluarkan jurus andalannya, yaitu guyonan.

Beliau bercerita pada pemimpin Kuba, Fidel Castro, bahwa ada 3 orang tahanan yang berada dalam satu sel. Para tahanan itu saling memberitahu bagaimana mereka bisa sampai ditahan di situ. Tahanan pertama bercerita, “Saya dipenjara karena saya anti dengan Che Guevara.” Seperti diketahui Che Guevara memimpin perjuangan kaum sosialis di Kuba.

Tahanan kedua berkata geram, “Oh kalau saya dipenjara karena saya pengikut Che Guevara!” Lalu mereka berdua terlibat perang mulut. Tapi mendadak mereka teringat tahanan ketiga yang belum ditanya. “Kalau kamu kenapa sampai dipenjara di sini?” tanya mereka berdua kepada tahanan ketiga.

Lalu tahanan ketiga itu menjawab dengan berat hati, “Karena saya Che Guevara…”

Fidel Castro pun tertawa tergelak-gelak mendengar guyonan Gus Dur tersebut.



BUANG PRESIDEN

Apa akibatnya kalau seorang presiden terlampau lama memegang kekuasaan? Apalagi jika ditambah seringnya ia membohongi rakyatnya sendiri? Tentu rakyat akan protes dan marah, karena menganggap presidennya telah berkhianat.

Tapi ini cerita Gus Dur tentang seorang presiden Filipina yang punya tiga orang anak. Merasa ayah mereka adalah orang nomor satu di negerinya, anak-anak sang presiden pun lantas bertingkah neko-neko.

Anak kedua presiden ingin mencari popularitas dengan menyebarkan jutaan lembar uang kertas pecahan 5 peso dari sebuah pesawat terbang.
Kakaknya tak mau kalah pamor. Dengan pesawat yang sebelumnya digunakan adiknya, sang kakak menyebarkan jumlah uang yang jauh lebih banyak dari adiknya.

Anak perempuan presiden juga ingin populer, tapi tidak mau meniru cara yang dilakukan oleh kedua kakaknya. Karena bingung, ia pun bertanya kepada pilot pesawat yang ikut menyebarkan uang bersama dua kakaknya itu.

“Mas kapten, aku ingin populer seperti dua kakakku sebelumnya, tapi tindakan populer apa yang bisa membahagiakan rakyat?”
“Gampang sekali: Buang saja ayah nona dari atas pesawat.”

21.12.09

Humor Ala Gus Dur


SEMUA PRESIDEN GILA

Kita masih ingat humor politik Gus Dur yang dilempar kepada Presiden Kuba Fidel Castro. Ketika melakukan kunjungan kenegaraan ke Kuba, Gus Dur memancing tawa saat menyelingi pembicaraannya dengan Castro bahwa semua presiden Indonesia punya penyakit gila. Presiden pertama Bung Karno gila wanita, presiden kedua Soeharto gila harta, presiden ketiga Habibie gila ilmu, sedangkan Gus Dur sendiri sebagai presiden keempat sering membuat orang gila karena yang memilihnya juga orang-orang gila.
Sebelum tawa Castro reda, Gus Dur langsung bertanya. “Yang Mulia Presiden Castro termasuk yang mana?” Castro menjawab sambil tetap tertawa, “Saya termasuk yang ketiga dan keempat.”

Namun Ketika mengunjungi Habibie di Jerman, oleh orang dekat Habibie, Gus Dur diminta mengulangi cerita lucunya dengan Castro itu.
Merasa tak enak untuk menyebut Habibie benar- benar gila atau gila beneran, Gus Dur memodifikasi cerita tersebut. Kepada Habibie, dia mengatakan, dirinya bercerita kepada Castro bahwa presiden Indonesia hebat-hebat. Kata Gus Dur, Presiden Soekarno negarawan, Presiden Soeharto seorang hartawan, Presiden Habibie ilmuwan, sedangkan Gus Dur wisatawan.
Mungkin ini dikarenakan seringnya Gus Dur melawat keluar negeri.



