30.6.10

Trofi Piala Dunia Hilang!, ( Untung cuma Replikanya ).


Replika trofi Piala Dunia dilaporkan hilang pada Selasa (29/6) waktu setempat, polisi di Johannesburg mengkonfirmasi hilangnya replika trofi Piala Dunia di markas sementara FIFA. Kabarnya,trofi tersebut telah dicuri.
“Kami tahu di sana ada pencurian dan kami sedang menyelidikinya,” ungkap komisaris polisi Bheki Cele, seperti dilansir Goal.

Replika trofi tersebut rencananya akan dipampang di panggung utama di Stadion Soccer City, saat partai final berlangsung pada 11 Juli mendatang.Tak hanya trofi, beberapa perlengkapan lainnya juga turut diangkut para pencuri.

Sejak turnamen bergulir,polisi juga mengkonfirmasi bahwa 316 orang,di mana 207 di antaranya penduduk asli Afsel,sudah ditangkap karena melakukan tindak kejahatan yang berkaitan dengan Piala Dunia.
Seperti di ketahui,Afsel merupakan negara dengan catatan kriminalitas tinggi,di mana disebutkan setidaknya terjadi 50 kasus pembunuhan dalam setiap 24 jam.tak heran di beberapa blok,rumah penduduk setempat terlihat seperti penjara,pagar teralis yang tinggi,alarm,kawat berduri yang di aliri listrik seolah sudah menjadi standar rumah penduduk di sana.(dutamasyarakat)

Angin timur,Ombak Pantai Tanjungsari 1 meter,Nelayan di himbau Waspada


Kuatnya hembusan angin timur yang terjadi sejak sepekan terakhir,selain membuat dua unit perahu milik nelayan Tanjungsari, Kabupaten Pemalang, tenggelam, juga mengancam jalan di sepanjang Pantai Tanjungsari. Abrasi dibibir pantai tersebut bahkan sudah menggerus beberapa ruas jalan di pantai.
Besarnya gelombang laut yang disebabkan tidak menentunya cuaca,terlebih lagi, besaran ombak akibat angin timur mencapai ketinggian 1 meter. "Angin timur biasanya datang pada sore hari, tetapi tidak menutup kemungkinan bisa terjadi pada pagi hari, sehingga masyarakat yang tinggalnya dibibir pantai perlu waspada,” terang Kepala Kantor Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Wilayah Kerja Pelabuhan Pemalang Riyanto SH kepada Radar kemarin (29/6).
Dikatakannya,selain menghimbau kepada masyarakat, pihaknya juga menghimbau kepada nelayan untuk tetap waspada dan menjaga keselamatannya selama menangkap ikan. Pasalnya, meski ombak cukup besar, banyak nelayan yang nekat mencari ikan karena desakan kebutuhan dapurnya. "Ombak memang tidak menentu, kadang besar kadang kecil.Ketinggian maksimal sejak datangnya angin timur, kini bisa mencapai ketinggian 1 meter,” ungkap Riyanto.
Kepastian berapa lama angin timur akan berlangsung, dia tidak bisa menjelaskan lebih jauh. Karena, dijelaskannya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) belum mengirimkan release terkait angin timur tersebut. Sehingga, pihaknya tidak berani mengambil langkah untuk memasang bendera hitam atau laut sedang dalam keadaan tidak aman.
"Besaran ombak masih bisa diatasi nelayan, namun yang perlu diwaspadai nelayan adalah saat membawa perahunya sampai di pertemuan sungai dan laut,” ucapnya.
Karena pada pertemuan dua arus tersebut, juru mudi perahu musti memiliki pengalaman untuk menyeimbangkan perahunya agar tidak oleng dan tenggelam. Hal itu ditekankan karena salah satu tantangan terbesar nelayan saat mencari ikan- baik di tengah laut atau pada saat pemberangkatannya- adalah besarnya ombak laut. (cw2)http://radartegal.com

Menjaga Keutuhan NKRI,NU Harus Bendung Radikalisasi Agama


Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siraadj meminta agar warga NU membendung adanya radikalisasi atas nama agama.Hal itu diungkapannya saat acara Haflah Kubro (ulang tahun) ke-185  Pondok Pesantren Bahrul Ulum,Tambak Beras, Jombang,pada Sabtu (26/6) malam.

Said Aqil mengatakan, sebagai ormas Islam yang mengedepankan sikap moderat, NU memiliki tantangan yang cukup berat untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ada empat hal yang telah dipercayakan oleh pemerintahan  Presiden SBY  terhadap warga NU. “Kami mengajak kepada seluruh warga nahdliyin untuk tetap membangun bangsa,” ujarnya.

Menurut Said Aqiel, untuk membangun bangsa, warga NU harus membendung radikalisasi yang mengatasnamakan agama, membangun dialog peradaban, serta memperkuat civil society (masyarakat sipil).
Selain itu,langkah yang perlu dilakukan warga nahdliyin untuk membangun bangsa adalah tetap konsisten mempertahankan NKRI,Pancasila,UUD 45,serta Bhineka Tunggal Ika.

Haflah Ponpes Bahrul Ulum tersebut dihadiri oleh pengurus ranting dan Majelis Wakil Cabang (MWCNU) se- Jombang serta Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur dan para kiai Pondok pesantren.
Sedangkan dari PBNU, selain KH Said Aqiel, hadir pula Saifullah Yusuf (Gus Ipul),pengurus PBNU yang juga wakil gubernur Jawa Timur, advokat senior Todung Mulya Lubis, dan Ali Maskur Musa dari BPK.
(NU Online)ilustrasi:mtshasyimasyari.blogspot.com

Menyembunyikan Noordin M Top,Jibril Di ganjar 5 tahun Penjara


“Dengan ini majelis hakim menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan dengan sengaja memberi bantuan dengan menyembunyikan pelaku tindak pidana terorisme.Maka hakim menjatuhkan pidana penjara selama 5 tahun,”

Demikian kata Ketua Majelis Hakim Hariyanto dalam pembacaan putusan di PN Jakarta Selatan, Selasa (29/6) kemarin.
Mendengar putusan vonis tersebut, pihak keluarga dan pendukung Jibril langsung memekikkan takbir. Kalimat-kalimat hujatan pun terlontar dari mulut mereka.

“Hakim dan jaksa laknat,kalian akan dihukum di alam baka.Hakim hanya perlu makan,tidak perlu agama,teroris adalah pelaku kejahatan yang membawa senjata. Buka mata kalian,” kata seorang di antara mereka.
Seruan-seruan takbir tersebut disambut oleh Jibril sambil tersenyum dan mengepalkan tangannya ke atas dan meneriakkan takbir.

Dalam keterangannya usai sidang,Jibril bersumpah semua tuduhan yang didakwakan kepadanya adalah rekayasa. “Semua bukti-bukti yang ada kan tidak pernah terbukti dalam persidangan. Saya jurnalis bukan teroris,” ucap Jibril.

Sebelumnya,Jaksa Penuntut Umum (JPU) Firmansyah menuntut Jibril 7 tahun penjara atas dua dakwaan yakni pasal 13 huruf (c) UU No.15/2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme dan pasal 266 ayat 2 KUHP.

JPU berlebihan Dalam persidangan terpisah, terdakwa Puteri Munawaroh dituntut dengan hukuman 8 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di PN Jakarta Selatan.Munawaroh pun menganggap terlalu berlebihan sebab kesalahan suaminya,Hadi Susilo alias Adib,tak bisa dibebankan kepada dirinya yang tak tahu apa-apa. “Dia seorang istri kalau suaminya melakukan tindak pidana, maka tidak bisa ditimpakan kepadanya.Terlalu jauh tuntutan dia delapan tahun dengan posisi dia itu pun turut serta di mana suaminya sudah meninggal duluan. Ini harus dipertimbangkan jaksa,” ujar kuasa hukum Puteri Munawaroh, Achmad Michdan kepada wartawan usai sidang di PN Jakarta Selatan, Selasa (29 /6).

Michdan menganggap kesalahan suami Puteri yang menyuruhnya menyembunyikan pelaku tindak pidana terorisme Noordin M. Top tak bisa dibebankan kepada kliennya. Apalagi, lanjut Michdan,Puteri memiliki seorang balita yang dilahirkannya dalam tahanan usai ditangkap dalam penggerebekan di Solo, Jawa Tengah. “Di dalam hukum Islam ya tidak bisa ditimpakan. Jelas bahwa terdakwa tidak bisa ditimpakan perbuatan yang dilakukan suaminya dan tidak bisa dibebankan dengan perbuatan suaminya.Berlebihan sekali baik dari pertimbangan hukum dan penjatuhan tuntutan itu sendiri,” ungkapnya.
Selain itu, Michdan pun menampik tuduhan JPU dalam dakwaan yang menyatakan terdakwa Puteri mengetahui ditemukannya enam karung potasium, sulfur, senjata laras panjang dan pendek serta peluru. “Kita akan meminta koreksi itu. Karena dalam fakta persidangan memang dia tidak tahu soal bahan peledak,” pungkasnya.

Puteri Munawaroh didakwa telah melakukan permufakatan jahat, percobaan atau pembantuan untuk melakukan tindak pidana terorisme, turut membantu atau memberikan kemudahan terhadap pelaku tindak pidana terorisme dengan menyembunyikan Noordin M Top dan kawan-kawan.Dia dijerat telah melanggar pasal 13 huruf (b) Perppu No 1 /2001 yang telah ditetapkan menjadi UU No.15/2003 Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.
Puteri Munawaroh akan membacakan pembelaannya (pledoi) di PN Jakarta Selatan pekan depan.(http://dutamasyarakat.com)

Dunia Makin Parah: Johanna,Lesbian Yang Perdana Menteri


Tepat pada hari dimulainya pemberlakuan aturan hukum baru yang melegalkan pernikahan sesama jenis di Islandia, Perdana Menteri Islandia,Johanna Sigurdardottir, resmi menikahi kekasihnya yang juga seorang perempuan, Jonina Leosdottir.Sigurdardottir menjadi pemimpin negara pertama yang melaksanakan pernikahan sesama jenis.Kantor PM Islandia, Senin (28/6), merilis pernyataan bahwa pernikahan tersebut dilangsungkan pada Minggu,27 Juni 2010.

