31.7.10

Penertiban Baleho Cabup-Cawabup Pemalang Tunggu Penetapan KPUD


Alat peraga kampanye berupa spanduk dan baleho yang dipajang oleh para bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati, akan ditertibkan setelah ada penetapan dari KPU.

Baleho yang banyak terpajang di tempat-tempat strategis saat ini adalah milik pribadi masing-masing pemasangnya.
“Penertiban baleho akan dilaksanakan setelah ada penetapan dari KPU,sedangkan baleho yang terpasang sekarang ini masih bersifat milik pribadi pemasang, belum sebagai alat peraga kampanye calon bupati,” tutur Divisi Pengawasan dan Humas Panwaslu Pemalang, Hery Setyawan.SH, di kantornya, Senin (26/7).

Mengenai baleho yang telah banyak terpasang di tempat-tempat strategis sekarang ini,menurut Hery, belum merupakan tanggung jawab Panwas,akan tetapi jika memang melanggar penertibannya menjadi tugas instansi terkait dalam hal ini Satpol PP berkaitan dengan tugas penegakan Perda.

Disampaikan lebih jauh, untuk penetapan calon bupati dari KPU telah dijadwalkan 7 Oktober mendatang.
Sedangkan masa kampanye adalah 14 hingga 27 Oktober.

(www.pesisirnews.com)

30.7.10

Geliat Ponpes Ali Al Fuadiyah Desa Purana - Bantarbolang


Pondok Pesantren Ali Al Fuadiyah kini mulai menunjukan geliat sukses dalam memberikan pendidikan agama islam kepada santri putra dan putri di tengah kondisi zaman yang makin majemuk. Meskipun lokasi pondok jauh dari hiruk-pikuk kota namun nyatanya para santri begitu tekun dan istikomah dalam mencari ilmu di sana.

Barangkali ini yang menjadi cita-cita Kiai Muhammad Noor Fuad (36) pengasuh dan pendiri ponpes Ali Al Fuadiyah. Meskipun lokasinya sangat jauh dan terpencil di Dusun Purana Wetan Desa Purana Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang ternyata santri yang mencari ilmu agama islam sangat beragam. Para santri juga ada yang berasal dari luar pulau Jawa seperti lampung dan Kalimantan, mereka berbaur bersama santri-santri dari Jawa.

"Lokasi ponpes yang sunyi tak berarti kami diam dan pasrah saja dalam memberikan ilmu. Lokasi yang sepi justru menjadi tujuan para santri dari berbagai daerah untuk menimba ilmu di sini dengan istikomah. Bahkan tingkat penyerapan ilmu yang mudah diterima mereka karena lokasi Ponpes jauh dari hiruk pikuk aktivitas masyarakat maju." tegas Pendiri dan Pengasuh Ponpes Ali Al Fuadiyah, Kiai Mohammad Noor Fuad (36) seraya menambahkan, Ponpesnya dulu dibangun di atas lahan seluas 4 meter persegi.

Ia menambahkan, di Dusun Purana Wetan inilah sepulang menimba ilmu di Ponpes Lirboyo Jawa Timur, dirinya mengaktulaisasikan cita-citanya dengan penuh rendah hati.

Ia mengakui tidak meledak-ledak sebagaimana kebanyakan orang atau lembaga saat mendirikan Ponpes. Sehingga upaya untuk mewujudkan cita-citanya pun disambut oleh ulama dan tokoh masyarakat setempat. Sebagai awal di tahun 2001 maka dibangunlah sebuah rumah panggung yang pagarnya terbuat dari anyaman bambu di atas lahan 4 meter persegi.

Saat itu dia membina sbanyak 12 santri. Berawal dari sinilah tahun demi tahun banyak calon santri putra-putri mulai melirik ke Ponpes Ali Al Fuadiyah sebagai alternatif belajar pendidikan agama Islam. Dan sekarang ratusan lebih santri putra dan putri kini nampak tekun belajar di Ponpes Ali Al Fuadiyah.

Sepulang dari ponpes Lirboyo Jawa Timur tahun 2000 lalu, menurutnya, ada saalah satu amanat yang harus dipikul serta diwujudkan olehnya sebagai bentuk takzim terhadap sang guru besar, Almarhum KH H Agus Maksum (pengurus/pengasuh Ponpes Lirboyo). Guru besar ini wanti-wanti agar selepas menjadi santri Lirboyo hendaknya segera mengaktulaisasikan ilmunya di tengah masyarakat.

"Ya tentunya harus mengamalkan ilmu yang sudah didapat tanpa pamrih apapun. Maka kami kepada santri tidak pernah menerapkan tarif pendidikan yang mahal untuk bisa mewujudkan semua sarana dan prasarana untuk menunjang pendidikan di sini. Semua kami landasi dengan istikaroh, dan Alhamdulilah besar kecilnya Ponpes ini makin berkembang," tegasnya.

Ia menegaskan, mengingat santri tiap tahun bertambah banyak hal ini mau tak mau harus didukung sarana yang menunjang maka secara otonamtis Ponpes harus memiliki lahan luas dan sekarang lahan Ponpes ini seluas 1 hektar.

"Yang kedepannya akan dibangun sarana baru agar lebih menunjang semua aktivitas santri," katanya menambahkan Ponpes Ali Ali Fuadiyah menggunakan metode pembelajaran tarbiyah yang mengedepankan ilmu taklimun mutaqalimin kepada santrinya. Sehingga santri secara formal akan memperoleh pendidikan seperti kitab kuning, nakhu sorof, fiqih, tauhid, tarekh, hadus dan lain sebagainya. Selain pendidikan yang harus digeluti santri di atas, Ponpes juga memberikan pendidikan tambahan (ekstra kulikuler) seperti pencak silat, ilmu pengobatan/penyembuhan segala penyakit, dakwa dan Qiroati.

"Pendidikan ini dilakukan santri bahkan Ponpes tiap minggu menggelar lomba dan festival agar santri lebih memiliki kreativitas dan mengasah SDM (sumber daya masyarakat) santri karena mereka nanti akan terjun di tengah masyarakat yang majemuk dan santri harus mampu mengaktualisasikan kitab kuning." (embong sriyadi)

Tidak adil bagi masyarakat,PBNU Minta UU SDA Ditinjau Ulang


Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta pemerintah dan DPR meninjau ulang Undang Undang Nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air atau lebih dikenal sebagai undang-undang privatisasi air karena tidak adil bagi masyarakat.

"Demi keadilan kita minta undang-undang privatisasi air ditinjau ulang," kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj usai membuka rapat kerja Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU sekaligus seminar bertajuk "Perubahan iklim, Penanggulangan Bencana dan Lingkungan di Indonesia" di Jakarta, Jumat.

Sebelumnya, di dalam forum tersebut, yang dihadiri antara lain Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim Rachmat Witoelar, CEO WWF Indonesia Efriansyah, Deputi Badan Penanggulangan Bencana Nasional Sugeng Tri Utomo, Direktur Bappenas Suprayoga Hadi, dan Ketua LPBINU Avianto Muhtadi, Said Aqil menyoroti privatisasi dan monopoli terhadap sumber daya alam yang menguasai hajat hidup orang banyak.

Padahal, lanjutnya, konstitusi negara, UUD 1945, mengamanatkan cabang-cabang produksi yang yang menguasai hajat hidup orang banyak, bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya, dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Islam, kata Said Aqil, juga melarang keras penguasaan sumber daya alam yang menguasai hajat hidup orang banyak oleh orang atau kelompok tertentu sehingga menyengsarakan yang lain.

“Dalam Islam ditegaskan bahwa air, api dan rumput diharamkan dimiliki oleh individu, ini merupakan barang publik untuk kepentingan bersama,” katanya.

Dalam konteks sekarang, air bisa dikategorikan sebagai sumber-sumber mata air yang kini banyak dikuasai oleh perusahaan air minum dalam kemasan, yang akhirnya menyebabkan penduduk sekitarnya kesulitan air.

Sementara itu, “api” bisa dimaknai dengan berbagai macam bentuk sumber energi seperti minyak bumi, batubara dan lainnya. Kang Said mengungkapkan, secara kasat mata bisa dilihat bekas-bekas galian batubara di Kalimantan dan Sumatra yang bisa menimbulkan bencana besar, sementara hasilnya hanya dinikmati oleh segelintir orang.

Dalam konteks “rumput” ia menjelaskan bahwa hal ini bisa dianalogikan dengan potensi sumberdaya hutan, yang sekarang juga mengalami kerusakan luar biasa. Lebih dari 80 juta hektar hutan di Indonesia rusak, sementara penduduk yang berdiam di sekeliling hutan tetap menderita.

Ia menegaskan, jika ada aturan Allah yang dilanggar, maka manusia akan mendapatkan dampaknya. Segala doa dan permohonan tidak akan dikabulkan karena ada aturan besar yang dilanggar.

“Doa dari para ulama dan istighotsah tak ada faedahnya karena melanggar aturan, kecuali tindakannya diperbaiki,” tuturnya.

Ia menegaskan himbaun untuk meninjau ulang aturan privatisasi air ini sama sekali bukan politis atau karena kepentingan tertentu, tetapi murni demi keadilan dan kepentingan masyarakat luas. (mad)

Kalaupun Pemilukada Digelar Besok pagi,Junaedi-Agung Dipastikan Menang (?)


PEMALANG - Pasangan Calon Bupati - Wakil Bupati H Junaedi SH MM - Mukti Agung Wibowo ST yang diusung partai-partai besar hingga saat ini adalah pasangan paling siap. Kesiapannya tidak hanya dari segi mental, namun juga material. Kemarin partai-partai pengusungnya sudah membentuk tim sukses dan pada bulan syawal nanti akan dideklarasikan.

Ikmal Jaya ST Akt salah satu keluarga dari Mukti Agung Wibowo meminta agar tim sukses bekerja bersama-sama karena Pemilukada masih sekitar tiga bulan lagi. "Pasangan ini adalah yang paling siap. Kalau Pemilukada digelar besok pagi, maka pasangan ini akan menang. Tapi Pemilukada digelar tiga bulan lagi sehingga rentang waktu tersebut hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya," kata dia saat mewakili keluarganya berbicara dalam pembentukan timses Juanedi Agung di RM Bentoeman Minggu (25/7).

Dia meminta timses bekerja tidak hanya berdasarkan kesiapan materi dan finansial saja. Namun lebih dari itu dukungan dari para ulama juga dinilainya penting. Ikmal yang juga Walikota Tegal itu meminta agar perjuangan memenangkan pasangan Junaedi Agung disertai dengan doa dari para ulama. Dia mengutip syair lagu Rhoma Irama yang berjudul perjuangan dan doa untuk mengingatkan timses agar bekerja secara maksimal. (ali)

29.7.10

Kelurahan Kebondalem Dikukuhkan sebagai Kampung Shalawat


KELURAHAN Kebondalem Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang dalam waktu dekat akan dikukuhkan sebagai kampung shalawat. Pengukuhan dilakukan bersamaan dengan kegiatan festival kesenian hadrah di halaman Masjid Agung Pemalang. Ada beberapa alasan mengaopa harus Kelurahan Kebondalem yang dikukuhkan sebagai Kampung Shalawat.

Menurut Ketua PCNU Kabupaten Pemalang KH Aunurrofiq SH, ada beberapa hal yang dimiliki oleh Kelurahan Kebondalem sehingga layak dikukuhkan sebagai Kampung Shalawat. Di antaranya adalah kehidupan religius masyarakatnya yang sangat kental. Ini dibuktikan dengan tempat - tempat ibadah yang banyak berdiri, bahkan Masjid Agung berada di kelurahan ini. Selain itu terdapat pondok pesantren besar yakni Salafiyah Kauman.

"Hal lain yang mendukung kelurahan ini sebagai Kampung Shalawat adalah banyak berdiri kelompok - kelompok kesenian hadrah, sebagai ciri khas hadrah adalah membaca shalawat, sehingga layak kalau Kelurahan Kebondalem sebagai Kampung Shalawat," ujarnya Kamis (29/7).