SILATURRAHMI GUSDUR PADA PAK HARTO
       Rabu siang (8 /3) itu, lelaki tua yang tak lain mantan Presiden    Soeharto baru saja menjamu tamu istimewa: Presiden Abdurrahman Wahid.    Kepala Negara datang bersama Ibu Negara Sinta Nuriyah, putrinya Yenni    dan rombongan lainnya. Siang itu, Pak Harto tampak seperti tidak mau    beranjak dari kursi yang baru saja didudukinya bersama Gus Dur.        "Saya belum pernah melihat Bapak secerah ini. Bapak sepertinya sangat    menikmati joke-joke    Pak Dur," ungkap Siti Hardiyanti Indra Rukmana kepada Media, seusai    acara silaturahmi tersebut.        Tidak cuma Pak Harto yang terhibur. Menurut Mbak Tutut, semua orang    yang hadir pada pertemuan ini pun terhibur. "Sebab, tidak sekalipun    Pak Dur berbicara soal politik. Pak Dur juga selalu menghidupkan    suasana dengan ceritanya yang lucu, bila Pak Harto tampak lambat    mengucapkan kata-kata," kata Tutut lagi.        Memang, dalam pertemuan yang juga dihadiri Bondan Gunawan, Alwi    Shihab, dokter Umar Wahid, dan Sa`adilah Mursyid itu beberapa kali Gus    Dur berusaha menghidupkan suasana dengan joke-    nya yang khas. Mulai soal NU dan saudaranya, PDIP, petani dan Tapos.        Gus Dur bertutur, suatu saat ia datang ke peresmian satu pesantren. Di    bangunan baru itu juga dibuat toilet dan WC. Lantas seorang kiai    mengumumkan fasilitas yang dibangun tersebut. Karena malu menyebut WC    atau toilet, maka kiai itu bilang, "Ada kamar mandi dan saudaranya."    Pak Harto pun tertawa.        Lantas, Gus Dur cerita soal pengalamannya sebelum menjadi presiden    ketika menghadiri acara yang diselenggarakan PDIP. Awalnya, acara    pertama hingga keempat, kata Gus Dur masih biasa. Tetapi, memasuki    acara kelima, Gus Dur merasa aneh. Sebab, sang MC bilang, acara    selanjutnya memperkenalkan satrio piningit    . "Lo, satrio piningit, kok diperkenalkan. Harusnya kan    disembunyikan," ujar Gus Dur. (dalam bahasa Jawa, piningit berarti    disembunyikan).        Tidak itu saja, ketika Pak Harto bercerita soal terapi yang    dilakukannya untuk pemulihan--setiap kali bercerita, Tutut selalu    menjadi interpreter,        karena suara Pak Harto terdengar lirih dan sering sulit merangkai    kalimat panjang--antara lain berkunjung ke taman bunga, dan Tapos, Gus    Dur pun sempat menyelipkan guyonan soal petani.        Suatu ketika, kata Gus Dur, dia berjumpa sejumlah petani. Lantas, Gus    Dur bilang kepada petani itu, seseorang itu bisa disebut petani kalau    dia sudah bisa merasakan wanginya taek    sapi (kotoran sapi--red). "Apa itu betul Pak," tanya Gus Dur ke Pak    Harto. Dan, Pak Harto pun tertawa sambil mengangguk-angguk.        Gus Dur juga sempat menawarkan kepada Pak Harto untuk sejenak    menghabiskan waktunya di Istana Bogor. "Kalau Bbapak ngersa`ake    (berkeinginan) mau ke Cipanas atau mau ke Istana Bogor nanti kita    atur. Kan di Cipanas itu udaranya enak. Itu perlu dalam proses    penyembuhan. Pak Harto bilang, `Ya terima kasih` dengan suara yang    terputus-putus dan terdengar berat."        Ketika acara makan siang baru akan dimulai Gus Dur sempat mengemukakan    sebuah kejutan. "Hari ini adalah hari ulang tahun Ibu Nuriyah," ungkap    Gus Dur. Mendengar kejutan itu, Tutut bilang, "Waduh kalau tahu begitu    kan kita tadi bikin tumpeng." Tapi, sebuah `tumpeng- tumpengan`    seadanya--nasi putih yang dibentuk dan dihias semacam    tumpeng--akhirnya tersaji juga di atas meja.        "Siapa yang membacakan doa?" tanya Gus Dur. Lalu ditunjuklah Pak    Saadilah Mursyid untuk membacakan doa bagi keselamatan dan kesehatan    Ibu Nuriyah.        Acara yang berlangsung sekitar satu jam itu pun berakhir. Setelah Gus    Dur diingatkan salah satu pembantunya: acara lain telah menunggunya.    Setelah berjabat tangan dan berpelukan, Gus Dur pun mohon diri.    "Semoga Bapak lekas sembuh," bisik Gus Dur. Keduanya, kemudian    berjalan keluar rumah sambil bergandengan tangan.        Barangkali, lelaki berusia 78 tahun itu masih menikmati suasana    "magis" yang ditinggalkan Gus Dur di ruang keluarga Cendana No 10 itu.

Get this blog as a slideshow!