Pernikahan resmi itu dilaksanakan tepat dengan mulai berlakunya peraturan hukum baru mengenai pernikahan sesama jenis di Islandia. Juga, bertepatan dengan peringatan hari internasional hak-hak homoseksual.

Selama bertahun-tahun,Sigurdardottir dan Leosdottir yang berprofesi sebagai penulis sudah menjalin hubungan asmara. Kini,mereka melegalkan tali ikatan asmara mereka secara hukum.Pernikahan pasangan sesama jenis ini dirayakan melalui kebaktian di gereja, tanpa pesta meriah.

Kantor PM mengatakan bahwa PM perempuan berusia 68 tahun tersebut telah mengirimkan pesan bahwa hukum baru tersebut patut dirayakan seluruh penduduk Islandia.
"Saya hari ini memanfaatkan hukum ini," kata Sigurdardottir seperti dikatakan salah seorang penasehatnya, Hrannar B. Arnarsson.

Gereja Lutheran di Islandia selama ini menolak pemberlakukan aturan pernikahan sesama jenis tersebut. Kongres gereja pada April lalu juga tidak terang-terangan mendukung aturan tersebut.

Sigurdardottir telah memiliki anak dari pernikahan heteroseksual sebelumnya.Meski secara jujur mengakui sebagai kaum penyuka sesama jenis, preferensi seksual Sigurdardottir selama ini hampir tak pernah menjadi isu besar di Islandia.
Anda berniat menikah dengan sesama jenis? Sekalian berbulanmadu,ke Islandia saja bagaimana?
(vvn/CN12)suara merdeka.com

29.6.10

PW IPNU dan Yayasan Yusufiyah DKI Jakarta Gelar Lomba Futsal


Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan SMA Jakarta Raya Yusufiyah menggelar kompetisi Futsal antar SLTP dan SLTA Se-DKI Jakarta. Acara bertempat di Green Futsal, Jl. Bambu Apus Raya Kec. Cipayung, Jakarta Timur, Senin, (28/6).

Hadir dalam acara tersebut, para tokoh dan pejabat pemerintahan DKI Jakarta, diantaranya, Pengurus Wilayah NU DKI Jakarta Drs Ma’mun Al Ayyubi, para pengurus IPNU Pusat, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Kepala sekolah SMA Jakarta Raya Yusufiyah dan segenap pengurus PW IPNU DKI Jakarta.

Kepala Sekolah SMA Jakarta Raya Yusufiyah H. Ahmad fauzi, S. Pd, berharap kegiatan ini menjadi sesuatu kontribusi yang positif dan SMA Yusufiyah salah satu sekolah yang sangat konsen dan peduli terhadap perkembangan prestasi pelajarnya, tentu ini akan kami terapkan di sekolah kami.

“Kami berharap kedepan SMA Jakarta Raya Yusufiyah bisa menjadi partner yang baik dan di percaya oleh para pelajar dan orang tua dalam menimbah ilmu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PW IPNU Provinsi DKI Jakarta Hery Susanto mengatakan, Acara ini didukung oleh Disorda (Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta), PT. Adira Sarana Armada, BNN dan STAINDO (Sekolah Tinggi Agama Islam Indonesia). “Kami pelaksananya,” ujarnya.

Ditambahkannya, kompetisi futsal ini sengaja kami laksanakan di samping sebagai sarana sillaturahmi antar pelajar Se DKI Jakarta, juga di harapkan dapat meminimalisir dampak penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar serta mampu memotovasi para pelajar untuk terus berprestasi menjadi generasi pelajar yang berkualitas. “Tentunya menjadi siswa yang sehat, sportif dan bebas narkoba,” ungkapnya.

Kegiatan kompetisi futsal yang berlangsung dua hari (28-29) diikuti 24 team SMP/SMA se DKI Jakarta. Kedepan pihaknya bersama pengurus IPNU lainnya kata Hery, akan menjadikan kegiatan seperti ini menjadi kegiatan tahunan yang berkelanjutan dan dalam penyelenggaraannya akan terus lebih baik. “Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi start awal kebersamaan dan berkelanjutan yang lebih baik,” harapnya.

Menurut Hery, banyak remaja saat ini yang mempunyai bakat dan kreatifitas, akan tetapi bakat dan kemampuan mereka tidak tersalurkan dengan baik, yang berimbas pada arah negatif sehingga mempengaruhi pelajar lainnya, karenanya Hery bersyukur bisa menyelenggarakan kompetisi futsal tingkat remaja di DKI Jakarta.

“Hal ini menunjukan eksistensi IPNU di DKI jakarta, tidak hanya bergerak dalam hal tradisi akademisi, tradisi keagamaan. Namun, mampu menyelenggarakan kompetisi futsal yang dewasa ini cukup di gemari oleh para pelajar kita,” ujarnya.

Selain itu katanya, IPNU juga perlu melakukan pendekatan (approach) dalam bidang olahraga. “Sehingga para kader IPNU tidak hanya berprestasi dalam hal keagamaan, dan tradisi intelektual juga berprestasi dalam hal olahraga,” ungkapnya. (hds)http://nu.or.id

Majalah TEMPO Edisi "Seksi", Di borong Polisi?


Majalah berita mingguan TEMPO edisi 28 Juni - 4 Juli 2010 yang mulai beredar hari ini dikabarkan ludes diborong orang-orang berseragam polisi. Laporan utama majalah ini mengulas tentang dugaan rekening tak wajar sejumlah perwira tinggi Polri.





Majalah Tempo edisi 28 Juni-4 Juli 2010 juga tak ditemukan di dua lapak yang menjual surat kabar, buku dan majalah di lingkungan kompleks Gedung MPR/DPR, Jakarta hingga Selasa (29 /6 / 2010). Padahal, di dua lapak ini biasanya selalu tersedia majalah tersebut.

Salah seorang pemilik lapak, yang minta namanya tak disebutkan, mengatakan,Tempo edisi minggu ini memang langka.
"Bahasannya seksi, sih," kata penjual tersebut.Sejurus kemudian,setengah berbisik ia mengatakan, "Mau? Kalau mau, bisa saya carikan. Tapi harganya Rp 100.000. Mau?"

Majalah Tempo yang mengupas Rekening Gendut Perwira Polri itu langsung dipatok hampir empat kali lipat dari harga normalnya. Penjual itu mengaku, agen tak mempunyai stok untuk dibagikan ke lapak-lapak yang biasa disuplainya. Ia membanderol Rp 100.000 karena harus mencari ke pihak-pihak yang diketahuinya memiliki majalah tersebut.
"Ada, lah, nanti saya carikan kalau mau," ujarnya, enggan menyebutkan dari mana majalah itu didapat.
Penjual di lapak lain juga mengaku hal yang sama. Ia bahkan tak mendapatkan stok dari agen yang biasa menyuplai majalah. Akhirnya, para pelanggan yang sudah berlangganan secara berkala pun harus gigit jari karena tak mendapat kiriman majalah pekan ini.
Langkanya majalah Tempo diduga karena diduga diborong oleh pihak-pihak yang "tersengat" oleh gaya jurnalisme berani dan lugas ala media yang pernah dibreidel semasa Orde Baru itu.

PEMBORONG TEMPO NAIK MOBIL POLSEK
Penelusuran yang dilakukan Kompas.com pada siang harinya, sekitar pukul 10.00 WIB seorang polisi berseragam lengkap juga datang ke Sentra Bursa Media dengan maksud yang sama.
"Siangnya,juga sekitar jam 10.00 datang lagi polisi satu orang. Pakai seragam lengkap dan naik mobil polisi. Ada tulisannya kok, Polsek Sawah Besar," kata seorang pedagang yang menolak disebutkan namanya.
Dia mengatakan, polisi itu menanyakan apa masih ada majalah Tempo pada lapak agen yang berada di sebelahnya.
Di Sentra Bursa Media terdapat tiga lapak agen. Namun, kata dia, semua majalah Tempo sudah habis diborong. "Ya terus dikasih tahu,sudah habis," katanya.
Namun, polisi itu tidak bergegas pergi. Dia mengatakan polisi itu sempat melihat-lihat stok-stok majalah dan koran-koran lainnya di tempat itu. "Dia sempat lama enggak pergi-pergi. Sebenarnya pas itu masih ada sedikit stok yang ditahan buat pelanggan.Tapi karena dia nanya terus dan enggak pergi-pergi, ya dilepas sama dia," katanya.
Pedagang berusia sekitar 30- an itu mengatakan, polisi itu memborong sebanyak sekitar 50 majalah Tempo edisi terbaru itu. "Ya itu stok terakhir di sini. Udah habis semua setelah dia (polisi) borong," katanya.
Soal harga, pedagang itu enggan merinci. Ia hanya mengatakan, polisi itu bersedia membayar dengan harga jauh di atas biasanya. "Ya pokoknya lebih mahal. Harga tinggi juga dia mau bayarin," tuturnya.

Pengamatan Kompas.com, hingga petang ini belum ada lagi agen-agen di Sentra Bursa Media yang mendapatkan stok majalah Tempo terbaru. Menurutnya, dari info agen-agen besar di Jakarta mengatakan semua majalah Tempo sudah habis.

Seperti diberitakan sebelumnya,pada pagi tadi, sebanyak empat orang yang diduga polisi mendatangi Sentra Bursa Media. Keempat orang lantas memborong semua majalah Tempo edisi Rekening Gendut Perwira Polisi di Sentra Bursa Media.(http://kompas.com)

Pilkades Jatirejo 7 Juli Mendatang,Diramaikan 5 Bakal calon.


Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Jatirejo,Kecamatan Ampelgading, yang akan digelar pada 7 Juli 2010 mendatang diikuti oleh lima bakal calon.
Kepastian tersebut setelah 8 formulir yang diambil calon kades pada saat penjaringan hanya lima balon yang menyerahkan kembali formulirnya.
"Balon ada lima, Asnawi, Bakhersyah, Ely Lesmono, Siti Khaeroti, dan Didik Suwito," terang Ketua Panitia Pilkades Jatirejo, Suwito, kepada Radar Senin (28/6) kemarin.