Pengukuhan Kampung Shalawat ini bisa menjadikannya sebagai tolok ukur bagi daerah lain agar tercipta suasana religius. Suasana seperti ini mendukung kondusifitas wilayah karena dengan bergemanya bacaan shalawat setiap saat membuat seseorang akan berperilaku yang baik sesuai dengan pemahaman terhadap kalimat shalawat tersebut. (ali)

Penyerangan Warga Ahmadiyah di Kuningan: Presiden Harus Keluarkan Sikap Resmi


Peristiwa penyegelan rumah ibadah dan kekerasan terhadap sejumlah jemaat Ahmadiyah Manis Lor,Kuningan berujung bentrok.
Presiden SBY didesak untuk memberikan pernyataan sikap secara resmi.
“Presiden SBY harus membuat pernyataan untuk mengutuk para perusuh,termasuk teguran keras atas keterlibatan Bupati Kuningan yang mengeluarkan Surat Keputusan ( SK) penyegelan masjid,” kata Koordinator Program The Wahid Institute Rumadi dalam keterangan pers kepada INILAH.COM di Jakarta, Kamis (29 /7).

MEROBOHKAN MASJID

Selain itu, pihak berwajib harus menangkap oknum penyulut kerusuhan yang merobohkan Masjid Ahmadiyah siang tadi,beruntung aparat dari Kepolisian telah bekerja keras menghalau perusuh.
“Sehingga tak terjadi bentrokan parah, dan berhasil mengamankan warga Ahmadiyah,” imbuh Rumadi.

Ia yakin bahwa polisi telah mengantongi nama-nama provokator dalam aksi tersebut yang dinilai sebagai bentuk gerakan terorganisasi.Termasuk dugaan ada aktor intelektual yang berasal dari Jakarta.

Sebelumnya, bentrokan massa dengan warga Ahmadiyah di Desa Manis Lor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kembali terjadi.Sejumlah bangunan rusak dan beberapa orang terluka terkena lemparan batu dan benda keras lainnya.

SELESAIKAN DEMGAN MUSYAWARAH.

Sementara itu di Jakarta,Menteri Agama Suryadharma Ali meminta setiap perbedaan pendapat dalam agama jangan disikapi dengan kekerasan namun melalui musyawarah.
"Perbedaan pendapat dalam agama tidak diselesaikan dalam kekerasan tapi melalui musyawarah, melalui jalur hukum," ujar Menag di kantor Presiden Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (29 /7).

Pernyataan ini diungkapkan oleh Menag karena prihatin atas adanya kekerasan pemukiman Ahmadiyah di Manis Lor,Kuningan, Jawa Barat.

Menurut politisi PPP itu, Kemenag memiliki forum komunikasi antar umat beragama untuk menyikapi perbedaan pendapat dalam agama.
"Itu forum yang bisa menyelesaikan pada tingkat kabupaten dan kota. Tapi kita belum puas, itu upaya yang kita lakukan, ada keprihatinan kita semua," tutur Menag.

Menag juga mendengar adanya isu politik di balik kekerasan yang terjadi di Kuningan.
"Tapi yang saya dengar itu masih dalam kategori isu," kata Menag.
Karena itu Kemenag akan melihat perkembangan apakah akan membentuk tim untuk menyelesaikan masalah itu.
" Ya nanti kita lihat," tandasnya.(www.inilah.com/www.nu.or.id)

Wabup Junaidi Resmikan Madrasah di Pulosari,Pemalang


Wakil Bupati Pemalang baru-baru ini telah meresmikan penggunaan Gedung Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) di Dukuh Jawar Desa Clekatakan Kecamatan Pulosari,Pemalang.

Acara peresmian sekaligus acara pengajian umum tersebut mampu menyedot ribuan pengunjung. Hadir dalam acara tersebut Anggota DPRD Pemalang Aminudin dan Supri.
Sedangkan selaku penceramah adalah KH Zamrudin dari Pekalongan.

Sebelumnya, acara itu diawali dengan peresmian Gedung  MDA Nurul Huda yang dilakukan oleh Wakil Bupati Pemalang H Junaedi SH MM ditandainya dengan pengguntingan pita.
Setelah itu acara dilanjutkan dengan acara pengajian umum yang dihadiri kurang lebih 3500 an pengunjung, warga yang hadir selain dari desa setempat juga warga desa yang ada di wilayah kecamatan Pulosari.

Acara tersebut berjalan cukup meriah berkat adanya penyajian hiburan Orkes Gambus Al Madaniyah dari Pekalongan.

Wakil Bupati H Junaedi SH MM dalam kata sambutannya berharap kepada masyarakat untuk bisa menjaga dan memeliharanya dengan baik setelah gedung tersebut diresmikan.
Selain itu juga mengajak kepada masyakat untuk selalu meningkatkan peransertanya dalam kegiatan pembangunan yang ada di kabupaten Pemalang.

Disamping itu menjelang akan berlangsungnya Pemilukada dalam beberapa bulan mendatang,pada kesempatan itu pula Junaidi mensosialisasikan Pemilukada yang nantinya akan dilakanakan pada tanggal 31 Oktober 2010.
“Kami berharap kepada masyarakat nanti dalam pelaksanaan Pemilukada untuk bisa memberikan hak pilihnya dengan baik, harapannya agar Pemilukada nanti berjalan sukses aman dan lancar,” katanya. (mg1)radartegal.com(gambar ilustrasi:wabup Junaidi pada sebuah acara)

Pernikahan Chelsea Clinton Termahal Tahun Ini


—Pernikahan Chelsea Clinton,putri mantan orang nomor satu Amerika Serikat Bill Clinton dan Hillary mantan ibu negara yang kini menjadi Menteri Luar Negeri AS itu diyakini menjadi pernikahan termahal pada tahun ini.
Bayangkan saja, biaya yang harus dikeluarkan untuk pernikahan yang akan dilangsungkan pada Sabtu besok (31/7/2010) di Astor Courts,bekas kediaman miliarder John Jacob Astor IV, di kawasan Rhinebeck, New York, ditaksir mencapai angka 3 ,2 juta poundsterling atau setara Rp 45 miliar (1 poundsterling = Rp 14.000).
"Ini tentunya akan menjadi pernikahan terbesar tahun ini," ujar Donnie Brown, perancang pernikahan selebriti, seperti dikutip Daily Mail.

Biaya sebesar itu tentu saja melampaui biaya pernikahan yang pernah dilakukan sejumlah kalangan selebriti Hollywood.
Pernikahan aktris Liza Minnelli dan David Gest, yang tergolong paling mewah selama ini, dengan biaya mencapai Rp 22 miliar, masih kalah mahal.Begitu pula dengan pernikahan pasangan aktor Tom Cruise dan Katie Holmes yang menghabiskan biaya mencapai Rp 17 miliar.

Biaya apa saja yang akan dikeluarkan untuk keperluan pernikahan Chelsea dan Marc Mezvinsky (32) , anak kedua politikus Marjorie Margolies-Mezvinsky dan Edward M Mezvinsky—keduanya mantan anggota kongres AS—itu?
Situs TMZ memberikan gambarannya, yaitu sebagai berikut:
a. Tenda mencapai Rp 5 ,6 miliar.
b. Meja dan pecah belah Rp 984 juta.
c. Hiasan bunga dengan lillies casablanca dan anggrek Rp 4 ,5 miliar.
d. Gaun pengantin rancangan Oscar de la Renta atau Vera Wong ditaksir mencapai Rp 225 juta.
e. Perhiasan untuk hari pernikahan Rp 2 ,25 miliar.
f. Kue pengantin Rp 98 juta.
g. Pengamanan berbiaya Rp 1,8 miliar.
h. 4-6 buah trailer portaloo Rp 135 juta.

Perencana pernikahan Claudia Hanlin mengatakan, tagihan akhir akan melambung sesuai tuntutan kualitas yang diinginkan.
Menurutnya, biaya terbesar akan dianggarkan untuk makanan dan minuman.
"Clinton dikabarkan telah menyewa sejumlah vendor, di mana hal ini menjadi alasan utama begitu tingginya biaya pernikahan," katanya.
Besarnya biaya yang harus dikeluarkan sangatlah beralasan, mengingat kedua mempelai datang dari keluarga yang berpengaruh di Negeri Paman Sam sana.

Sejumlah  orang-orang penting dipastikan menghadiri pesta pernikahan yang berlokasi 100 mil sebelah utara Manhattan itu, di antaranya, orang nomor satu di AS saat ini yaitu Presiden Barack Obama.
Di deretan selebriti akan hadir Oprah Winfrey, Steven Spielberg, dan Barbara Streisand, serta mantan Perdana Menteri Inggris John Major.apakah anda di undang?
Huftt..,, Untungnya saya gak di undang;-)

(sumber:DailyMail/EH/Kompas.Com)

28.7.10

Kopi Luwak,Kopi termahal Di New York dan Dunia


Ketenaran Kopi Luwak sampai di New York,Amerika Serikat. Untuk menikmati secangkir kopi ini,warga New York harus merogoh kocek dalam-dalam.Sebab, harga secangkir kopi  mencapai US$30 atau sekitar Rp270 ribu.

Kopi yang berasal dari kotoran luwak (Paradoxurus hermaphroditus) hewan sejenis kucingitu 'dinobatkan' sebagai kopi termahal di kota berjuluk Big Apple itu.

Sementara beberapa orang menyesap dengan nikmat kopi unik ini, di kedai- kedai kopi seperti Porto Rico di West Village, stok kopi Luwak datang seminggu sekali.
"Pada awalnya saya tidak mau menerimanya. Saya pikir,dilihat dari asal kopinya,itu kotor," kata kata pemilik Porto Rico,Peter Longo,58, seperti dimuat laman New Kerala,27 Juli 2010.

Kopi mahal ini berasal dari Indonesia dan Filipina, di mana luwak memakan buah kopi yang masak.
Biji-biji dari buah kopi pilihan Luwak yang dijamin matang keluar bersama kotoran mereka.
Dari situlah kopi super mahal ini berasal.

Konsultan kopi dari Laboratorium Tamp Tamp Coffe di New York,Michael Peter mengatakan, perut luwak mengandung asam yang membuat cita rasa biji kopi unik.Karena pengolahan yang unik,1 pon atau sekitar setengah kilogram biji kopi Luwak berharga mahal, bisa mencapai US$ 340-400.
Sebelumnya,Oprah Winfrey dalam salah satu episode talkshow-nya akhir tahun lalu, di Amerika, secangkir kopi luwak dihargai mencapai sekitar US$50 (sekitar Rp 500 ribu).
Dan,dalam kemasan dijual sekitar US$6000 (sekitar Rp 60 juta) per 4,5 kg.
Itulah sebabnya kopi ini dijuluki kopi termahal di dunia.

Kopi Luwak pernah jadi polemik di Indonesia, saat kehalalannya dipersoalkan.
Namun,kemudian Majelis Ulama Indonesia menetapkan fatwa bahwa biji kopi luwak halal sepanjang biji kopi sudah melalui pencucian.
Sehingga, biji kopi yang telah melalui pencucian bebas dari kotoran dan najis.
"Jenisnya najis mutawassithah (najis biasa).Namun jika telah mengalami pencucian dengan air dan kotorannya hilang,biji kopi halal dimakan," kata Ketua MUI, Ma'ruf Amin dalam konferensi pers di kantor MUI Jalan Proklamasi Jakarta,pada Selasa 20 Juli 2010 lalu.

MUI hanya mengharamkan kopi Luwak yang tak melalui pemrosesan pencucian.(antara/vivanews)

BRI Syariah Tawarkan Kerjasama Dengan PBNU


Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah menjajaki kerjasama dengan PBNU di bidang layanan perbankan, keuangan dan sebagai mitra kerjasama.
Selasa (27/7) kemarin, Direktur Utama BRI Syariah Ventje Raharjo bertandang ke kantor PBNU untuk mempresentasikan berbagai tawaran kerjasama.
Ventje yang didampingi Chief of IT Fahmi Ridho dan Group Head Electronic Banking Wijayanto.