Dikatakan Suwito,kelima balon itu telah menyerahkan formulir pada batas waktu 9 Juni 2010 lalu.Adapun tiga balon lain yang turut mengambil formulir, yakni Widyawati, Nur Ahmad, dan Nur Hayati, urung mengembalikan formulirnya karena alasan pribadi, sehingga dinyatakan gugur.
Setelah dinyatakan sebagai balon, lanjut dia, kelima balon pada tanggal 10 hingga 24 Juni telah mengikuti berbagai tahapan Pilkades. Diantaranya mengikuti ujian lisan, tertulis,dan penyampaian visi-misinya di depan warga masyarakat dibawah pengawasan petugas.

Untuk seluruh tahapan tersebut, seluruh balon yang dinyatakan lolos mengikutinya dengan aktif. Selanjutnya panitia sesuai dengan jadwal, balon menunggu pengumuman yang sesuai dengan jadual, diagendakan pada Rabu,30 Juni 2010. "Setelah pengumuman, kami akan mengundang balon kades pada pengundian tanda gambar pada 6 Juli," ungkap Suwito.
Undian tanda gambar, kata dia, dilakukan panitia di Balai Desa Jatirejo yang kini oleh pihaknya tengah dilakukan perbaikan dengan disaksikan seluruh balon kades. Mengenai jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT), Suwito menjelaskan, dari pendataan awal warga yang mempunyai hak suara berjumlah 4.282. Namun setelah diadakan verifikasi, jumlah DPT menjadi 4.561, atau terdapat penambahan sebesar 279 suara.
Validitas jumlah suara setelah 10 Petugas Pendaftar Pemilih (Gastarlih) yang direkrut panitia melakukan verifikasi ulang di tiga dusun yang ada di Desa Jatirejo. Yakni di Dusun Jatingarang, Pagilaran dan Dusun Sariglagah."Penambahan jumlah DPT karena banyak warga Jatirejo yang diluar kota, sebelumnya tidak terdata," imbuhnya.(cw2)http://radartegal.com

Soal Dana BOS,GNPK Pemalang Tak Temukan Bukti Penyelewengan


Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi ( GNPK) Sub Koordinator Kabupaten Pemalang belum menemukan adanya penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di jajaran pendidikan dasar tingkat Unit Pengelola Pendidikan Kecamatan (UPPK).

Hal itu disimpulkan dari hasil klarifikasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) serta pensinkronan dengan aturan dan petunjuk penggunaan BOS yang ada.
“Kami telah melakukan klarifikasi dengan pihak Disdikpora sekaligus menganalisis dan mensinkronkan dengan aturan dan petunjuk penggunaan BOS, ternyata belum kami temukan indikasi penyalahgunaan,” tutur Plt Ketua Sub Koordinator GNPK Pemalang,Slamet Riyanto.SH, di sekretariatnya, Senin (28 /6).

Pihak GNBPK Pemalang,menurutnya,belum lama ini menerima pengaduan masyarakat ihwal dugaan penyalahgunaan dana BOS di tingkat UPPK. Berdasarkan pengaduan tersebut pihaknya melayangkan surat kepada Disdikpora karena instansi ini merupakan lembaga penanggung jawab bidang pelaksanaan pendidikan di Kabupaten Pemalang. “Dari klarifikasi tersebut tidak teridentifikasi secara nyata dan data yang dilaporkan kepada kami merupakan laporan pertanggungjawaban kegiatan yang dikelola kelompok guru yang ada dibawah UPPK,” jelasnya.

Dikatakan lebih jauh, meski dalam laporan tersebut tidak disebutkan secara jelas bahwa dana kegiatan bersumber dari dana BOS,namun pihak GNPK menduga bahwa kegiatan yang ada dibiayai dari pemotongan dana BOS sehingga perlu melakukan klarifikasikan dengan Disdikpora.
“Inti klarifikasi tersebut meliputi apakah kegiatan yang dimaksud betul-betul ada,apakah kegiatan itu dibiayai dari pemotongan dana BOS dan apa tujuan kegiatan tersebut diselenggarakan,” jelas Slamet Riyanto sembari menambahkan bahwa menurut pihak Disdikpora kegiatan tersebut memang ada dan dibiayai atas dasar iuran sekolah ataupun gugus yang ada di wilayah kerja UPPK.
“Menurut petunjuk pelaksanaan yang ada kegiatan siswa dalam rangka peningkatan mutu pendidikan diperbolehkan menggunakan dana BOS, yang tidak dibenarkan adalah penggunaan dana BOS untuk kepentingan pribadi seperti plesiran ataupun kegiatan yang tidak menunjang upaya peningkatan mutu pendidikan,” tegasnya.

Namun demikian, ungkap Slamet Riyanto, meskipun tidak ditemukan adanya penyalahgunaan dana BOS, GNPK Pemalang tetap akan terus mencari data lain diluar data yang telah diterima dari pengaduan masyarakat.(Ruslan Nolowijoyo).http://pesisirnews.com

28.6.10

Kerjasama PBNU-Kedubes Libya Halau Wahabi


Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Kedutaan Besar Libya di Indonesia akan bekerjasama menghalau pergerakan paham Wahabi di Indonesia yang diduga kuat mengembakan ajaran yang radikal.

Demikian dalam kunjungan Duta Besar Libya untuk Indonesia Salaheddin Muhammed Ibrahim al-Bisari ke kantor PBNU, Jakarta, Selasa (6/4). Salaheddin diterima Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj di kantor bidang hubungan internasional atau ICIS di lantai 5 gedung PBNU.

Kerjasama dilakukan di bidang pendidikan dan dakwah Islam. ”Melalui sarana pendidikan dan dakwah kita akan mengembangkan ajaran Islam yang tasamuh, yang toleran, santun dan menghormati yang lain,” kata juru bicara ICIS Ahmad Ridho usai pertemuan.

Ditambahkannya, kerjasama juga akan diwujudkan dengan kegiatan kunjungan dakwah ulama Libya ke Indonesia.

Said Aqil dalam kesempatan itu mengungkapkan ada 12 organisasi Wahabi yang mendanai kegiatan kelompok garis keras di Indonesia.

Kedatangan Duta Besar Lybya Salaheddin juga dalam rangka mengucapkan selamat atas terpilihnya KH Said Aqil Siradj sebagai ketua umum PBNU yang baru. Ia berharap berbagai program internasional NU, terutama berkaitan dengan Libya terus ditingkatkan.

Salaheddin dalam kesempatan itu bertanya, ”Rekomendasi apa yang paling penting dalam muktamar NU di Makassar?”. Said Aqil menjawab, ada beberapa hasil keputusan muktamar yang dibahas dalam enam komisi, yakni bahtsul masail diniyah waqiiyah, maudluiyah, qonuniyah dan komisi organisasi, program dan rekomendasi.

”Rekomendasi yang terpenting adalah bahwa NU akan menjauhkan diri dari politik praktis,” kata Said Aqil.

Dalam kesempatan itu pihak Kedutaan besar Libya menyanggupi permintaan kunjungan pemimpin Libya Muammar Kadafi ke Indonesia. ”Namun sebaiknya Presiden Indonesia dulu yang berkunjung ke Libya,” kata Salaheddin.

NU diharapkan dapat memfasilitasi kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Libya terutama dalam soal minyak. Said Aqil dalam kesempatan itu menyanggupi akan mengkomunikaskan dengan pemerintah Indonesia.

Pada Kamis (8/4) besok akan diadakan pertemuan oleh Lembaga Persahabatan Indonesia-Libya di gedung YTKI Jakarta. Salah satu agenda pertemuan itu adalah ungkapan selamat dan harapan untuk kepengurusan PBNU yang baru. (nam)

Mencuri Kayu Hutan,Mantan Kades Pedagung Di Amankan


Merasa ikut menanam dan memelihara tanaman hutan, mantan Kepala Desa (Kades) Pedagung, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Badrun (55) menebang kayu albasia. Akibatnya, Badrun harus menginap di sel Mapolres.
Badrun bersama dua pemuda tetangganya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena melanggar Undang-Undang Kehutanan.

Kapolres Pemalang AKBP Burhanudin SIK melalui Kasatreskrim AKP Suwarto SH MH membenarkan adanya kasus pencurian kayu tersebut. ’’Tersangka ditangkap oleh petugas dari Perhutani KPH Pemalang," kata Suwarto saat dikonfirmasi Senin (28 /6).

Tiga tersangka itu melakukan aksi dan tertangkap pada Jumat (25/6) dinihari pukul 02.30 WIB. Tersangka lain selain Badrun adalah Mustakim (25), warga Desa Pedagung RT 6 RW 3,Kecamatan Bantarbolang, dan tetangganya yang bernama Jumadi (18).

Polisi juga mengamankan alat yang digunakan untuk menebang pohon, yaitu satu unit perkul dan dua unit gergaji tangan. Ada 30 batang potongan kayu albasia yang diamankan bersama mereka berikut satu unit kendaraan angkut satu unit Colt T 120 bernomor Polisi G 1915 LP.

Badrun saat ditemui Radar mengakui, kalau tindakan yang dilakukannya adalah salah.
’’Saya tahu perbuatan saya salah, cuma saya ingin menikmati tanaman yang saya tanam ini. Karena waktu itu saya jadi mitra Perhutani untuk menanam kayu albasia," kata mantan kades yang hanya menjabat enam tahun dari delapan masa jabatannya karena kasus selingkuh ini.

Dari menebang kayu tersebut, Badrun mengaku, dia hendak menjualnya seharga Rp 250 ribu per batang. Namun,belum sampai terjual sudah kepergok aparat Perhutani sehingga harus meringkuk di balik jeruji besi.
Sedangkan aksi tebang pohon kayu itu diakuinya dilakukan pada siang dan malam hari, sambil menunggu suasana aman.
Ditempat terpisah Adm Perhutani KPH Pemalang Ir H Sajim Sirojudin MBA membenarkan adanya aksi pencurian kayu di hutannya. Pencurian, lanjut dia, terjadi di BKPH Sokawati RPH Kaliwadas petak 111 C.
Akibat aksi tersebut, Perhutani mengalami kerugian Rp 10 juta lebih. ’’Kayu alba itu masih terlalu muda, harusnya lima tahun lagi baru ditebang," ujar dia.(ali)http://radartegal.com

Pendidikan di Pemalang : Iuran Tanpa Persetujuan Semua Wali murid = PUNGLI


Belakangan ini kerap mencuat ke permukaan tentang adanya pungutan terhadap siswa yang memberatkan para orang tua,padahal sekolah dimana siswa belajar sudah jelas mendapat gelontoran bantuan anggaran dari pemerintah. “Apapun bentuknya pungutan yang diterapkan di sekolah terutama sekolah negeri jika tidak ada kesepakatan dengan orang tua murid adalah pungutan liar alias pungli.!” Demikian ditegaskan Dwi Agung HS, aktifis LSM Bintang Nusantara yang dikenal banyak mengkritisi kebijakan dan dugaan penyimpangan anggaran di dunia pendidikan di Pemalang.

Menurut Dwi Agung, pungutan demi pungutan terutama di SD negeri yang selama ini memberatkan wali murid ada kalanya hanyalah kong kalikong pihak sekolah dengan komite.Sehingga dengan dalih sudah dimusyawarahkan dan disetujui komite pihak sekolah seenaknya melakukan pemungutan kepada siswa.

Selain maraknya pungutan yang memberatkan orang tua murid yang dilakukan sekolah negeri,terlihat pula sikap sekolah negeri yang kurang memperhatikan hal bina lingkungan. Hal ini banyak terjadi dimana warga di permukiman sekitar sekolah tetap kesulitan menyekolahkan anaknya karena tidak punya cukup biaya. “Malah ada sebuah SD negeri tetap memungut biaya ratusan ribu kepada siswanya yang miskin meskipun tinggalnya di lingkungan dekat sekolah,” tegas Dwi Agung tanpa menyebut nama SD negeri yang dimaksudkan, Minggu (27/6)

Yang memprihatinkan di sekolah tersebut, ungkapnya lebih jauh,tidak semua orang tua siswa diajak bermusyawarah bersama komite sekolah,tetapi hanya sebagian perwakilan. Akibatnya,sebagian besar wali murid yang diberi surat edaran berisi besaran pungutan merasa keberatan.
“Payahnya meski katanya sudah ditangani pengawas, pungutan ratusan ribu itu berjalan terus dan dikaitkan dengan pengambilan raport siswa,” tegasnya.

JANGAN MEMAKSA
Sukarela Kepedulian terhadap pendidikan itu hal yang positif, tetapi soal besar sumbangan jangan didikte dan dipaksakan.Hal itu diutarakan Nasir Effendy, Bc Hk, anggota Komite SDN 14 Mulyoharjo Pemalang yang mengaku prihatin mendengar ada SD negeri yang memungut biaya ratusan ribu dengan dalih untuk rehab pagar sekolah tetapi tidak semua wali murid diajak rapat oleh komite sehingga banyak yang merasa keberatan.
Menurutnya,ketika di SDN 14 Mulyoharjo akan memperbaiki lantai keramik di salah satu ruang kelas,pihak komite mengundang semua wali murid untuk bermusyawarah. “Kami mengundang seluruh wali murid untuk musyawarah, tidak hanya perwakilan tapi semua kami undang untuk bermusyawarah bersama,” katanya.
Kepada semua wali murid yang mampu ditawarkan untuk memberikan sekedar taliasih guna merehab lantai kelas yang rusak. “Kami tawarkan tanpa ada indeks dan besaran angka rupiah yang harus diberikan sebagai tali asih, dan bagi wali murid yang tidak mampu kami juga tidak memaksa untuk membantu,” jelas Nasir Effendy yang juga aktifis LSM.

Yang terjadi di SDN 14 Mulyoharjo,menurutnya,sumbangan adalah sukarela dan telah disepakati bersama semua wali murid, bukan perwakilan. Lebih dari itu tidak sepeserpun diberikan untuk kepala sekolah dan pengurus komite. Dan yang penting, imbuhnya,pelaksanaan pemasangan lantai keramik dikerjakan profesional dengan pertanggungjawaban lengkap baik secara manajemen maupun secara administrasi.

Tradisi pungut memungut yang sangat memberatkan orang tua siswa dari kalangan kurang mampu juga mendapat perhatian Benny Harsono (50) dari LSM Forum Komunikasi Indonesia 1 (FKI-1).   “Lha sekolah negeri kan sudah mendapatkan dana dari pemerintah,kenapa dengan berbagai dalih masih saja memungut kepada siswa?. ” tegas dia di kediamannya Sabtu (26/6) petang.

Menurut Benny Harsono, untuk pendidikan dasar 9 tahun, yaitu setingkat SD dan SMP,selain bantuan bentuk program lain pemerintah telah menyediakan BOS yang nilainya cukup besar bagi setiap siswa. “Tetapi meskipun sudah ada BOS siswa tetap saja dibebani pungutan. Kenapa hal ini bisa terjadi…?”  tandasnya bernada tanya. (Dentang HS/RN)http://pesisirnews.com

Siti Nurhalimah SH Terpilih sebagai Ketua Muslimat NU Brebes


Muslimat NU Kabupaten Brebes menggelar konferensi cabang (Konfercab) pada hari Minggu (27/06/10) di aula Islamic Center Brebes.
Acara dihadiri 269 dari 283 ranting muslimat NU yang ada di Kabupaten Brebes dan pengurus PW Muslimat NU Jawa Tengah.

Konfercab Muslimat NU dibuka oleh Bupati Brebes H.Indra Kusuma S.Sos yang diwakili Asisten III Setda Pemkab Brebes yang juga Ketua PCNU Kabupaten Brebes, H. Athoilah.

Dari sembilan kandidat yang dicalonkan,terpilih sebagai Ketua Muslimat NU Kabupaten Brebes periode 2010-2015 , Hj.Siti Nurhalimah SH menggantikan Hj. Khulasoh yang menjabat sejak 2005 hingga 2010.

“Ke depan,kami akan merangkul semua unsur bersama-sama membesarkan Muslimat NU dengan memberdayakan warga Muslimat dari pengaruh globalisasi bersama-sama,” kata Nur Halimah ketika dikonfirmasi PanturaNews usai konfercab.

Pengurus PW Muslimat NU Jateng, Dra. Hj. Zuharmahsun mengharapkan, dengan tepilihnya pengurus Muslimat NU Kabupaten Brebes yang baru, bisa kompak dalam menjalin kebersamaan antara pengurus Muslimat NU yang membidangi satu bidang dengan yang lainnya agar kedepan dapat lebih baik dari sebelumnya.
Dia juga berharap pengurus Muslimat NU Kabupaten Brebes yang baru dalam memimpin harus bisa intropeksi diri terhadap kepengurusan yang lama.Ia menghendaki agar semua muslimat NU Kabupaten Brebes juga bisa menjaga ukhuwah islamiyah dan ikhsaniayah.
(Takwo Heriyanto)http://panturanews.com

Gerakan Pramuka Kwarcab Pemalang menggelar Sanggar pramuka


Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Pemalang selalu ramai kegiatan. Setelah sebelumnya pada tanggal 20 hingga 24 Juni menggelar perkemahan Wirakarya ke IV,Sabtu(26/6) kemarin Kwartir cabang Pemalang kembali menggelar kegiatan di Sanggar Pramuka yang diikuti 60 peserta.Kegiatan tersebut adalah Orientasi Pengelolaan Kwartir,Keprotokolan dan Kehumasan.

Acara dibuka Ketua kwarcab, Drs H Abdul Kadir yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan beberapa prinsip penataan organisasi.Prinsip-prinsip ini diantaranya keindahan,keadilan, kebaikan,persamaan, kebenaran dan kebebasan berinisiatif.
Ketua kwarcab juga mengupas sedikit mengenai anauncer atau keprotokolan yakni menulis semua kata-kata yang akan diucapkan.

Orientasi berlangsung selama satu hari dengan peserta berasal dari Kwarran sebanyak 56 orang, Pimpinan Satuan Karya 3 orang dan DKC 1 orang.

Satuan Karya yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari Saka Wira Kartika, Saka Wanabhakti, dan Saka Bhayangkara. Sedangkan nara sumber yang dihadirkan adalah Drs Mariyoto MPd dengan materi Organisasi dan Tata Kerja Kwarran,Sus Riyanto SPd,dengan materi sistem Keadministrasian dan Pelaporan,Drs H Sobirin MPd, Perbendaharaan dan Pelaporan,Rina Purwokanti SIP, Keprotokolan dan MC, serta Titi Resmiyati SSos dengan materi Kehumasan.

Salah satu penyaji materi,Drs Mariyoto MPd mengemukakan, pengelolaan kwartir pada dasarnya adalah manajemen kwartet tunggal. Ada empat menajemen seperti manajemen keuangan, administrasi, umum dan manajemen kehumasan berhimpun dalam satu manajemen untuk pengelolaan kwartir.Ini membutuhkan waktu lebih dari satu hari untuk memelajari keempat manajemen tersebut, namun karena prinsip kwartet tunggal itulah sehingga orientasi bisa dilaksanakan dalam satu hari.

Ketua panitia Drs H Sobirin MPd mengemukakan, kegiatan yang diselenggarakan tersebut adalah sebagai wahana pendidikan dan pelatihan bagi andalan ranting mengenai pengelolaan kwartir, orientasi keprotokolan dan kehumasan.
Selain itu juga sebagai wahana sosialisasi dan pengenalan sistimatika kehumasan, keprotokolan dalam pendidikan kepramukaan dan pelatihan keadministrasian kwartir bagi andalan ranting bidang sekretariatan.(ali)http://radartegal.com

25 Group ikuti Out Bound BNK Pemalang

Foto:Drs.Hendro Susilo.MSi











Sebanyak 25 regu mengikuti out bound yang digelar Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Pemalang di Taman Wisata Pantai Widuri, Minggu (27/6).
Seluruh peserta mengikuti kegiatan rekreatif yang melelahkan namun sekaligus menyenangkan yang terdiri dari 10 ragam permainan hingga berakhir sekitar pukul 13.00.

Kepada PesisirNews di lokasi out bound, Sekretaris BNK Pemalang Drs Hendro Susilo,MSi menyampaikan, kegiatan out bound, yang dilaksanakan merupakan satu dari rangkaian kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional.
“ Dalam rangka peringatan hari anti narkotika internasional kami menggelar berbagai kegiatan,satu diantaranya kegiatan out bound, di obyek pariwisata Pantai Widuri,” jelasnya.