Rombongan diterima langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi, Ketua PBNU H Arvin Hakim Toha dan H Marsudi Syuhud, Bendahara PBNU H Bina Suhendra, Ketua Lembaga Takmir Masjid PBNU KH Abdul Manan, dan Sekretaris Lembaga Amil Zakat (LAZ) PBNU Ahmad Zuhdi.

Pihak BRI Syariah dalam skema kerjasama yang ditawarkan ke PBNU berharap dapat bekerjasama dengan berbagai jaringan PBNU di berbagai daerah di bidang pendidikan, keagamaan dan usaha.

KH Said Aqil Siradj mengatakan, NU mempunyai banyak potensi yang belum semua dimanfaaatkan dengan baik. Pihaknya akan menindaklanjuti tawaran kerjasama BRI Syariah dengan membentuk satu tim khusus.
“Sementara ini di pondok-pondok pesantren banyak sekali pelajaran tentang mu’amalat, tapi selama ini kita kebanyakan masih dalam tahap kajian. Bapak-bapak ini yang sudah dalam tahap praktik. Maka kita sambut kerjasama ini dan nanti akan ditindaklanjuti oleh tim,” katanya.

Said Aqil menambahkan,di beberapa daerah telah berdiri usaha-usaha ekonomi NU seperti koperasi,BPR dan BMT dan diantaranya telah berkembang dengan baik.(nam)www.nu.or.id

Balon Bupati Pemalang dari Golkar Harus Tetap Komitmen Meski Nanti Tidak mendapat Rekomendasi DPP.


Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pemalang HM Rois Faisal MS SPdi MSi menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati yang nantinya tidak mendapatkan rekomendasi.
Permohonan maaf tersebut disampaikan Rois Faisal menjelang akan diturunkannya surat rekomendasi dari DPP Partai Golkar untuk salah satu balon bupati yang dinalainya cukup siap dalam pencanlonannya di Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Pemalang nanti.
“Kami mohon maaf kepada seluruh balon bupati dan wakil bupati yang ada di Partai Golkar yang tidak direkomendasikan oleh DPP,” katanya kepada Radar di ruang kerjanya, Senin (26 /7) kemarin.

Lebih lanjut Rois mengatakan, rekomendasi DPP yang sebentar lagi akan segera diturunkan itu, secara mutlak berdasarkan hasil keputusan DPP yang melalui dengan berbagai pertimbangan, baik itu survei maupun kemampuan balon itu sendiri.
“Balon bupati yang nantinya akan direkomendasikan oleh DPP itu betul-betul sudah dipertimbangkan secara matang dan dikaji seluruh aspeknya, baik aspek popularitas maupun soal pembiayaannya,” ujar Rois.
Meskipun demikian, balon bupati dan wakil bupati yang tidak mendapatkan rekomendasi, Rois berharap kepada seluruh balon yang ada di partainya agar tetap komitmen dan akan tetap bergabung dengan Partai Golkar.
“Harapan kami bagi seluruh balon bupati dan wakil bupati untuk selalu tetap komitmen bergabung dengan partai Golkar,” terangnya.

Disinggung soal penentuan balon bupati dan wakil bupati yang dilakukan DPP, pihaknya tidak bisa menjelaskan soal penentuan waktunya karena hingga sekarang ini masih dalam proses survei.
Oleh karena itu,Rois berharap awal Agustus nanti pasangan balon bupatinya itu sudah dideklarasikan karena rekomendasinya diperkirakan akhir Juli ini.
Setelah nanti Rekomendasi DPP itu turun, dia menyatakan dengan tegas siapapun balon yang nantinya akan direkomendasikan, kader Partai Golkar wajib mengamankan dan memenangkan pasangan calon bupati yang telah direkomendasikan dan diusung oleh partainya.

Disinggung soal waktu turunnya rekomendasi yang sebelumnya banyak disebutkan dalam Minggu kemarin, ternyata hingga sekarangpun juga belum turun.Sehingga perkiraan sebelumnya meleset.namun pihaknya menepis persoalan waktu tersebut bukan karena meleset, tetapi karena masih dalam proses survei DPP.
Pihaknya mengakui dari hasil survei suara kader partainya yang ada di bawah untuk rekomendasi sudah mengerucut kepada pilihan nama balon bupati yakni H Sumadi Sugondo karena balon yang satu ini merupakan pertimbangan khusus bagi DPP. (mg1)www.radartegal.com

Bayu Kusuma Dan Tari Jaran Gemblung: Pemuda Pelopor Seni,Budaya dan Pariwisata Dari Pemalang


Seniman muda sanggar Kaloka Pemalang, Bayu Kusuma Listyanto (28) yang kiprahnya dievaluasi tim pemuda pelopor provinsi Jateng dalam rangka pemilihan pemuda pelopor tingkat nasional, akhirnya meyuguhkan kreasi tari karyanya yang diberi nama 'Jaran Gemblung'.
Karya tari yang didukung 5 penari remaja itu berhasil memukau serta mengundang decak kagum dengan sajiannya yang atraktif dan dinamik.
Bayu Kusuma yang aktif melatih di beberapa sanggar seni baru-baru ini lolos seleksi pemuda pelopor tingkat Jateng dengan bidang kepeloporan seni budaya dan pariwisata.
Tari Jaran Gemblung merupakan salah satu karyanya yang belum lama ini berhasil masuk dalam 5 besar tingkat Jateng.

Kreasi tari tersebut digelar di depan tim fact finding pemuda pelopor bidang seni budaya dan pariwisata yang berkunjung ke sanggar tari di Desa Ujung Gede Kecamatan Ampelgading,Kabupaten Pemalang pada Sabtu (24/7) siang kemarin.

Jaran Gemblung itu dalam pementasannya membutuhkan keseriusan dan kekompakan 5 penari yang terlibat.Tanpa kesungguhan dan totalitas penghayatan sajian tidak akan jadi sempurna dan menarik.
Bayu sendiri mengaku sangat tertarik untuk mengembangkan seni tradisi dalam berkiprah.
“Kami tampilkan kreasi tari etnik yang bernuansa tradisional mengingat seni tradisi di Pemalang cukup beragam dan menjadi sumur ilham yang tak kering ditimba,” tutur dia usai acara.

Sebagai pemuda pelopor yang berhasil tampil di tingkat provinsi,awalnya Bayu Kusuma bersama 4 pemuda lainnya mewakili Kabupaten Pemalang dalam seleksi pemuda pelopor tingkat Jateng.
Mereka masing-masing Lutfi Kamal, SPdI (bidang kepeloporan pendidikan), Suci Purnami, A Ma (bidang kebaharian), Bakti Satria ( bidang teknologi tepat guna) dan Syahirin (bidang kewirausahaan).
Sebagaimana disampaikan Bayu usai acara kunjungan tim fact finding kemarin terdapat empat kabupaten yang ikut dievaluasi untuk tingkat nasional. Yakni Kabupaten Purworejo, Wonogiri,Banyumas dan Pemalang.

Kiprah berkesenian Bayu Kusuma menurut Kabid Seni Budaya Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Pemalang, Drs Hendro Susetyo, MSi yang mendampingi tim fact finding pemuda pelopor, adalah sesuatu upaya positif mengangkat harkat seni budaya dari kalangan generasi muda.

Beberapa waktu lalu Kabupaten Pemalang juga berhasil memunculkan 2 dalang terbaik tingkat Jateng.
”Dengan suksesnya Bayu menjadi pemuda pelopor bidang seni budaya dan pariwisata, mudah-mudahan kepeloporan nya bisa mengatrol seni budaya di Pemalang,” kata Hendro. (Ruslan Nolowijoyo)http://pesisirnews.com

Daftar 20 Kabupaten/Kota Terkaya di Indonesia


Dana bagi hasil sumber daya alam dari pemerintah pusat kepada pemerintah kabupaten dalam jumlah sangat besar didapat 20 kabupaten dan kota di Indonesia.
Bahkan beberapa kabupaten mendapat jatah bagi hasil hingga triliunan rupiah per tahun.

Sebagai contoh, Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur yang memiliki dana Bagi Hasil Rp 2,5 triliun pada 2009, juga Kabupaten Bengkalis di Riau yang kebagian jatah Rp 1,5 triliun.
Jumlah itu sangat timpang jika dibandingkan rata-rata jatah yang diperoleh kabupaten miskin sumber daya alam.Seperti Kabupatan Gunung Kidul,Sleman dan Kulon Progo di Provinsi Yogyakarta yang hanya mendapat jatah bagi hasil sumber alam Rp 144-146 jutaan per tahun.

Data dari Hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2009,kabupaten yang kaya raya sebagian besar terdapat di Kalimantan Timur, Riau,Sumatra Selatan, Kepulauan Riau dan Papua.
Seperti diketahui, Kalimantan Timur merupakan pusat pertambangan batu bara, Riau dan Kepulauan Riau menjadi tempat pertambangan minyak dan gas.

Lebih lengkapnya,inilah daftar 20 kabupaten kaya raya tersebut:

1. Kab. Kutai Kartanegara (Kaltim) Rp 2.566 ,55 miliar

2. Kab. Bengkalis (Riau) Rp 1.519 ,73 miliar

3. Kab Kutai Timur (Kaltim) Rp 1.059 ,72 miliar

4. Kab. Siak (Riau) Rp 993 ,20 miliar

5. Kab. Rokan Hilir (Riau) Rp 911 ,07 miliar

6. Kab. Musi Banyuasin (Sumsel) Rp 858 ,45 miliar

7. Kab. Kutai Barat (Kaltim) Rp 670 ,60 miliar

8. Kab. Kampar (Kaltim) Rp 679 ,32 miliar

9. Kab. Pasir (Kaltim) Rp 593 ,64 miliar

10. Kab. Berau (Kaltim) Rp 553 ,26 miliar

11. Kab. Bulungan (Kaltim) Rp 482 ,82 miliar

12. Kota Samarinda (Kaltim) Rp 480 ,19 miliar

13. Kab. Nunukan (Kaltim) Rp 478 ,34 miliar

14. Kab. Panajam Pasir Utara (Kaltim) Rp 477 ,03 miliar

15. Kota Bontang (Kaltim) Rp 476 ,83 miliar

16. Kab. Malinau (Kaltim) Rp 462 ,34 miliar

17. Kota Tarakan (Kaltim) Rp 454 ,55 miliar

18. Kota Balikpapan (Kaltim)    Rp 441 ,60 miliar

19. Kab. Natuna (Kep Riau)    Rp 440 ,24 miliar

20. Kab. Mimika (Papua)    Rp 424 ,33 miliar

(sumber:suaramerdeka.com)

27.7.10

Berburu Rumah Impian,Jangan Lupakan Rumah "Masa Depan" ya?


Oleh: Rozan

Apa yang Anda cermati jika Anda sedang berburu membeli rumah baru?
Tentunya segala sesuatu yang berkaitan dengan kenyamanan, keamanan, dan harganya yang terjangkau kocek.
Anda akan mempertimbangkan segi lokasinya yang strategis, desain yang bagus, bahan bangunan yang berkualitas, sarana jalan yang memadai.
Hal lainnya: masalah sanitasi, sarana peribadatan, pendidikan, fasilitas umum dan fasilitas khusus, seperti taman, sarana olah raga dan bermain anak.
Lalu, harus aman dari banjir serta bebas polusi yang di luar batas toleransi.Pokoknya yang terbayang adalah hunian yang nyaman untuk kehidupan Anda dan keluarga yang lebih baik.

Adakah diantara pemburu rumah baru yang menanyakan fasilitas kuburan?
Hehehe, saya kira jangankan nanya, kepikiran pun tidak.
Mungkin dianggap aneh kalau nanya kuburan, atau malah akan jadi bahan tertawaan.
Mau menyongsong kehidupan di masa depan dengan rumah pribadi (meskipun nyicil) kok malah nanya kuburan.
Ini bisa dikatagorikan jenis pertanyaan orang pesimis yang kalau dilontarkan akan bikin harga diri Anda melorot.
Sampai sekarang, saya belum pernah melihat dan mendengar ada developer yang mempromosikan hunian barunya dengan iming iming fasilitas kuburan yang luas dan mudah dijangkau.
Atau developer yang menyelenggarakan undian dengan hadiah “rumah masa depan”, berupa sebidang tanah kuburan, lengkap dengan biaya perawatan jenazah, plus batu nisan dari batu pualam kelas wahid.
Padahal kuburan termasuk salah satu kebutuhan pokok!.
Ayo, Anda pernah dengar enggak? Kalau ada, hubungi saya dengan bukti yang akurat dan otentik.
Saya akan ngasih hadiah sebuah kuburan yang siap huni (dengan syarat harus langsung Anda huni :-P !).
Kalau developer pake ngomongin kuburan, alih alih menarik minat pembeli, malah akan dijauhi karena yang terbayang adalah makhluk sejenis hantu, pocong, kuntilanak, genderuwo dan sejenisnya yang gentayangan di perumahan tersebut.
Atau yang terbayang di benak calon pembeli adalah dia akan cepat mati jika berdomisili di sana.
Maka kayanya menjadi semacam pantangan dalam mempromosikan perumahan: jangan sekali kali bicara kuburan. Akan menakutkan.

*****

Nah ini contoh kasus yang perlu Anda renungkan.
Di tahun kedua saya menempati rumah BTN (Bangunan Tak Normal), sore hari ada bayi yang meninggal.
Di luar dugaan, pengelola kuburan yang letaknya tidak jauh dari perumahan kami, menolak menguburkan jenazah yang mungil itu.
Alasan mereka, tanah kuburan itu adalah tanah wakaf untuk penduduk asli/pribumi di sana.
Warga perumahan rupanya dipandang sebagai “pendatang haram”.
Sempat terjadi adu mulut yang sengit. Ayah si bayi pun sempat sesumbar mau menguburkan jasad anak tercintanya di halaman rumahnya.
“Siapa yang mau melarang. Ini tanah saya,” katanya dengan emosi dan siap tempur, eh…..siap menggali.
Beruntung ada tetangga berjiwa diplomat yang bisa meloby pengurus kuburan. (Kalau Anda curiga,saya juga tidak tahu, apakah dia ber-KKN, pake pelicin semacam uang rokok, atau uang kuburan. Berbaik sangka aja ya).
Penguburan pun berlangsung dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat singkatnya.
Ya,maklum cuma bayi mungil yang hanya butuh sejumput kecil lahan kuburan.

Rupanya ada beberapa kasus serupa yang tak kalah serunya.Katanya, dalam obrolan antar tetangga, pernah ada jenazah yang “diusung” ke depan kantor pemasaran developer yang belum menyiapkan lahan kuburan.
Developer dan pihak konsumen sama sama tidak kepikiran kalau akan ada yang meninggal terlalu cepat dan mendadak, tidak minta izin atau ngasih tahu dulu jauh jauh hari.
Kalau sudah begitu, ya harap maklum saja, kejadian ini diluar perkiraan dan tidak diharapkan semua pihak.Dan jelas ini juga kesalahan calon pembeli yang lalai kalau malaikat maut selalu menguntitnya kemana pun dia melangkah.
Jika waktunya tiba, dan jatah helaan nafasnya sudah habis, tidak perduli siapapun dan dalam keadaan apapun,nyawa pun akan direnggutnya.
Bisa jadi,malaikat maut akan menyergap Anda,di malam pertama anda menempati rumah idaman yang sekian lama Anda impikan.
Bukan rumah idaman yang Anda huni, tapi kuburan yang terlintas pun tidak dalam impian.
Jadi, jangan lupa kuburan ya.
Kata ustad, jangan lupa kematian,biar hidup jadi bener.(http://umum.kompasiana.com/2009/12/18/jangan-lupa-kuburan-kiat-berburu-rumah-baru/)

Setia Pambudi Terpilih Menjadi Kepala desa Jebed Utara,kecamatan Taman,kabupaten Pemalang


Proses pemilihan Kepala Desa Jebed Utara Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Minggu (25 /7) , yang berjalan lancar dan aman berhasil dimenangkan Setia Pambudi dengan tanda gambar ketela.
Kemenangan tersebut di peroleh Pambudi setelah mampu mendapatkan dukungan suara sebanyak 1.504 hingga mengungguli 4 balon kades lainnya.
Pjs Kepala Desa Jebed Utara Imam Kharis mengatakan, proses pemilihan kepala desanya  itu berlangsung aman dan lancar. Adapun yang berhak menjadi Kepala Desa Jebed Utara yang baru adalah Setia Pambudi setelah yang bersangkutan berhasil memperoleh dukungan suara sebanyak 1.504 dalam pemilihan yang demokratis.
Untuk perolehan balon kades lainnya seperti Ramali dengan gambar jagung mendapat dukungan sebanyak 871 suara, Tuti Haryati dengan gambar kacang dengan 617 suara, Rianto Susilo gambar padi dengan dukungan 598 suara.
“Lungguh Dwi Ariyanto gambar kelapa hanya mampu memperoleh dukungan 318 suara,” katanya.

Dalam pelaksanaan pemilihan kades menurutnya secara kwantitatif telah berjalan dengan baik. Hal itu dilihat dari besarnya angka partisipasi masyarakat dalam kehadiran calon pemilih yang mencapai 67 ,55 persen dan pemilih yang kebanyakan  tidak hadir karena warga itu berada di perantauan.
“Pada prinsipnya secara pelaksanaan pemilihan kades ini berjalan aman dan lancar dan hak pilih yang hadir telah memenuhi quorum, karena yang hadir mencapai 67 ,55 persen,” ujarnya seraya menjelaskan, dari jumlah hak pemilih yang ada total sebanyak 5.923 pemilih yang hadir mencapai 4.001 pemilih. Untuk suara yang dinyatakan sah sebanyak 3.908 surat suara.
Sedangkan suara tidak sah sebanyak 93 surat suara. (mg1)http://radartegal.com

Rekanan Asal Pemalang Tangani Pembuatan Rambu Lalin dan Marka Jalan


Setelah memiliki surat rekomendasi dari Direktorat Perhubungan Darat Republik Indonesia, rekanan berbadan hukum asal Pemalang CV Karya Bangun bisa melaksanakan pekerjaan pembuatan rambu lalu lintas jalan dan sebagai aplikator marka jalan thermoplastic di seluruh Indonesia.

Seperti dijelaskan manajer Karya Bangun Pemalang, Narapati, ST, MSc di workshop Jalan Semeru, Minggu (25 / 7) , dengan surat tersebut pihaknya bisa bekerja di mana saja sesuai bidang yang dimiliki.
“Kami bisa mengerjakan marka jalan dan rambu dimana pekerjaan kami dapatkan,” jelasnya kemarin.

Sesuai dengan SK Dirjen Perhubungan Darat yang telah dimilikinya,Karya Bangun bisa memproduksi rambu lalu lintas jalan dengan standar internasional.
Kemudian pekerjaan lain yang perijinannya juga sudah dimiliki adalah sebagai aplikator marka jalan thermoplastik.

Dengan memiliki rekomendasi tersebut pihak Karya Bangun menurut Narapati, akan mengutamakan profesionalitas mengingat wilayah kerjanya yang semakin luas tidak hanya di kota Pemalang. Namun sebagai lembaga usaha asal Pemalang, pekerjaan awal yang dilaksanakan tentu untuk kotanya sendiri.
“Kami telah mengerjakan marka jalan dan pembuatan rambu untuk kota Pemalang,” jelasnya.
Pekerjaan tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut lebaran mendatang.

Yang membanggakan, imbuhnya, pekerjaan tergolong langka tersebut semua ditangani tenaga terampil asal Pemalang.Ditambahkan, agar bisa memenuhi standar yang ditentukan, pembuatan rambu juga harus dengan bahan baku yang berkualitas.
Jenis rambu sesuai standar internasional yang diproduksi Karya Bangun antara lain Rambu R-06 , Rambu Pelengkap Petunjuk Jalan ( RPPJ), Rambu Pelengkap dan lainnya yang terbuat dari bahan aluminium.

Setelah menyelesaikan pekerjaan di Pemalang, kata dia, pihaknya akan mengembangkan sayap di wilayah pantura sebelum nantinya ke wilayah yang lebih luas.(Ruslan Nolowijoyo)http://pesisirnews.com

Sumbangan Pemikiran Politik NU “Negara Pancasila = Negara Islam”


"Nahdlatul Ulama (NU) adalah sebuah gejala yang unik, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh Dunia Muslim. Ia adalah sebuah organisasi ulama tradisionalis yang memiliki pengikut yang besar jumlahnya, organisasi non-pemerintah paling besar yang masih bertahan dan mengakar di kalangan bawah."

Martin van Bruinessen, 1994.

"....Apa yang dilakukan NU adalah memelihara dan mengembangkan suatu cara hidup keagamaan."

Benedict R. O'G Anderson, 1977.

"Penerimaan dan Pengamalan Pancasila merupakan perwujudan dari upaya umat Islam Indonesia untuk menjalankan syari'at agamanya."

Deklarasi "Hubungan Islam dan Pancasila", Muktamar NU ke-26 1984



Oleh:Marzuki Wahid

Enam belas tahun lagi-jika dihitung dari tahun 2010, Nahdlatul Ulama (NU) telah memasuki usia satu abad (1926-2026). Suatu usia yang tidak bisa dibilang sekadar tua. Usia ini lebih tua ketimbang usia Indonesia merdeka. Untuk ukuran usia manusia, satu abad bisa dua sampai tiga generasi berganti, mati dan tumbuh. Untuk beberapa organisasi, sebelum memasuki usia satu abad malah telah bubar atau dibubarkan oleh sebab-sebab tertentu, baik karena faktor internal maupun eksternal.

Menjelang satu abad, NU malah tampak gagah, tidak surut malah terus berkembang, tidak patah arang akibat kekalahan-demi-kekalahan dalam politik mutakhir malah terus berkiprah tanpa henti, baik dalam kancah kemasyarakatan maupun kenegaraan. Keberadaannya didukung dengan basis massa yang mengakar kuat hingga ke jantung kehidupan masyarakat dan tersebar ke seluruh pelosok Nusantara dan beberapa negara di mana warga negara Indonesia bertempat tinggal.

Dalam rentang waktu yang panjang ini, tentu saja kita saksikan dinamika, konflik, negosiasi, kontestasi, dan metamorfosa terjadi dalam diri NU, baik dalam konteks pengembangan organisasi maupun dalam hubungannya dengan politik, kekuasaan, negara, ekonomi, dan kebudayaan. Semua ini telah membentuk pelangi kesejarahan NU yang tidak linier, tidak monolitik, tetapi juga tidak bisa dibilang liar atau ‘oportunis', ‘picik', ‘amatiran', ‘berpengetahuan dangkal', ‘ketinggalan jaman', sebagaimana ‘tuduhan' para peneliti dan pengamat Barat yang modernis. Dalam kajian yang empatik ditemukan bahwa NU memiliki dasar-dasar teologis dan prinsip yang dipegangi kuat dalam menghadapi berbagai situasi politik yang selalu berubah melalui sikap yang konsisten dengan ke(indonesia)an.

Pada momentum emas menjelang seabad ini, NU seharusnya segera menyimpulkan diri; atau paling tidak ada kesimpulan untuk NU atas perjalanan sejarahnya yang mengalir, menyatu dengan semangat zaman dan dinamika Indonesia yang terus berubah. Kucuran darah dan keringat para kyai dan warga NU di masa penjajahan dan selama masa mempertahankan kemerdekaan, serta gagasan-pemikiran tokoh NU dalam meletakkan dasar-dasar kenegaraan-kebangsaan Indonesia dan mengisi kemerdekaan hingga hari ini patutlah diberi makna dan kesimpulan yang jelas, baik secara ideologis, teologis, strategis, maupun praksis.