Hendro Susilo mengatakan,kegiatan lainnya yang diadakan BNK seperti lomba senam,sepeda sehat dan parade musik antinarkoba,telah dilaksanakan sehari sebelumnya,yakni pada Sabtu (26/6) di Alun-alun Pemalang.

Untuk sepeda sehat,senam dan parade musik diikuti peserta umum,adapun out bound yang digelar pesertanya berasal dari berbagai instansi,SKPD,sekolah dan kalangan perbankan.

Digelarnya berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas,menurutnya dimaksudkan agar gaung kegiatan yang dilaksanakan menggugah kesadaran bahwa bahaya narkoba dalam setiap waktu merupakan ancaman bagi generasi muda yang merupakan penerus bangsa.

Sementara itu melalui kegiatan out bound, pesertanya dituntut kompak,bekerja sama yang baik tanpa membedakan strata kepangkatan dalam tim. “Dengan kebersamaan yang terbentuk diharapkan menjadi landasan kekompakan untuk bersama-sama dalam memerangi narkoba. Sebab dalam memerangi narkoba bukan semata tugas BNK,namun perlu dukungan semua komponen masyarakat.” tutur Hendro Susilo.

Mengenai terjadinya penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Pemalang,masih menurut Hendro, secara kasuistis tidak menonjol. Akan tetapi masyarakat harus tetap waspada serta hati-hati. Karena terhadap permasalahan yang satu ini (narkoba-red) adalah lebih baik mencegah daripada mengobati.

Terkait rangkaian kegiatan dalam rangka hari antinarkoba internasional, dari panitia pelaksana parade musik di Alun-alun Pemalang,Sabtu (26/6) diperoleh keterangan bahwa kegiatan tersebut diikuti 15 grup band.
Menurut Wanto dari Alfas Production, dari hasil penilaian tim juri terpilih 3 peserta penampil terbaik, masing-masing Asteris,Graff Yulians dan Coffe Mix. Ketiganya mendapatkan hadiah dari mitra sponsor. (Dentang HS/RN)http://pesisirnews.com

27.6.10

Memprihatinkan,Radikalisme dan Fundamentalisme Agama di Kalangan Remaja !


Radikalisme dan faham fundamentalisme agama yang makin marak di kalangan pelajar memunculkan keprihatinan para aktivis organisasi pelajar. Radikalisme agama dikhawatirkan bakal berpengaruh pada keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menanggapi fenomena tersebut, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) bekerjasama dengan Ditjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri, menggelar Seminar Nasional Wawasan Kebangsaan bertema “Deradikalisasi di Kalangan Pelajar untuk Memperkokoh Komitmen Kebangsaan” di Aula STIKES Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, Kamis (24/6) siang.

Hadir dalam acara tersebut antara lain, Kacung Marijan, pengamat politik dan pendidikan, Ahmad Heri, mantan aktifis pelajar NU, Ida Fauziyah, Anggota Komisi II DPR RI serta Sucahyo, Kasi Organisasi Kesbangpol Kemendagri.

Sucahyo, Kasi Organisasi Kesbangpol Kemendagri mengungkapkan, saat ini di Indonesia terdapat ratusan ribu Ormas dan OKP. Diantara ribuan ormas dan OKP tersebut memiliki faham radikal yang bahkan menentang pancasila sebagai ideologi bangsa.

Kacung Marijan, pria yang juga menjabat sebagai ketua PBNU ini mengatakan, menjamurnya faham radikal dan fundamental keagamaan tak lepas dari pengaruh globalisasi. Banyak orang yang tak memahami makna globalisasi secara utuh dan hanya mengambil makna negatifnya saja.

Sehingga, lanjut Kacung, saat ini tidak sedikit muncul perbedaan yang mengarah pada perpecahan. Banyak orang dan kelompok yang hanya mau dengan pendapatnya sendiri dan kelomponya tanpa mau menghargai pendapat orang lain.

“Globalisasi ini juga oleh demokratisasi. Nah, sayangnya banyak orang yang salah mengartikan demokratisasi. Kelompok ini merasa yang paling benar dan tidak mau menghargai pendapat orang lain,” ujar Kacung.

Ahmad Heri, mantan pengurus PWNU Jawa Timur mengatakan, untuk meredam maraknya faham radikal dan fundamental diperlukan keseriusan dari penggerak organisasi masyarakat sipil dan organisasi pelajar.

“Organisasi semacam IPNU ini punya peran penting. Nilai-nilai kebangsaan yang dulu digagas para leluhur bangsa harus selalu ditanamkan kepada pelajar,” katanya.

Ida Fauziyah, anggota DPR RI mengungkapkan, radikalisme dan fundamentalisme agama yang mengancam keutuhan NKRI harus dilawan secara bersama oleh negara dan Masyarakat. Negara punya peran penting dalam menjaga keutuhan NKRI melalui penanaman nilai-nilai kebangsaan sejak dini.

Menurut Ida, pemerintah sebenarnya telah melakukan upaya untuk menjaga keutuhan NKRI. Namun, upaya tersebut dinilai belum efektif. “Sebenarnya negara sudah melakukannya, tapi pertanyaannya apakah sudah efektif? Itu yang saat ini masih menjadi pertanyaan.” (ysf)

Kepedulian Kelurahan Wanarejan selatan Terhadap Warganya yang Mengalami Gangguan mental


PEMERINTAH Kelurahan Wanarejan Selatan, Kecamatan Pemalang, mengirimkan salah satu warganya untuk diberi bimbingan mental dan spiritual ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Pengiriman kali kedua tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap warganya yang mengalami gangguan mental. ’’Pada Januari lalu kami sudah mengirimkan satu, dan Alhamdulillah sudah sembuh setelah mendapatkan perawatan di sana,” terang Lurah Wanarejan Selatan Fauzan SSos MSi kepada Radar kemarin.

Dalam proses pengirimannya, kata dia, warganya didampingi salah satu perangkat kelurahan setempat dan dari Pemkab Pemalang. Yakni, diangkut mobil yang menjemputnya dari Provinsi Jateng. ’’Rata-rata warga kami yang menderita ganggungan mental, karena alasan ekonomi,” ungkap Fauzan.

Dikatakannya, persaingan dunia kerja yang semakin sempit sementara pencari kerja terus bertambah, menjadi penyebab masyarakat menjadi stress.

Karena secara langsung membawa dampak pada keluarganya di rumah. Mulai dari munculnya pertengkaran dengan istri karena kebutuhan dapurnya tidak tercukupi, hingga masalah sekolah anaknya. ’’Sudah dipastikan mendapat gangguan mental, karena sebelumnya juga sudah diperiksa oleh dokter dari Puskesmas,” imbuh dia.

Dalam kesempatan itu, pihaknya berharap agar warganya senantiasa mendekatkan diri kepada Sang Khaliq (Maha Pencipta, Red). Bagaimana pun, lanjutnya, semua permasalahan dan kemudahan yang ada adalah ujian dari-Nya. Dengan begitu, setiap permasalahan yang muncul bisa disikapi dengan lebih ikhlas. (cw2) Ilustrasi:Logo Pemalang

FPS Dukung Upaya Pemerintah Wujudkan Pemalang Yang Bersih dan Sehat



Forum Pemalang Sehat ( FPS) berencana melakukan audiensi dengan tim Pembina dari instansi terkait di Kabupaten Pemalang.Niatan berkaitan dengan peninandaklanjutan program kerja tersebut disampaikan dalam rapat pleno di Aula Bappeda Pemalang, Selasa (22 /6). “Kami akan melakukan audiensi dengan tim Pembina dari instansi terkait dalam waktu dekat,” kata ketua FPS dr.Bambang Seno usai rapat.

Menurut Bambang,FPS merupakan lembaga keswadayaan yang berkiprah di tengah masyarakat dalam bidang kebersihan secara umum. Keberadaannya sebagai organisasi kemasyarakatan akan memberikan masukan kepada pemerintah melalui dinas instansi terkait seputar aspek kesehatan dan upaya mewujudkan suatu wilayah yang bersih dan sehat. “Kami mempunyai program kerja yang mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan Kabupaten Pemalang dengan masyarakat yang sehat,damai cerdas dan sejahtera,” jelanya.

Selain rencana audiensi dengan tim Pembina,menurut dr Bambang Seno, FPS juga mengagendakan pembentukan kepengurusan di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan.
Untuk realisasinya dalam waktu dekat akan dibentuk kepengurusan di 12 kecamatan.(Ruslan Nolowijoyo)http://pesisirnews.com

26.6.10

Jihad apa membajak Agama?


Dari tahun ketahun, negeri ini terus menerus dikoyak oleh para gerombolan teroris dengan mengatasnamakan agama. Setiap saat, setiap waktu, kapan saja dan di mana saja, ulah para gembong teroris ini selalu mengancam keselamatan dan mengoyak ketentraman kita dalam menjalankan tugas berbangsa dan bernegara.

Dalam situasi seperti ini sulit rasanya bagi kita untuk bicara Islam sebagai "Rahmatan lil" Alamin" ketika pada faktanya para pembajak agama masih memiliki kesempatan untuk terus-menerus berkeliaran di bumi pertiwi ini.

Sebagai anak bangsa tentu kita tidak ingin melihat negeri ini gagal dalam membangun masa depan, apalagi negeri ini harus menjadi "ladang dan kandang" bagi para pelaku kekerasan dengan mengatas namakan agama.

Sebagian kalangan menilai dan mengaitkan masalah teroris dengan masalah ketidakadilan di Indonesia. Terorisme adalah bahasa yang di gunakan oleh orang-orang yang kecewa terhadap ketidakadilan dan kesenjangan sosial di Indonesia. Meski sesungguhnya masalah terorisme adalah masalah yang sederhana saja: Yaitu adanya kekeliruan dalam menafsirkan doktrin agama, "the perversion of religious interpretation".

Secara tegas, Islam hadir ke bumi ini adalah untuk membangun peradaban moral bukan untuk meluluhlantahkan penduduk bumi. Kehadiran Islam sebagai "Rahmatan lil" Alamin " seharusnya di jadikan pijakan dasar dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara secara dinamis. Cita-cita besar ini tidak boleh luntur dari benak bangsa kita.