Enam belas tahun ke depan adalah ‘bab' terakhir untuk kesimpulan perjalanan sejarah NU. Setelah ‘buku' NU seabad disimpulkan, lalu dibubuhi titik, langkah berikutnya NU seharusnya segera merancang rencana lembaran-lembaran sejarah baru dalam ‘buku' seabad berikutnya sebagai bagian dari refleksi-kritis atas seabad yang lalu dan proyeksi ke depan untuk NU yang lebih cerah, ceria, brilyan, dan memastikan Islam Ahlussunnah wal Jama'ah tetap memiliki kapling yang memadai dalam kompleks Indonesia Raya.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan satu abad ‘buku' NU itu. Jujur saja, menuliskan NU dalam rentang waktu satu abad bukan pekerjaan yang mudah. Tidak saja karena konten yang harus ditulis sangat melimpah, bervariasi, warna-warni, juga secara metodologi akan menyulitkan membaca NU seabad dan menuliskannya hanya dalam beberapa halaman saja. Oleh karena itu, tulisan ini sekadar catatan umum saja serta refleksi sederhana atas perjalanan sejarah politik NU, khususnya dalam hubungan agama dan negara di Indonesia yang telah melewati aneka masa, beragama generasi, bermacam-macam langgam rezim politik negara; mulai dari masa penjajahan, perjuangan kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru, hingga Orde Reformasi. Kerangka ini pun hanya akan mengambil benang-merah pemikiran besar NU tentang "hubungan agama dan negara" dalam konteks keindonesiaan.

Bagi saya, pemikiran NU tentang "hubungan agama dan negara" merupakan salah satu prestasi NU yang paling monumental dan dapat dibanggakan dalam satu abad pertama perjalanan sejarahnya.

Kita tahu bahwa wacana "hubungan agama dan negara" dalam Islam adalah wacana yang sangat krusial, telah lama memancing debat dan sengketa intelektual, baik dalam pemikiran keislaman klasik maupun dalam kajian politik Islam kontemporer. Di sejumlah negara yang mayoritas muslim, termasuk Indonesia pada tahun 1950an, perdebatan ini tidak saja mengundang konflik antarumat Islam, melainkan menjadi prahara bagi negara. Ratusan bahkan ribuan orang terbunuh akibat perang dalam rangka mempertahankan ideologi ‘negara Islam' melalui gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan. Kecenderungan pemikiran mereka mempertentangkan antara Islam dengan negara non-Islam. Pilihannya hitam-putih: negara Islam atau negara sekular. Negara-negara berpenduduk mayoritas muslim di Timur Tengah adalah contoh hitam-putih ini.

Mencermati sejarah pembentukan negara-bangsa Indonesia, selain karena didorong oleh kepentingan ekonomi dan politik-kekuasaan, "hubungan agama dan negara" adalah inti (akar) konflik kelompok-kelompok Islam dengan negara atau kelompk Islam dengan kelompok agama lain.

NU--di tengah-tengah organisasi Islam lain yang masih memperjuangkan ‘negara Islam' atau ‘khilafah islamiyyah'--melalui evolusi pemikirannya yang panjang sejak perdebatan tentang dasar negara menjelang pendirian negara ini hingga tahun 1984 telah berhasil mendamaikan atau merekonsiliasi secara teologis wujud negara-bangsa demokrasi dengan Islam.
Marzuki Wahid adalah Direktur Fahmina-institute dan Deputy Rektor Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon Alamat e-mail: marzukiwahid@yahoo.com

(sumber dan selengkapnya)

26.7.10

Pemeran Lukisan Cekakik Kopi Bertema Gus Dur Digelar Lesbumi Kediri


Untuk mengenang jasa-jasa KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Kota Kediri yang didukung oleh Pemkot Kediri, PT Gudang Garam Tbk, Radio On, dan Kediri Jaya.com, menggelar kegiatan pameran lukisan Gus Dur dengan bahan dasar cekakik kopi.

Pameran resmi dibuka oleh Agus Sunyoto, Wakil Ketua Lesbumi NU, pada Ahad (25/7) kemarin, dan akan berlangsung hingga Rabu (28/7) di Musium Mastrip Perpustakaan Umum Kota Kediri JL Diponegoro.

Acara yang juga dihadiri Pendeta Kabul dari Gereja GBI Getsamani Kediri ini menarik perhatian publik khususnya warga Kota Kediri yang berduyun-duyun datang ke lokasi pameran.

“Ini sungguh luar biasa – saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Gus Dur adalah bapak bangsa dan perekat antar umat beragama,” kata Pendeta Kabul seperti dikutip www.kedirijaya.com.

Dalam acara ini juga dilaksanakan demo melukis dengan menggunakan bahan dasar cekakik kopi oleh pengunjung.

Bertempatan dengan bulan Jadi Hari Kota Kediri yang ke-1131, 70 lukisan akan dipamerkan, termasuk koleksi lukisan cekakik konjen Jepang di Surabaya. (nam) NU Online

Mengajak siswa untuk peduli lingkungan,SMPN 5 Pemalang Tanam Pohon



Penanaman bibit pohon di sepanjang kanan kiri jalan desa menjadi agenda kepedulian lingkungan siswa SMPN 5 Pemalang. Setelah rampung membagikan bingkinsan beras kepada warga kurang mampu di permukiman lingkungan sekolah, siswa melakukan penanaman 135 pohon jati mas di sepanjang jalan dusun yang gersang pada Jumat (23 /7).
Menurut Kepala SMPN 5 Pemalang, Wiwik Sri Sutaminingsih, SPd, bibit Bibit jati mas sebanyak 135 batang didapat dari bantuan Dinas Pertanian dan Kehutanan serta prakarsa siswa 5 batang setiap kelasnya.
“Selain mendapatkan bantuan dari Dinas Pertanian siswa kami juga mengupayakan bibit sendiri setiap kelas 5 pohon bibit,“ jelasnya usai penanaman di dusun Kranggan Kelurahan Paduraksa.
Siswa menyiapkan bibit yang akan ditanam Siswa menyiapkan bibit yang akan ditanam Menurut dia menanam pohon naung di kanan kiri jalan yang masih gersang sama halnya mengajak siswa untuk peduli lingkungan. Setelah tanah kosong di lingkungan sekolah ditanami, siswa mencoba ikut peduli menghijaukan lingkungan yang lebih luas lagi di dusun sekitar kampusnya.
Ditambahkan, untuk pembelajaran kepedulian di kalangan siswa telah terintegrasi dengan kegiatan ekstra yang teragenda. Sebelum kegiatan penanaman pohon di luar kampus para siswa menghijaukan lingkungan sekolah, kemudian mereka membagikan bingkisan beras bagi warga kurang mampu. “Paket bingkisan yang dibagikan dalam rangka Isro Mi’roj dihimpun dari infak siswa dan para guru setiap hari Jumat.” tutur Risti Yulianti, Humas SMPN 5 Pemalang secara terpisah.
Selain mendapatkan pembelajaran yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan para siswa juga harus mendapatkan pembelajaran yang berkaitan dengan kepedulian sesama dan kepedulian terhadap lingkungan, ungkap Kasek Wiwik Sri Sutaminingsih. ( Ruslan Nolowijoyo)

25.7.10

Mutiara Kisah: Aminah Assilmi,Muallaf AS Yang Korbankan Segalanya Demi Islam


Tak banyak orang yang mengenal Aminah Assilmi. Ia adalah Presiden Internasional Union of Muslim Women yang telah meninggal dunia pada 6 Maret 2010, dalam sebuah kecelakaan mobil di Newport, Tennesse, Amerika Serikat.

Perjalanannya menuju Islam cukup unik. Perjalanan yang patut dikenang. Semuanya berawal dari kesalahan kecil sebuah komputer. Mulanya, ia adalah seorang gadis jemaat Southern Baptist–aliran gereja Protestan terbesar di AS, seorang feminis radikal, dan jurnalis penyiaran.

Sewaktu muda, ia bukan gadis yang biasa-biasa saja, tapi cerdas dan unggul di sekolah sehingga mendapatkan beasiswa. Satu hari, sebuah kesalahan komputer terjadi. Siapa sangka, hal itu membawanya kepada misi sebagai seorang Kristen dan mengubah jalan hidupnya secara keseluruhan.

Tahun 1975 untuk pertama kali komputer dipergunakan untuk proses pra-registrasi di kampusnya. Sebenarnya, ia mendaftar ikut sebuah kelas dalam bidang terapi rekreasional, namun komputer mendatanya masuk dalam kelas teater. Kelas tidak bisa dibatalkan, karena sudah terlambat. Membatalkan kelas juga bukan pilihan, karena sebagai penerima beasiswa nilai F berarti bahaya.

Lantas, suaminya menyarankan agar Aminah menghadap dosen untuk mencari alternatif dalam kelas pertunjukan. Dan betapa terkejutnya ia, karena kelas dipenuhi dengan anak-anak Arab dan ‘para penunggang unta’. Tak sanggup, ia pun pulang ke rumah dan memutuskan untuk tidak masuk kelas lagi. Tidak mungkin baginya untuk berada di tengah-tengah orang Arab. ''Tidak mungkin saya duduk di kelas yang penuh dengan orang kafir!'' ujarnya kala itu.

Suaminya coba menenangkannya dan mengatakan mungkin Tuhan punya suatu rencana dibalik kejadian itu. Selama dua hari Aminah mengurung diri untuk berpikir, hingga akhirnya ia berkesimpulan mungkin itu adalah petunjuk dari Tuhan, agar ia membimbing orang-orang Arab untuk memeluk Kristen. Jadilah ia memiliki misi yang harus ditunaikan. Di kelas ia terus mendiskusikan ajaran Kristen dengan teman-teman Arab-nya.

"Saya memulai dengan mengatakan bahwa mereka akan dibakar di neraka jika tidak menerima Yesus sebagai penyelamat. Mereka sangat sopan, tapi tidak pindah agama. Kemudian saya jelaskan betapa Yesus mencintai dan rela mati di tiang salib untuk menghapus dosa-dosa mereka."

Tapi ajakannya tidak manjur. Teman-teman di kelasnya tak mau berpaling sehingga ia memutuskan untuk mempelajari alquran untuk menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang salah dan Muhammad bukan seorang nabi. Ia pun melakukan penelitian selama satu setengah tahun dan membaca alquran hingga tamat.

Namun secara tidak sadar, ia perlahan berubah menjadi seseorang yang berbeda, dan suaminya memperhatikan hal itu. ''Saya berubah, sedikit, tapi cukup membuat dirinya terusik. Biasanya kami pergi ke bar tiap Jumat dan Sabtu atau ke pesta. Dan saya tidak lagi mau pergi. Saya menjadi lebih pendiam dan menjauh.''


Melihat perubahan yang terjadi, suaminya menyangka ia selingkuh, karena bagi pria itulah yang membuat seorang wanita berubah. Puncaknya, ia diminta untuk meninggalkan rumah dan tinggal di apartemen yang berbeda. Ia terus mempelajari Islam, sambil tetap menjadi seorang Kristen yang taat.

Hingga akhirnya, hidayah itu datang. Akhirnya pada 21 Mei 1977, jemaat gereja yang taat itu menyatakan, ''Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.''

Perjalanan setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, seperti halnya mualaf lain, bukanlah perkara yang mudah. Aminah kehilangan segala yang dicintainya. Ia kehilangan hampir seluruh temannya, karena dianggap tidak menyenangkan lagi. Ibunya tidak bisa menerima dan berharap itu hanyalah semangat membara yang akan segera padam. Saudara perempuannya yang ahli jiwa mengira ia gila. Ayahnya yang lemah lembut mengokang senjata dan siap untuk membunuhnya.

Tak lama kemudian ia pun mengenakan hijab. Pada hari yang sama ia kehilangan pekerjaannya.

Lengkap sudah. Ia hidup tanpa ayah, ibu, saudara, teman dan pekerjaan. Jika dulu ia hanya hidup terpisah dengan suami, kini perceraian di depan mata. Di pengadilan ia harus membuat keputusan pahit dalam hidupnya; melepaskan Islam dan tidak akan kehilangan hak asuh atas anaknya atau tetap memegang Islam dan harus meninggalkan anak-anak. ''Itu adalah 20 menit yang paling menyakitkan dalam hidup saya,'' kenangnya.

Bertambah pedih karena dokter telah memvonisnya tidak akan lagi bisa memiliki anak akibat komplikasi yang dideritanya. ''Saya berdoa melebihi dari yang biasanya. Saya tahu, tidak ada tempat yang lebih aman bagi anak-anak saya daripada berada di tangan Allah. Jika saya mengingkari-Nya, maka di masa depan tidak mungkin bagi saya menunjukkan kepada mereka betapa menakjubkannya berada dekat dengan Allah.'' Ia pun memutuskan melepaskan anak-anaknya, sepasang putra-putri kecilnya.

Namun, Allah Maha Pengasih. Ia diberikan anugerah dengan kata-katanya yang indah sehingga membuat banyak orang tersentuh dan perilaku Islami-nya. Dia telah berubah menjadi orang yang berbeda, jauh lebih baik. Begitu baiknya sehingga keluarga, teman dan kerabat yang dulu memusuhinya, perlahan mulai menghargai pilihan hidupnya.

Dalam berbagai kesempatan ia mengirim kartu ucapan untuk mereka, yang ditulisi kalimat-kalimat bijak dari ayat Al-Quran atau hadist, tanpa menyebutkan sumbernya. Beberapa waktu kemudian ia pun menuai benih yang ditanam. Orang pertama yang menerima Islam adalah neneknya yang berusia lebih dari 100 tahun. Tak lama setelah masuk Islam sang nenek pun meninggal dunia.

''Pada hari ia mengucapkan syahadat, seluruh dosanya diampuni, dan amal-amal baiknya tetap dicatat. Sejenak setelah memeluk Islam ia meninggal dunia, saya tahu buku catatan amalnya berat di sisi kebaikan. Itu membuat saya dipenuhi suka cita!''

Selanjutnya yang menerima Islam adalah orang yang dulu ingin membunuhnya, ayah. Keislaman sang ayah mengingatkan dirinya pada kisah Umar bin Khattab. Dua tahun setelah Aminah memeluk Islam, ibunya menelepon dan sangat menghargai keyakinannya yang baru. Dan ia berharap Aminah akan tetap memeluknya.

Beberapa tahun kemudian ibu meneleponnya lagi dan bertanya apa yang harus dilakukan seseorang jika ingin menjadi Muslim. Aminah menjawab bahwa ia harus percaya bahwa hanya ada satu Tuhan dan Muhammad adalah utusan-Nya. ''Kalau itu semua orang bodoh juga tahu. Tapi apa yang harus dilakukannya?'' tanya ibunya lagi.

Dikatakan oleh Aminah, bahwa jika ibunya sudah percaya berarti ia sudah Muslim. Ibunya lantas berkata, ''OK, baiklah. Tapi jangan bilang-bilang ayahmu dulu,'' pesan ibunya. Ibunya tidak tahu bahwa suaminya (ayah tiri Aminah) telah menjadi Muslim beberapa pekan sebelumnya. Dengan demikian mereka tinggal bersama selama beberapa tahun tanpa saling mengetahui bahwa pasangannya telah memeluk Islam.

Saudara perempuannya yang dulu berjuang memasukkan Aminah ke rumah sakit jiwa, akhirnya memeluk Islam. Putra Aminah beranjak dewasa. Memasuki usia 21 tahun ia menelepon sang ibu dan berkata ingin menjadi muslim.

Enam belas tahun setelah perceraian, mantan suaminya juga memeluk Islam. Katanya, selama enam belas tahun ia mengamati Aminah dan ingin agar putri mereka memeluk agama yang sama seperti ibunya. Pria itu datang menemui dan meminta maaf atas apa yang pernah dilakukannya. Ia adalah pria yang sangat baik dan Aminah telah memaafkannya sejak dulu.

Mungkin hadiah terbesar baginya adalah apa yang ia terima selanjutnya. Aminah menikah dengan orang lain, dan meskipun dokter telah menyatakan ia tidak bisa punya anak lagi, Allah ternyata menganugerahinya seorang putra yang rupawan. Jika Allah berkehendak memberikan rahmat kepada seseorang, maka siapa yang bisa mencegahnya? Maka putranya ia beri nama Barakah. Demikian seperti dilansir situs Republika Online.

Ia yang dulu kehilangan pekerjaan, kini menjadi Presiden Persatuan Wanita Muslim Internasional. Ia berhasil melobi Kantor Pos Amerika Serikat untuk membuat perangko Idul Fitri dan berjuang agar hari raya itu menjadi hari libur nasional AS. Pengorbanan yang yang dulu diberikan Aminah demi mempertahankan Islam seakan sudah terbalas.

''Kita semua pasti mati. Saya yakin bahwa kepedihan yang saya alami mengandung berkah.''

Aminah Assilmi kini telah tiada meninggalkan semua yang dikasihinya. Termasuk putranya yang dirawat di rumah sakit, akibat kecelakaan mobil dalam perjalanan pulang dari New York untuk mengabarkan pesan tentang Islam. (syf)

24.7.10

Kajian Santri:Wilayah Bukan Imamah


Allah SWT berfirman :
إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آَمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ (55) [المائدة/55

Artinya : “Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).”

Syubhat

Sebagian golongan mengklaim ayat tersebut sebagai bukti kuat mengenai hak Imam Ali untuk menjadi khalifah setelah wafatnya Rasul SAW, sekaligus bukti bahwa kekhalifahan Abu Bakar, Umar, dan Utsman tidak syah dalam pandangan syariat. Mereka mengatakan bahwa Wali dalam ayat diatas semestinya diartikan dengan penguasa/pemimpin, dan yang dimaksud dengan :
وَالَّذِينَ آَمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ

(Orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat, seraya menunaikan zakat, seraya mereka rukuk)

adalah Imam Ali seorang. Karena mereka mengartikan kalimat وَهُمْ رَاكِعُونَ dengan “menunaikan zakat ketika rukuk”. Jika demikian, arti ayat tersebut menjadi :

“Sesungguhnya pemimpin kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat ketika rukuk (yaitu Imam Ali).”

Menurut mereka, Ulama tafsir sepakat bahwa ayat ini turun khusus mengenai Imam Ali, yaitu berkenaan dengan sedekah cincin yang dilakukan Imam Ali kepada seorang pengemis ketika beliau sedang rukuk dalam sholatnya. Kemudian, karena lafadz إِنَّمَا dalam bahasa arab berfaedah hashr (membatasi), berarti ayat tersebut intinya menegaskan bahwa pemimpin orang-orang mukmin hanya Allah, Rasul-Nya, dan Imam Ali saja. Dengan demikian secara otomatis pemimpin yang selainnya (seperti Abu Bakar, Umar dan Utsman) tidak syah menurut syariat.
Kalangan ahlussunnah wal jamaah menjawab :

Sebab turun ayat

Pernyataan bahwa ulama bersepakat mengenai sebab turun ayat ini merupakan pernyataan yang tidak objektif dan penuh dengan hawa kefanatikan. Nyatanya, kitab-kitab tafsir penuh dengan komentar beragam para ulama tafsir mengenai sebab turun ayat ini. Sebagian ahli tafsir berpendapat ayat ini turun mengenai Abdullah bin Salam (mu`alaf yahudi) yang mengeluh pada Rasul mengenai rasa kesepian karena dikucilkan kaumnya(1). Ada juga yang berpendapat bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Abu Bakar(2). Dari Ibnu Abbas sendiri terdapat dua riwayat, yang pertama menyatakan ayat ini turun berkenaan dengan Imam Ali(3), sedangkan riwayat kedua menyebutkan sebab turun ayat ini adalah Ubadah bin Shomit, ketika beliau membatalkan ikatan persekutuan dengan Yahudi(4),.

Kalaupun kita mengikuti pendapat yang menyatakan bahwa ayat ini turun mengenai Imam Ali, itu tidak berarti hukum ayat ini khusus bagi Imam Ali. Karena yang digunakan dalam ayat ini adalah ungkapan untuk orang banyak (shigoh jamak/plural) bukan ungkapan untuk satu orang (single). Ungkapannya yaitu, “ orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).” Dalam kaidah tafsir disebutkan, yang dijadikan patokan adalah keumuman lafadz bukan kekhususan sebab(5). Jadi, semua orang mukmin yang memiliki sifat sesuai dengan apa yang disebut ayat diatas layak untuk dimasukkan dalam kategori Wali, tidak hanya Imam Ali seorang. Hal inilah yang diisyaratkan oleh Imam Abu Ja`far, Muhammad Al Bagir ( Tokoh Tabi`in yang diagungkan Ahlu Sunnah maupun Syiah) ketika beliau ditanyakan mengenai ayat ini, apakah ayat ini khusus turun mengenai Imam Ali, Beliau menjawab “Ali adalah salah seorang dari orang-orang mukmin”(6). Maksudnya, yang dimaksud wali dalam ayat tersebut adalah setiap mukmin yang sifatnya sesuai dengan apa yang disebutkan dalamnya, dan Imam Ali termasuk salah satunya.

Makna Wali

Lafadz وَلِيُّ memiliki banyak makna, seperti : tuan, hamba, anak paman, penolong, teman, kekasih, pemimpin, dan lain-lain(7). Akan tetapi, makna Wali yang paling umum ada tiga, yaitu penolong, kekasih, dan pemimpin. Kemudian, dari ketiga makna tersebut, yang paling sesuai dengan ayat di atas adalah penolong bukan pemimpin. Hal ini ditinjau dari beberapa segi, diantaranya:

1. Jika kita memperhatikan ayat-ayat yang ada sebelum dan sesudah ayat ini, kita akan menemukan dalam kedua ayat tersebut juga disebutkan lafadz Wali atau lebih tepatnya Auliya (bentuk majemuk dari kata wali), kedua ayat tersebut adalah:

*
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ ...[المائدة/51

*
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ ... [المائدة/57

Dalam kitab-kitab tafsir, lafadz Wali pada kedua ayat tersebut diartikan dengan penolong (sekutu), bukan pemimpin(8). Lantas, jika kita artikan Wali dalam ayat ini dengan Pemimpin, maka kita akan menemukan kerancuan makna ketika ayat ini disandingkan dengan ayat yang ada sebelum dan sesudahnya. Tentunya ini adalah hal yang tidak layak dalam Al-Quran. Berbeda halnya jika kita mengartikannya dengan penolong, maka semua makna potongan ayat- ayat tersebut akan saling menyatu dan melengkapi.

2. Ayat ini menetapkan status kewalian bagi mereka yang disebutkan didalamnya secara langsung tanpa tenggat waktu. Maksudnya begitu ayat ini turun, di saat itu juga status mereka adalah Wali(9). Andai kita artikan Wali sebagai pemimpin, berarti ayat ini akan memiliki makna, “Sesungguhnya pemimpin kalian hanyalah Allah, Rasul Nya, dan orang-orang yang beriman...”. Adalah hal yang tidak mungkin orang-orang beriman yang jumlahnya begitu banyak, semuanya menjadi pemimpin bersama-sama dalam satu waktu, anda bisa bayangkan seberapa kacau kesudahannya. Begitu juga jika kita katakan bahwa yang dimaksud dengan orang-orang beriman adalah Imam Ali seorang--sebagaimana yang mereka yakini. Kalau demikian, maka maksud ayat ini akan menjadi seperti ini, “Sesungguhnya pemimpin kalian hanyalah Allah, Rasul Nya, dan Ali”, ini juga tidak tepat karena itu artinya Imam Ali berhak untuk mengatur umat, bersama-sama dengan Rasul saat Rasul masih hidup, padahal kenyataanya, Imam Ali di masa hidup Rasul sama sekali tidak pernah turut campur dalam memerintah umat kecuali sebagai suruhan Rasul(10). Berbeda jika kita artikan wali dengan penolong, maka makna ayat ini akan menjadi jelas tanpa ada kemusykilan.