Ekses dari ulah para pelaku kekerasan ini secara tidak langsung menyeret opini masyarakat ke ranah teologis dengan cukup liar dan sulit untuk di jawab. Yang salah siapa? Tuhan berpihak kemana? kepada siapa?

Secara teologis, Agama datang dengan membawa pesan-pesan moral bagi terwujudnya paradigma peradaban global yang damai, toleran dan sejahtera. Dengan demikian tidak ada pembenaran dengan alasan apapun untuk kita melakukan kekerasan kepada sesama manusia, terlebih lagi jika perbuatan tersebut di lakukan untuk menciderai orang lain.

Dalam alquran dengan banyak ayat menegaskan, bahwa Tuhan tidak pernah netral dalam sejarah. Tuhan selalu berpihak kepada manusia baik dengan kekuatan iman yang tak pernah mati, dari perspektif ini , tentu tidak mungkin Tuhan berpihak kepada petualang penghancur peradaban.

Tak ada jalan bagi bangsa ini ke depan, kecuali harus bahu membahu dari seluruh eleman bangsa secara kolektif untuk melakukan pencegahan secara dini terhadap aksi-aksi terorisme yang mengancam keamanan, keselamatan dan ketentreman dalam berbangsa dan bernegara.

Berbicara masalah terorisme sesungguhnya kita sedang berbicara masalah yang cukup serius bagi masa depan bangsa dan negara ini. Oleh karena itu paling tidak ada beberapa langkah yang harus diupayakan secara serius, konkret dan intensif.

Pertama:
Perlunya upaya yang serius dari aparat keamanan dalam hal ini Polri untuk terus mengejar dan menangkap para dalang teroris serta memberangus akar dan jaringan-jaringan berselubung.

Kedua:
Perlunya upaya serius Polri untuk terus melakukan kontrol di wilayah-wilayah yang rawan dan rentan untuk dijadikan ladang bagi berkembangnya terorisme.

Ketiga:
Pentingnya penyadaran dan pemahaman kepada Masyarakat akan bahaya terorisme dan perlu ketegasan bahwa terorisme bukan hanya musuh bagi negara tapi terorisme adalah musuh bagi agama dan juga musuh bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Keempat:
Pentingnya diselenggarakan kampanye dan gerakan secara nasional "Anti Terorisme" sebagai bentuk tanggung jawab bersama sekaligus sebagai refleksi penolakan bagi bangsa Indonesia terhadap segala bentuk kekerasan dengan atas nama apapun.
Ditulis Oleh: Sab'an Yousuf

Jangan Mengundang Azab Allah!




MEnyangkut bumi tempat tinggal kita saat ini, Allah telah mengaturnya sedemikian rupa. Desain apik dari Sang Pencipta itu meliputi udara, hidrologi air, sampai tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan oksigen. Dalam al-Qur’an telah digambarkan bagaimana Allah mengatur keseimbangan alam dengan porsi yang tepat; mengatur antara siang dan malam, membagi-bagi curahan hujan secara teratur, mengarahkan angin secara teratur, mengatur setiap planet dalam garis edarnya. Pada akhirnya, bumi betul-betul menjadi lingkungan yang paling siap untuk menerima kehidupan. Semua makhluk hidup di atasnya dapat menjalankan kehidupan dengan baik dan aman.
Semua itu mestinya harus dipahami sebagai nikmat yang harus disyukuri dan dijaga kelestariannya. Sebab, ketika nikmat diingkari, maka azab Allah yang akan datang (QS Ibrahim [14]:07). Hanya saja, untuk saat ini, bumi yang telah memberikan jasa kehidupan itu telah dirusak, sehingga menjadi ancaman serius bagi kehidupan di atasnya. Hutan ditebangi sehingga gunung-gunung tak mampu menampung air hujan, tidak memiliki daya untuk menahan curah hujan dan membuat mata air. Akibatnya, longsor pun terjadi dan saat kemarau, mata air terputus, dunia dilanda kekeringan. Karbondioksida yang mengambang di langit terus membekap bumi sehingga cuaca semakin tak teratur akibat pemanasan global.
Untuk beberapa tahun terakhir, hati kita dibikin ciut oleh berbagai macam bencana alam yang mengerikan. Gempa bumi, banjir, tsunami, sampai tanah longsor. Deretan bencana itu bagaikan episode tak putus-putus, membentuk jalinan babak prahara tanpa henti. Tahun 2004, dunia dikejutkan dengan gempa yang disusul tsunami. Lebih dari 230 ribu orang tewas. Lalu, memasuki tahun 2010, kita kembali disuguhi beberapa bencana besar. Selasa (12/1/2010) gempa dengan kekuatan 7 sr mengguncang Haiti. Dan, di negeri kita, bencana masih terus susul menyusul meski tak sedahsyat tsunami di Aceh. Selasa (23/2/2010), longsor terjadi di Kampung Dewata, Tenjolaya, Pasirjambu, Bandung. Lalu, Kamis (11/3/2010) malam terjadi longsor di Kampung Ciawitali, Sukamekar, Sukanegara, Cianjur. Ini belum menghitung beberapa banjir di beberapa kota, seperti Jakarta, Surabaya dan lain sebagainya.
Melihat rentetan bencana tersebut, kadang kita bertanya, “mengapa alam kita saat ini demikian rapuh?”
Untuk sementara waktu, boleh-boleh saja kita melihatnya sebagai sunatullah, atau kebiasaan Allah dalam mengatur alam ini. Namun, perlu kita ingat bahwa bencana seringkali diturunkan sebagai akibat dari perilaku manusia sendiri yang tidak peduli dengan ajaran-Nya. Sebab, konteks musibah sebagai ujian bagi hamba yang dicintai-Nya, berbeda dengan bencana sebagai bentuk peringatan, apalagi hukuman. Jika melihat keserakahan manusia dan kemaksiatan yang merajalela, maka sangat mungkin bencana saat ini lebih mendekati pada teguran atau bahkan hukuman.
Tentu Allah tidak dengan tiba-tiba memerintahkan bumi untuk bergoyang atau tanah untuk longsor, tanpa melalui mekanisme alam. Allah telah menetapkan sistem kerja pada alam raya ini dan mengaturnya sedemikian rupa. Jika ternyata alam begitu mengancam pasti ada yang salah dalam merawatnya, karena alam ini adalah benda yang bisa rusak bila tidak dijaga dengan baik.
Allah telah memberi peringatan tegas agar manusia tidak membuat kerusakan di muka bumi (QS al-Baqarah [2]: 11). Allah juga mengikat manusia sebagai khalifah-Nya di muka bumi agar menjaga alam ini (QS al-Baqarah [02]: 30). Dalam salah satu Hadis Rasulullah Shallallâhu alaihi wasallam bersabda, “Bumi ini sangatlah indah dan terhampar hijau dan katakan bahwa Allah akan meletakkanmu sebagai khilafah di muka bumi dengan melihat bagaimana kamu bertindak terhadapnya.” (HR Muslim).
Kenyataannya, bencana yang terjadi, umumnya merupakan bencana yang bisa diatasi, diantisipasi kejadian dan resikonya. Banjir dan tanah longsor misalnya, adalah bencana yang terjadi tidak sepenuhnya karena siklus alam, namun lebih banyak disebabkan oleh ulah manusia. Banjir dan longsor bisa disebut sebagai bencana yang “disengaja”. Dengan melakukan penggundulan hutan dan pembuangan sampah bukan pada tempatnya berarti sama halnya dengan mengupayakan bencana. Fungsi hutan sebagai penyimpan air terganggu akibat terjadinya pengrusakan hutan yang terus-menerus, sedangkan sungai yang mendukung pengaliran air ke laut semakin dangkal dan menyempit karena terus dijejali dengan tumpukan sampah.
Hal ini masih belum menghitung kebobrokan moral yang telah melanda dunia. Perbuatan-perbuatan maksiat dianggap biasa, atau bahkan mendapat pembelaan atas nama kebebasan dan HAM (Hak Asasi Manusia). Agama hanya dianggap sebagai urusan personal yang tidak boleh dibawa ke dalam ranah publik. Kenyataan seperti ini sama saja dengan mengundang azab Allah Subhânahu wata’âlâ.
Bencana alam dan perilaku manusia sepertinya memang tidak memiliki hubungan apapun. Tapi jelas, sejarah menyatakan bahwa bencana seringkali berawal dari perilaku manusia yang durhaka. Kaum Nabi Nuh musnah oleh banjir bah, kaum Ad dan Tsamud musnah karena mereka telah mengingkari seruan untuk tidak menyekutukan Allah Subhânahu wata’âlâ.
Dalam beberapa ayat, Allah telah memberi peringatan tegas dengan menjadikan perilaku umat terdahulu sebagai bahan renungan. Allah berfirman yang artinya, “Dan jika Aku hendak membinasakan suatu negeri, maka Aku perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya ketentuan-Ku), kemudian Aku hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS al-Isra’ [17]: 16).
Dalam surat yang sama Allah berfirman yang artinya, “Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Aku membinasakannya sebelum hari kiamat atau Aku azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras.” (QS al-Isra’ [17]: 58)..
Mengenai perusakan yang menyebabkan datangnya siksaan, Allah berfirman yang artinya, “Dan janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi.” (QS al-A’raf [07]: 56).
Menurut Ibnu Hajar al-Haitami (w. 974 H.), ayat ini adalah puncak peringatan keras (ghâyatut-taqrî’ wat-takhwîf) bahwa perusakan yang dilakukan terhadap bumi akan berakibat pada kematian penduduk bumi, terutama manusia sendiri. Sebab, kerusakan pada bumi dapat mendatangkan kehancuran dan kemusnahan penduduk bumi. Sepertinya, kata Ibnu Hajar, melalui ayat ini ada peringatan yang ditujukan kepada manusia, “Janganlah kalian menjadi sebab dari kerusakan diri kalian dengan cara membuat kerusakan lingkungan di sekitar kalian.”
Pendek kata, bumi kita telah rapuh dan kerapuhan itu sudah demikian parah sehingga mengancam stabilitas dan bahkan eksistensi kehidupan dunia. Melihat fenomena ini, kita mesti menyadari bahwa aneka bencana yang terjadi itu, bukan faktor alam saja, tapi juga ditimbulkan oleh kesalahan manusia. Bencana bukan semata-mata fenomena alam biasa, tapi lebih dari itu merupakan teguran atau azab dari Allah. Untuk itu, seharusnya bencana tersebut merupakan bahan renungan untuk muhasabah (introspeksi diri), mengapa bencana terus terjadi? Akibat ketidakpedulian manusia terhadap kelestarian alam, atau akibat kemaksiatan yang begitu merajalela, atau mungkin kedua-duanya?