3. Maksud mereka untuk menjadikan ayat ini sebagai hujjah mengenai hak Imam Ali menjadi khalifah Rasul, tidak akan terealisasikan kecuali jika lafadz إِنَّمَا berfaidah hashr haqiqi (membatasi). kalau lafadz tersebut berfaidah hashr maka arti ayat ini adalah, “Sesungguhnya pemimpin kalian hanya Allah, Rasul Nya, dan Imam Ali saja”.(tak ada yang lain)

Jika Syiah konsisten dengan pendapatnya ini, seharusnya mereka tidak mengambil imam lain selain Imam Ali. Faktanya, Syiah memiliki sebelas imam lain yang dianggap ma’sum selain Imam Ali.

Andai kita mau meninggalkan kefanatikan, lalu merenungkan dengan objektif mengenai ayat ini beserta ayat-ayat sebelum dan sesudahnya, akan semakin jelas bagi kita bahwa ayat ini tidak mengarah pada penunjukkan Imam Ali sebagai khalifah, bahkan tidak ada kaitanya sama sekali dengan kekhalifahan. Jadi, menjadikan ayat ini sebagai alasan untuk mengingkari kekhalifahan Abu Bakar, Umar, dan Utsman merupakan kekeliruan yang besar.

Referensi

(1)تفسير الجلالين - (ج 2 / ص 223(

ونزل لما قال ابن سلام يا رسول الله إن قومنا هجرونا { إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ الله وَرَسُولُهُ والذين ءامَنُواْ الذين يُقِيمُونَ الصلاة وَيُؤْتُونَ الزكواة وَهُمْ رَاكِعُونَ } خاشعون أو يصلون صلاة التطوّع
(3),(2)تفسير الرازي - (ج 6 / ص 87)

القول الثاني : أن المراد من هذه الآية شخص معين ، وعلى هذا ففيه أقوال : روى عكرمة أن هذه الآية نزلت في أبي بكر رضي الله عنه . والثاني : روى عطاء عن ابن عباس أنها نزلت في علي بن أبي طالب عليه السلام

(4)تفسير الخازن - (ج 2 / ص 302)

قوله تعالى : { إنما وليكم الله ورسوله والذين آمنوا } قال ابن عباس : نزلت هذه الآية فى عبادة بن الصامت حين تبرأ من موالاة اليهود وقال : أوالي الله ورسوله والمؤمنين يعني أصحاب محمد صلى الله عليه وسلم وقال جابر بن عبد الله : نزلت فى عبد الله بن سلام وذلك أنه جاء إلى محمد صلى الله عليه وسلم فقال يا رسول الله إن قومنا قريظة والنضير قد هجرونا وفارقونا وأقسموا أن لا يجالسونا ، فنزلت هذه الآية ، فقرأ : عليه رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال عبد الله بن سلام :
رضينا بالله ربّاً وبرسوله نبياً وبالمؤمنين أولياء .

(5)تفسير الصاوي (ج1/ص383-384)
قوله: (انما وليكم) الخطاب لعبد الله بن سلام و اتباعه الذين هداهم الله الى الاسلام, فلما نزلت هذه الاية, قال عبد الله بن سالام: رضينا بالله ربا, و برسول الله نبيا, و بالمؤمنين اولياء, و العبرة بعموم اللفظ لا بخصوص السبب, فكل من انتسب لله فهو وليه....
تفسير الرازي - (ج 6 / ص 87)

المسألة الأولى : في قوله { والذين ءامَنُواْ } قولان : الأول : أن المراد عامة المؤمنين ، وذلك لأن عبادة بن الصامت لما تبرأ من اليهود وقال : أنا بريء إلى الله من حلف قريظة والنضير ، وأتولى الله ورسوله نزلت هذه الآية على وفق قوله . وروي أيضاً أن عبدالله بن سلام قال : يا رسول الله إن قومنا قد هجرونا وأقسموا أن لا يجالسونا ، ولا نستطيع مجالسة أصحابك لبعد المنازل ، فنزلت هذه الآية ، فقال رضينا بالله ورسوله وبالمؤمنين أولياء ، فعلى هذا : الآية عامة في حق كل المؤمنين ، فكل من كان مؤمناً فهو ولي كل المؤمنين ، ونظيره قوله تعالى : { والمؤمنون والمؤمنات بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ } [ التوبة : 71 ] وعلى هذا فقوله { الذين يُقِيمُونَ الصلاة وَيُؤْتُونَ الزكواة } صفة لكل المؤمنين…

(6) تفسير البغوي – (ج 3 / ص 73)

وقال جوبير عن الضحاك في قوله: { إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا } قال: هم المؤمنون بعضهم أولياء بعض، وقال أبو جعفر محمد بن علي الباقر: { إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا } نزلت في المؤمنين، فقيل له: إن أناسا يقولون إنها نزلت في علي رضي الله عنه، فقال: هو من المؤمنين .

(7)المصباح المنير في غريب الشرح الكبير – (ج 10 / ص 453)

وَالْوَلِيُّ فَعِيلٌ بِمَعْنَى فَاعِلٍ مِنْ وَلِيَهُ إذَا قَامَ بِهِ وَمِنْهُ { اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا } وَالْجَمْعُ أَوْلِيَاءُ قَالَ ابْنُ فَارِسٍ وَكُلُّ مَنْ وَلِيَ أَمْرَ أَحَدٍ فَهُوَ وَلِيُّهُ وَقَدْ يُطْلَقُ الْوَلِيُّ أَيْضًا عَلَى الْمُعْتِقِ وَالْعَتِيقِ وَابْنِ الْعَمِّ وَالنَّاصِرِ وَحَافِظِ النَّسَبِ وَالصَّدِيقِ ذَكَرًا كَانَ أَوْ أُنْثَى وَقَدْ يُؤَنَّثُ بِالْهَاءِ فَيُقَالُ هِيَ وَلِيَّةٌ قَالَ أَبُو زَيْدٍ سَمِعْتُ بَعْضَ بَنِي عُقَيْلٍ يَقُولُ هُنَّ وَلِيَّاتُ اللَّهِ وَعَدُوَّاتُ اللَّهِ وَأَوْلِيَاؤُهُ وَأَعْدَاؤُهُ وَيَكُونُ الْوَلِيُّ بِمَعْنَى مَفْعُولٍ فِي حَقِّ الْمُطِيعِ فَيُقَالُ الْمُؤْمِنُ وَلِيُّ اللَّهِ وَفُلَانٌ أَوْلَى بِكَذَا أَيْ أَحَقُّ بِهِ وَهُمْ الْأَوْلَوْنَ بِفَتْحِ اللَّامِ وَالْأَوَالِي مِثْلُ الْأَعْلَوْنَ وَالْأَعَالِي وَفُلَانَةُ هِيَ الْوُلْيَا وَهُنَّ الْوُلَى مِثْلُ الْفُضْلَى وَالْفُضَلُ وَالْكُبْرَى وَالْكُبَرِ وَرُبَّمَا جُمِعَتْ بِالْأَلِفِ وَالتَّاءِ فَقِيلَ الْوَلِيَّاتُ وَوَلَّيْتُ عَنْهُ أَعْرَضْتُ وَتَرَكْتُهُ وَتَوَلَّى أَعْرَضَ .
تفسير البغوي – (ج 7 / ص 173(
(32) وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ (33(
} نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ } تقول لهم الملائكة الذين تنزل عليهم بالبشارة: نحن أولياؤكم أنصاركم وأحباؤكم،
تفسير الطبري – (ج 14 / ص 84)

القول في تأويل قوله : { وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ إِلا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الأرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ (73) }
قال أبو جعفر: يقول تعالى ذكره:(والذين كفروا)، بالله ورسوله =(بعضهم أولياء بعض)، يقول: بعضهم أعوان بعض وأنصاره، وأحق به من المؤمنين بالله ورسوله.

تفسير الطبري – (ج 14 / ص 347)

القول في تأويل قوله : { وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (71) }
قال أبو جعفر: يقول تعالى ذكره: وأما “المؤمنون والمؤمنات”، وهم المصدقون بالله ورسوله وآيات كتابه، فإن صفتهم: أن بعضهم أنصارُ بعض وأعوانهم ….
القاموس المحيط – (ج 3 / ص 486(
ي الوَلْيُ القُرْبُ، والدُّنُوُّ، والمَطَرُ بعدَ المَطَرِ، وُلِيَتِ الأرضُ، بالضم. والوَلِيُّ الاسمُ منه، والمُحِبُّ، والصَّدِيقُ، والنَّصيرُ. ووَلِيَ الشيءَ، و عليه وِلايَةً وَوَلايَةً، أَو هي المَصْدَرُ، وبالكسر الخُطَّةُ، والإِمارَةُ، والسُّلطانُ. ….
(8) تفسير الرازي – (ج 6 / ص 89)

أن اللائق بما قبل هذه الآية وبما بعدها ليس إلا هذا المعنى ، أما ما قبل هذه لآية فلأنه تعالى قال : { ياأيها الذين ءامَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ اليهود والنصارى أَوْلِيَاء } [ المائدة : 51 ] وليس المراد لا تتخذوا اليهود والنصارى أئمة متصرفين في أرواحكم وأموالكم لأن بطلان هذا كالمعلوم بالضرورة ، بل المراد لا تتخذوا اليهود والنصارى أحباباً وأنصاراً ، ولا تخالطوهم ولا تعاضدوهم ، ثم لما بالغ في النهي عن ذلك قال : إنما وليكم الله ورسوله والمؤمنون والموصوفون ، والظاهر أن الولاية المأمور بها ههنا هي المنهي عنها فيما قبل ، ولما كانت الولاية المنهي عنها فيما قبل هي الولاية بمعنى النصرة كانت الولاية المأمور بها هي الولاية بمعنى النصرة ، وأما ما بعد هذه الآية فهي قوله { ياأيها الذين ءامَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الذين اتخذوا دِينَكُمْ هُزُواً وَلَعِباً مّنَ الذين أُوتُواْ الكتاب مِن قَبْلِكُمْ والكفار أَوْلِيَاء واتقوا الله إِن كُنتُم مؤمنين } [ المائدة : 57 ] فأعاد النهي عن اتخاذ اليهود والنصارى والكفار أولياء ، ولا شك أن الولاية المنهي عنها هي الولاية بمعنى النصرة ، فكذلك الولاية في قوله { إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ الله } يجب أن تكون هي بمعنى النصرة ، وكل من أنصف وترك التعصب وتأمل في مقدمة الآية وفي مؤخرها قطع بأن الولي في قوله { إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ الله } ليس إلا بمعنى الناصر والمحب ، ولا يمكن أن يكون بمعنى الإمام ، لأن ذلك يكون إلقاء كلام أجنبي فيما بين كلامين مسوقين لغرض واحد ، وذلك يكون في غاية الركاكة والسقوط ، ويجب تنزيه كلام الله تعالى عنه ..
(9)تفسير الرازي – (ج 6 / ص 90)

لحجة الثانية : أنا لو حملنا الولاية على التصرف والإمامة لما كان المؤمنون المذكورين في الآية موصوفين بالولاية حال نزول الآية ، لأن علي بن أبي طالب كرم الله وجهه ما كان نافذ التصرف حال حياة الرسول ، والآية تقتضي كون هؤلاء المؤمنون موصوفين بالولاية في الحال ، أما لو حملنا الولاية على المحبة والنصرة كانت الولاية حاصلة في الحال ، فثبت أن حمل الولاية على المحبة أولى من حملها على التصرف ، والذي يؤكد ما قلناه أنه تعالى منع المؤمنين من اتخاذ اليهود والنصارى أولياء ، ثم أمرهم بموالاة هؤلاء المؤمنين ، فلا بدّ وأن تكون موالاة هؤلاء المؤمنين حاصلة في الحال حتى يكون النفي والإثبات متواردين على شيء واحد ، ولما كانت الولاية بمعنى التصرف غير حاصلة في الحال امتنع حمل الآية عليها .
(10)تفسير الرازي – (ج 6 / ص 90)

الحجة السادسة : هب أنها دالة على إمامة علي ، لكنا توافقنا على أنها عند نزولها ما دلت على حصول الإمامة في الحال : لأن علياً ما كان نافذ التصرف في الأمة حال حياة الرسول عليه الصلاة والسلام ، فلم يبق إلا أن تحمل الآية على أنها تدل على أن علياً سيصير إماماً بعد ذلك ، ومتى قالوا ذلك فنحن نقول بموجبه ونحمله على إمامته بعد أبي بكر وعمر وعثمان ، إذ ليس في الآية ما يدل على تعيين الوقت(sumber)

Pemilukada Pemalang: PKB Pemalang Labuhkan Dukungan Kepada Junaidi-Agung


Dukungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kepada pasangan bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati, Junaedi- Agung, rupanya semakin mantap dan kokoh.Bagaimana tidak, di Hari Ulang Tahun (Harlah) partainya yang ke-12 yang diperingati pada tanggal 23 Juli 2010, betul-betul dijadikan momentum kebangkitan untuk memenangkan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) di Kabupaten Pemalang.

Semangat kebangkitan partai tersebut ditunjukan dalam memberikan dukungannya kepada salah satu pasangan balon bupati-wakil bupati yang dinilai cukup mampu dalam menata Pemalang agar lebih baik lagi.

Ketua DPC PKB H Kabupaten Pemalang H Noor Rosyadi SE MM mengatakan, acara peringatan Harlah PKB yang ke-12 ini sebagai momentum kebangkitan partai untuk memperjuangkan masyarakat Pemalang agar semakin sejahtera.
Dengan merapatkan barisan dan memperkuat dukungan kepada pasangan balon bupati Junaedi- Agung agar dalam Pemilukada nanti berhasil menang dan menjadi Bupati Pemalang untuk lima tahun ke depan.
“Dalam peringatan Harlah PKB ini, akan semakin merapatkan barisan dan untuk memperkokoh dukungannya kepada pasangan balon bupati Junaedi- Agung,”katanya, kepada Radar, kemarin.

Noor Rosyadi sangat menyakini dan mempercayainya kepada pasangan balon bupati tersebut, sebab dinilainya cukup mampu dalam menata pemerintahan.
“Kami perlu terobosan, keberanian dan figur seorang pemimpin yang tahu persoalan yang dihadapi oleh masyarakatnya. Bahkan mampu untuk menyelesaikan persoalan perekonomian yang ada di Kabupaten Pemalang,” paparnya.

Dengan kemampuan yang dimiliki oleh pasangan balon bupati ini, diharapkan kedepan daya beli masyarakat akan semakin meningkat setelah persoalan kesejahteraan masyarakat dapat teratasi.
Disamping itu akan berkurangnya angka pengangguran dan meningkatnya pendapatan perkapita masyarakatnya.

Lebih lanjut Noor Rosyadi mengatakan, figur balon dengan segala kemampuannya yang bisa diandalkan itu melekat pada diri H Junaedi SH MM sebagai balon bupati yang mampu menata pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
Sedang yang ada di Mukti Agung Wibowo ST sebagai balon wakil bupati karena pengusaha yang mampu membuat perubahan untuk memajukan Pemalang.  “Kami percaya balon bupati H Junaedi SH MM yang sudah 5 tahun berpengalaman memimpin sebagai wakil bupati Pemalang ke depan akan bisa menata dan menempatkan personilnya sesuai dengan disiplin ilmu, kemampuan dan keahliahnnya. Sehingga kinerja pemerintahannya akan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Noor Rosyadi menjelaskan, untuk menambah semangat perjuangannya dalam harlah kali ini dilaksanakannya berbagai kegiatan, diantaranya pembagian bingkisan kepada anak yatim yang dilakukan oleh semua anggota FPKB.
Seluruh anggota fraksi untuk ikut berbagi rasa kepada anak dalam menghadapi tahun ajaran baru, biaya baru, baju baru, buku baru, sepatu baru dan harga pendidikan yang baru, disamping itu juga kegiatan donor darah yang diselenggarakan di Kantor DPC PKB setempat.

Adapun pada puncak acara PKB menggelar acara wungonan dan Istigotsah, Sekaligus acara tasyakuran dengan ditandainya  pemotongan tumpeng selamatan. Dan dalam acara tersebut selain dihadiri Syuriah PCNU Pemalang, Munawir Asy’ari, pengurus DPC PKB beserta jajarannya, badan otonom, anggota FPKB, DPAC, tokoh masyarakat juga balon wakil bupati,  Mukti Agung Wibowo ST.
Sedangkan balon bupati H Junaedi berhalangan hadir, karena ada keperluan.

SOLID
Balon wakil bupati, Mukti Agung Wibowo ST dalam acara itu, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan  dan doa restunya yang telah diberikan oleh masyarakat, terutama masyarakat PKB guna maju dalam pencalonan Pemilukada di Kabupaten Pemalang. Menurutnya, dukungan yang diberikan oleh PKB semakin memantapkannya dalam pencalonannya sebagai balon wakil bupati.
  “Kami yakin dukungan yang telah diberikan oleh PKB kepada pasangan balon bupati Junaedi-Agung ini semakin solid,” katanya.

Dalam kesempatan itu pula pihaknya berharap agar pencalonannya dalam Pemilukada nanti dapat berjalan lancar tidak ada halangan dan mampu meraih kesuksesan serta berhasil memengkannya.
  “Mudah-mudahan dengan ini kami akan menang dalam Pemilukada nanti,” tandasnya. (mg1)radartegal.com

Lambat Menangani Kasus,Kejati Jateng Dapat Hadiah Bekicot


Penggiat antikorupsi di Jawa Tengah, Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KP2 KKN) memberikan tujuh bekicot kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.
Bekicot itu dianggap hadiah kado ulang tahun Hari Adhiyaksa ke-50. "Binatang bekicot sangat cocok untuk menggambarkan kinerja kejaksaan yang sangat lamban dalam memberantas kasus-kasus korupsi," kata Sekretaris KP2 KKN Jawa Tengah, Eko Haryanto, Jum' at (23 /7).

Tujuh bekicot yang masih hidup itu dibungkus dalam kotak plakat warna coklat dengan bermotif batik. Didalamnya diberi daftar menu yang harus dimakan bekicot.
Menu tersebut terdiri dari 19 kasus dugaan korupsi yang hingga kini belum ditangani secara tuntas oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

Eko menilai binatang bekicot selalu berjalan sangat lamban. Hal ini cocok untuk menggambarkan kinerja Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah yang sangat lamban dalam menangani kasus-kasus korupsi di Jawa Tengah, terutama yang melibatkan para kepala daerah di Jawa Tengah.

Selain itu, jika bekicot disentuh maka binantang haram ini akan langsung mengkeret. Tubuhnya langsung masuk ke dalam cangkangnya. Itu bisa menjadi petunjuk bahwa selama Kejaksaan Tinggi Jawa tengah selalu mengkeret jika ada pihak luar yang mengintervensi. "Warna bekicot juga coklat, seperti warna seragam jaksa," ujar Eko.

Para aktivis KP2 KKN hanya ditemui Kepala Seksi Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Setyowati.
Setyowati menyatakan akan menyampaikan kado bekicot itu kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Salman Maryadi.

19 dugaan kasus korupsi yang mengendap di Kejaksaan Tinggi Jateng itu diantaranya tersangka Bupati Batang, Bambang Bintoro dalam kasus dugaan bagi-bagi uang dari dana APBD 2004.
Kemudian korupsi mantan Walikota Semarang Sukawi Sutarip dalam dugaan korupsi Dana Komunikasi APBD 2004 Kota Semarang senilai kurang lebih Rp 5 milyar,
Kasus dugaan korupsi dalam pembangunan Sport Center (Stadion Madya) di Sanden – Magelang Selatan senilai Rp 11 milyar diduga melibatkan Walikota Megelang Fahriyanto.
Lalu kasus korupsi proyek pengadaan buku Balai Pustaka dari APBD 2004 dan 2005 di Pemalang senilai Rp 11 milyar yang diduga melibatkan Bupati Pemalang HM. Machroes, dan lain-lain. (ROFIUDDIN)www.tempointeraktif.com

23.7.10

Dongeng Sebelum Tidur: Kisah Seekor Kerbau dan Anaknya


Langit kian menunjukkan warna kemerah-merahan seiring melayangnya mentari ke ujung barat... seluruh makhluk bersiap diri kembali ketempat dan sarangnya masih-masing... terlihat dari kejauhan di tengah hamparan sawah terdapat seekor anak kerbau dan induknya berjalan perlahan menuju kandangnya....

Berselang kemudian lantunan suara Adzan syahdu dari surau kecil mengumandang ke pelosok persawahan hingga mengagetkan si anak kerbau,seraya terperanjat dan mendekati induknya ,
Anak kerbau bertanya: "Bu, suara apa itu, merdu sekali terdengar di langit?? ?"
Ibu Kerbau : "ooo... itu suara adzan nak..."
Anak Kerbau : "Adzan itu apa bu???"
Ibu Kerbau : "Adzan adalah suara yg dikumandangkan sebagai tanda waktu menundukkan diri kepada Allah yang Maha Pencipta."

Mendengar penjelasan induknya, sang anak kerbau manggut- manggut kepalanya seakan paham tentang adzan...
maka sampailah mereka ke kandangnya... dan kemudian sang anak kerbau kembali dikejutkan dan merasa ketakutan setelah melihat sekumpulan muslimin memakai baju putih-putih :
Anak Kerbau kembali bertanya: "Ibu... bahaya ada segerombolan makhluk putih menghampiri kita."
Ibu Kerbau : "jangan takut anakku... mereka semua hendak pergi ke surau untuk melaksanakan sholat."
Anak Kerbau : "Sholat apa bu???"
Ibu Kerbau : "Sholat adalah perintah Allah yang wajib dilaksanakan sebagai rasa syukur kepada-Nya."

Sang anak kerbau kembali manggut-manggut kepalanya tanda telah mengerti, tapi yang namanya anak kecil, ia kembali bertanya :
Anak Kerbau : "Ibu, Allah itu siapa?"
Ibu Kerbau : "Dialah yang menciptakan seluruh makhluk, mengatur alam semesta, langit dan bumi, serta Dialah yang memberikan rizqi kepada kita dan mereka yang mau sholat itu."
Anak Kerbau : "wah... baik sekali Allah itu yah...; bu tadi ibu bilang sholat itu untuk menandakan rasa syukur kita kepada Allah, ayoo bu kita ke surau sholat seperti mereka."
Ibu Kerbau : "hahaha anakku... anakku... (seraya terseyum), sholat itu wajib hanya untuk manusia... bukan untuk kerbau."
Anak Kerbau : "ooo gitu yah...., berarti mereka yang tidak ke surau dan tidak melaksanakan sholat adalah saudara kita semua dong Bu....??? asiiik bisa numpang nonton tv neh sama mereka.... !!! (maka sembari lari anak kerbau itu meminta izin kepada ibunya) :
"bu saya mau nonton tv dulu yah di rumah mereka yang tidak sholat."
Ibu Kerbau : (bicara dalam hati) "anaku itu benar atau salah yah...?!! @#$%&*!??>!

AYOOOO SHOLAT, JANGAN SAMPAI DIRI KITA SAMA DENGAN KERBAU...
AWASSS ADA YANG NGETOK PINTU,
JANGAN-JANGAN ANAK KERBAU MAU NUMPANG NONTON TV KE RUMAH KITA.....!
(Dasar Dasar Agama Islam-Facebook Page)

Get this blog as a slideshow!