Apapun, jalan yang mesti kita tempuh adalah tobat massal dan mendekatkan diri kepada Allah Subhânahu wata’âlâ. Namun demikian, selain membenahi moralitas dan meningkatkan nilai ibadah, kita juga harus membenahi alam yang telah rusak dan akut ini. Alam tidak dipandang sebagai objek yang harus dikuasai melainkan sebagai sahabat yang harus dirawat. Sebab, yang diperintahkan oleh Allah Subhânahu wata’âlâ bukan hanya memanfaatkan alam, tetapi juga merawatnya dengan tidak melakukan eksploitasi tanpa batas atau pemborosan (QS al-Isra’ [17]: 27).
Memperbaiki diri, memperbaiki masyarakat dan memperbaiki alam adalah tugas kita bersama, agar bencana tak datang susul menyusul. Tak perlu menunggu besok, saat ini adalah waktu paling tepat untuk melakukan itu. Tentu, kita tak ingin mewariskan alam yang ringkih kepada anak cucu kita kelak. Wallâhu A’lam.

(M. Masyhuri Mochtar/BS)Gambar Ilustrasi

25.6.10

Baru,Kondom Pengaman Yang Bisa Menggigit Pemerkosa!


Rentannya kekerasan seksual pada perempuan telah mengilhami penemuan terbaru kondom perempuan oleh seorang dokter di Afrika Selatan. Dokter Sonnet Ehlers merancang kondom perempuan yang dapat membuat jera pemerkosa.

Kondom yang dinamai "Rape-Axe" itu dilengkapi kait berbentuk mirip gigi. Sebagaimana disebutkan dalam Mailnya,ide pembutan Rape-Axe telah dipikirkan empat puluh tahun lalu oleh Ehlers,saat dia berusia 20 tahun.
Ketika itu Ehlers yang berprofesi sebagai peneliti medis pernah melihat seorang korban pemerkosaan yang disebutnya seperti "mayat bernafas". "Kalau saja di bagian pribadiku itu ada gigi," kata Ehlers menirukan ucapan korban saat itu. "Saya berjanji suatu saat akan berbuat sesuatu untuk menolong korban seperti dia," ucapnya saat wawancara dengan CNN.

Kondom "khusus" itu memiliki gigi mirip kait yang akan tersangkut di penis pemerkosa saat penetrasi.Sementara, kait hanya bisa dilepas oleh dokter. Dengan rancangan ini, Ehlers berharap si pemerkosa dapat diringkus dengan mudah.Tak hanya itu, kondom tersebut akan membuat pelaku kesakitan,tidak bisa buang air kecil bahkan berjalan. Jika pelaku coba melepasnya,kait justru akan menancap lebih dalam.
Untungnya,hal itu tidak merusak kulit dan tidak membuat cairan (maaf-) sperma berceceran.

Ehlers pun telah melakukan sejumlah riset dan pengembangan sebelum meluncurkan produk tersebut. Dia berkonsultasi dengan ahli teknik, ginekolog dan psikolog demi memastikan keamanan kondom.
Setelah masa ujicoba, kondom itu akan dipasarkan dengan harga 1 ,5 pounds.
Menurut Ehlers, kondom ini cocok dipakai sebagai antisipasi bagi perempuan yang akan bepergian ke daerah berisiko.

Namun tak dapat dihindari, penemuan ini juga menuai kritik yang menyatakan perempuan yang memakai kondom tersebut rentan menjadi korban kekerasan "berikutnya" setelah si pemerkosa terkena "perangkap" kait kondom tersebut.(ant/CN16)http://suaramerdeka.com

Tingkatkan kemampuan,Tim SAR Pemalang Latihan bersama Di gunung Slamet


Guna meningkatkan kemampuan personel Tim SAR Kabupaten Pemalang,pada Rabu (23/6) - Kamis (24/6) akan mengadakan pelatihan navigasi darat.Tidak tanggung-tanggung, pelatihan akan digelar dengan mengambil medan yang cukup berat,yaitu pendakian Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. ’’Secara teknis,latihan navigasi darat untuk mempelajari teknis- teknis pencarian korban,” ujar Koordinator Tim SAR Kabupaten Pemalang Yupieter Adi kepada Radar Selasa (22/6).

Dikatakan Yupieter, peserta dalam pelatihan tersebut adalah anggota SAR Pemalang, MDMC Rumah Sakit Islam Moga, TAGANA Dinsosnakertrans, SAR Purworejo, SAR Anak Gunung Lawu Karanganyar, perwakilan pelajar, serta beberapa anggota pencinta alam yang ada di Kabupaten Pemalang.

Dalam pelatihannya, lanjut Yupieter, peserta diajak untuk mempelajari teknis navigasi darat dalam pencarian korban. Yakni,dengan membuat rumah-rumah peristirahatan dari tumbuhan ( bivak) dan cara bertahan hidup di alam (survival).
(cw2)http://radartegal.com(ilustrasi:candipakuan.blogspot.com)

Berbeda,Pandangan Akhir 7 Fraksi DPRD Pemalang terhadap LPJ APBD bupati


Sidang paripurna DPRD Pemalang dengan agenda pertanggungjawaban APBD 2009 yang berlangsung Kamis (24/6), meski tidak disertai dengan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK,Namun pada akhir sidang beberapa fraksi menyetujui.

Menurut Ketua DPC PKB H Noor Rosyadi SE MM, Fraksi PKB (FKB) juga menyetujui pertanggungjawaban tersebut dengan catatan.Dalam keterangan persnya, Noor Rosyadi yang juga wakil Ketua DPRD Pemalang itu menyatakan paripurna persetujuan Pertanggungjawaban APBD 2009 ini dilaksanakan sesuai hasil rapat konsultasi yang dihadiri pimpinan DPRD, ketua Fraksi,Komisi,dan Badan atau alat kelengkapan dewan pada Rabu (23 /6). ’’Dalam rapat konsultasi itu diputuskan bahwa rapat paripurna DPRD tetap dijalankan," kata Noor.

Fraksi-Fraksi DPRD kabupaten Pemalang itu dalam pandangan akhir menyetujui pertanggjawaban pelaksanaan APBD tersebut,namun sebagian Fraksi -termasuk FPKB- menyetujui dengan memberikan catatan. Yaitu,setelah LHP BPK turun agar eksekutif menindaklanjuti sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Sesuai dengan Permendagri No. 13 Tahun 2010,setelah LHP turun maka dilakukan tindaklanjut dari Pemkab.
DPRD meminta pemkab agar dilakukan pembahasan di DPRD, bila dianggap perlu bisa minta penjelasan BPK atas hasil pemeriksaannya. DPRD juga bisa meminta diadakan pemeriksaan ulang pada BPK,apabila ada sesuatu yang dianggap krusial dan berhak untuk datang ke BPK meminta penjelasan atau mengundang BPK untuk hadir di Pemalang.

Sementara itu, persetujuan terhadap pertanggungjawan pelaksanaan APBD 2009 dalam sidang tersebut dikirim ke pemprov untuk dievaluasi dalam waktu dua minggu. ’’Menurut edaran dari BPK Jateng, LHP akan diserahkan langsung ke bupati dan ketua DPRD di Semarang pada 30 Juni mendatang," tandasnya.

LHP sifatnya terbuka dan harus ditindaklanjuti oleh Pemkab, serta hasil tindaklanjutnya disampaikan ke DPRD. Sehinggga akan ada lagi pembahasan terhadap pertanggungjawaban APBD 2009 di tingkat Badan Anggaran.

Dalam sidang tersebut diketahui pandangan akhir dari 7 Fraksi dan 4 di antaranya  menyetujui,2 fraksi menyetujui dengan catatan yakni FPKB dan FPKS, dan 1 lainnya tidak berpendapat yakni  FPG dengan alasan belum ada audit LHP BPK.
FPG khawatir kalau angka-angka yang tercantum tidak sama dengan hasil audit dari BPK. (ali)http://radartegal.com (ilustrasi:simpanglima.wordpress.com)

24.6.10

H Darmanto ,Ketua Tanfidziyah PCNU Jakarta Utara: Lailatul Ijtima makin relevan dan aktual


Bagi warga NU, menyelenggarakan pertemuan tiap bulan itu biasa. Pertemuan itu dinamakan Lailatul Ijtima’. Lailah artinya malam, dan ijtima’ artinya pertemuan. Artinya sebuah ”pertemuan malam" yang diselenggarakan di setiap bulan.
Awalnya ini adalah kebiasaan para kiai yang akhirnya menjadi kebiasaan orang-orang NU atau pengurus NU. Acara ini dimanfaatkan untuk membahas, memecahkan dan mencarikan solusi atas problem organisasi, mulai masalah iuran, menghadapi Ramadhan, Tarawih, menentukan awal Ramadlan, sampai menjalar ke masalah-masalah umat yang berat.
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Utara yang berkantor di Jalan Raya Koja, Clincing, Jakarta Utara, terus menjalankan kegiatan-kegiatan ke-NU-an tersebut, dengan melibatkan semua unsur kepengurusan Nahdlatul Ulama dari mulai tingkat Cabang, MWCNU hingga Ranting NU, yang ada di Jakarta Utara, dan para tokoh agama dan masyarakat.”Malam Jum’at , PCNU Jakut akan menggelar Lailatul Ijtima’,” ujar Ketua Tanfidziyah PCNU Jakarta Utara H Darmanto, kepada Duta di kediamannya, Selasa (22/6).
Selain akan melakukan kegiatan Lailatul Ijtima’ kata H Darmanto, PCNU Jakut pada bulan-bulan ini juga akan menggelar berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan seperti, melakukan bakti sosial dan pengobatan gratis pada masyarakat kurang mampu.”Ya, nanti menyusul kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya,” ujarnya.
Lanjut H Darmanto, lailatul Ijtima’ merupakan tradisi ke-NU-an yang harus dilestarikan dan dikembangkan di tengah masyarakat, sehingga pihaknya bersama pengurus NU lainnya terus menggulirkan kegiatan semacam ini. “Rencananya bulan depan di MWCNU Penjaringan,” jelas.
Salah satu pembukaan dalam Lailatul Ijtima’ ini adalah pembacaan tahlil yang menjadi ciri khas orang NU, mengirim doa kepada arwah orang tua, para guru, semua kaum muslimin dan muslimat, khususnya para sesepuh pendiri NU yang telah wafat.
Menurut H Darmanto, masyarakat sekarang cenderung mudah terprovokasi, salah satu penyebabnya adalah adanya tayangan-tayangan dari media yang tidak mendidik dan cenderung membuat masalah, sehingga permasalahan kecil mudah menjadi besar, yang akhirnya menimbulakan konflik dan permusuhan yang berkepanjangan, karenanya pihaknya mencoba mendinginkan keadaan dengan mengajak masyarakat untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. “Kegiatan ini kita lakukan bersama masyarakat,” ujar tokoh NU Jakut itu.(HUDA SABILY)ilustrasi:DETIKfoto

Soal Kasus Ariel, Band Wali No komen!


Kasus yang dialami vokalis Peterpan, Ariel terkait video mesum dengan dua prensenter,agar bisa secepatnya usai,demikian dikatakan Apoy,personel Wali Band usai on air di radio Roshinta,Tegal.
Dia tidak ingin menjelek- jelekkan sesama seniman.Terlebih saat ditanya soal kasus yang ramai diperbincangkan banyak orang itu, gitaris Wali Band ini enggan berkomentar lebih jauh. “Kami bukan praktisi hukum atau ahlinya,kami takut salah jika komentar tentang dia (Ariel-Red). Kami pun tidak akan pukul belakang atau menjelek-jelekkan dia didepan wartawan, ” kata Apoy kepada sejumlah wartawan di Radio Roshinta, Perumahan Mejasem, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah,Rabu 23 Juni 2010 pukul 15.30 WIB.

Wali Band yang tampil di Kabupaten Tegal tadi malam, mengaku hanya bisa intropeksi diri saja. Sebab menurutnya, belum tentu personil Wali lebih baik dari Ariel. Dengan begitu, ia pun berharap supaya permasalahan tersebut jangan sampai menimpa groupnya yang berjumlah empat orang ini. “Itu hanya sebagai pembelajaran untuk kami saja. Dan sebelum kami komentar,kami lihat diri kami dulu, apakah kami lebih baik dari dia?,” tuturnya.(Yerry Novel)http://panturanews.com

Rakor Antisipasi Dampak Pilkada di Pemalang


Dalam rangka mengkordinasikan langkah–langkah yang akan ditempuh dalam pengamanan dan mengantisipasi dampak negatif dalam Pilkada,Pemkab Pemalang bekerjasama dengan Badan Kesbangpol dan Linmas Provinsi Jawa Tengah pada Selasa (22/06) menggelar rapat koordinasi pengamanan di gedung Sasana Bhakti Praja Komplek Setda Kabupaten Pemalang.

Rakor tersebut dihadiri Sekda,Kapolres, Dandim 0711 Pemalang,dan anggota Muspika se Kabupaten Pemalang.
Bupati Pemalang H.M, Machroes,SH dalam sambutan tertulis yang dibacakan Seksda H. Sumadi Sugondo, SE, MSi, MM mengemukakan seputar dampak negatif yang ditimbulkan dalam pelaksanaan Pemilukada secara langsung,yang berujung pada tindakan anarkis.
Dikatakan,dampak negatif dalam pelaksanaan Pilkada antara lain peningkatan sumber daya,baik peningkatan sumber daya manusia,sumber daya finansial maupun waktu yang diperlukan.

Selain itu Pilkada secara langsung juga berpotensi menimbulkan permasalahan. Permasalahan itu antara lain,data pemilih yang kurang akurat,ketidaksiapan mental para kontestan dan pendukungnya dalam menerima hasil Pilkada.
Oleh karena itu agar pelaksanaan Pilkada dapat terselenggara dengan baik,perlu dilakukan antisipasi, deteksi dini terhadap hal–hal yang berpotensi menimbulkan permasalahan.

Sementara dalam kesempatan yang sama Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Provinsi Jawa Tengah Drs.C. Agus Tusono.MSi menjelaskan, kegiatan rakor dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyikapi perkembangan situasi dan kondisi politik yang cenderung menimbulkan konflik kepentingan oleh elit politik maupun konflik sosial diantara kelompok masyarakat yang dampaknya sedikit menghambat pelaksanaan tugas pemerintah,pembangunan dan kemasyarakatan terutama pembangunan demokrasi seperti halnya Pilkada.
“Koordinasi pengamanan wilayah ini,diharapkan dapat menghasilkan komitmen bersama di dalam mengantisipasi perbedaan sikap yang rancu terhadap potensi konflik maupun terjadinya ketidak harmonisan diantara penyelenggara,institusi politik, elit politik, elemen masyarakat politik dan pemerintah.” Katanya. (Humas)http://pesisirnews.com

Berbiaya Mahal,Lulusan SD Enggan Masuk SMP Unggulan


Imej terhadap pendidikan sekarang ini yang semakin mahal,nampaknya betul-betul dirasakan oleh masyarakat. Apalagi tingginya biaya pendidikan di sekolah unggulan cukup membuat masyarakat -khususnya anak-anak yang baru lulus SD- merasa takut untuk masuk sekolah unggulan,meskipun mereka termasuk siswa berprestasi.

Rasa ketakutan yang dialami anak yakni siswa SD yang baru lulus kelas VI (enam) itu terjadi dilingkungan SD Negeri 05 Bojongbata.Buktinya, sekolah SD negeri yang cukup banyak menorehkan prestasi ini,tidak ada satupun siswanya yang mau masuk ke sekolah unggulan.Yaitu, di sekolah yang berstandar internasional karena takut mahalnya biaya pendidikan.

Kepala SD Negeri 05 Bojongbata Purwaningsih SPd menuturkan,banyak siswanya yang baru lulus menolak untuk masuk ke sekolah unggulan dan mereka itu lebih suka memilih sekolah lainnya. Alasannya,takut orangtuanya tidak mampu membiayai pendidikannya jika masuk sekolah unggulan tesebut. ’’Jika dilihat prestasinya cukup mampu namun saat mereka diarahkan oleh gurunya masuk sekolah unggulan banyak siswa yang menolaknya,karena khawatir orangtuanya tidak mampu membiayai,” ungkapnya.

Melihat sikap anak didiknya yang lebih suka memilih sekolah lain di luar sekolah unggulan,pihaknya cukup memaklumi karena kebayakan anak didiknya itu berasal dari keluarga kurang mampu.Pasalnya, sebagian besar siswanya yang baru lulus itu dari kalangan kaum buruh.

Meski demikian, pihaknya cukup berharap anak didiknya yang lulus kelas VI semuanya dapat meneruskan sekolah di SMP. Pihaknya juga cukup optimis dalam tahun depan anak didiknya yang berprestasi akan banyak memilih sekolah unggulan, karena dilihat kondisi keluarganya sekarang sedikit lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. (mg1)http://radartegal.com

23.6.10

Pameran dan Lomba Burung Berkicau Bupati Cup di WWP


Dalam rangka pengenalan publik terhadap keberadaan obyek wisata air kebanggaan Pemalang ‘Widuri Water Park’ ( WWP) sekaligus melestarikan keanekaragaman satwa terutama unggas kicauan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) beserta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,menggelar lomba dan pameran burung berkicau Bupati Cup Tingkat Nasional di pelataran taman wisata Pantai Widuri, Minggu (20/6).

Lomba yang digelar bersama para hobiis burung berkicau Pemalang juga diarahkan untuk memupuk persaudaraan antar komunitas kicau mania.Lomba diikuti ratusan peserta yang datang dari berbagai kota di tanah air.

Sebagaimana disampaikan Teguh Jaya selaku panitia pelaksana,peserta selain dari kota-kota besar di Jawa juga beberapa datang dari luar Jawa bahkan dari Nanggroh Aceh Darussalam.Kegiatan yang cukup menarik animo pengunjung tersebut dihadiri Wakil Bupati Pemalang H Junaedi, SH, MM, Kapolres Pemalang AKBP Burhanudin SIK, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Ni Wayan Asrini, SH, MSi.

Lomba ini mempertandingkan 39 kelas dengan memperebutkan hadiah utama 20 juta rupiah.
H. Junaedi, S.H, M.M mewakili Bupati Pemalang dalam sambutannya menyatakan, pembangunan ‘Widuri Water Park’ yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2006 – 2008 dan telah dioperasikan, diharapkan dapat menjadi ikon baru pariwisata dan dapat menopang peningkatan PAD Kabupaten Pemalang, serta yang lebih penting adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara mikro yang langsung dapat dinikmati oleh masyarakat sekitar obyek dan masyarakat Pemalang pada umumnya.

Dengan lomba dan pameran burung berkicau yang diikuti para kicau mania, menurutnya, diharapkan menjadi satu upaya melestarikan keanekaragaman satwa khususnya burung kicauan agar tetap lestari keberadaannya.

Sementara itu,menurut Kasdisbudpar kabupaten Pemalang Drs Joko Sijanto,di Widuri akan digelar berbagai pentas kesenian dan hiburan musik dangdut dalam menyambut masa liburan sekolah. (RN/Humas)http://pesisirnews.com

KPUD Pemalang Gandeng Beberapa Unsur Sosialisasikan Pilkada Damai


Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Pemalang, secara maraton menggelar sosialisasi diberbagai tempat dan kalangan.Diantaranya bekerjasama dengan Forum Ormas dan LSM Kabupaten Pemalang dan kantor Kesbangpolinmas kabupaten Pemalang.Sosialisasi Pemilukada tersebut diadakan di Gedung Pertemuan BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Kabupaten Pemalang,pada Rabu 16 Juni 2010.

Ketua Panitia Penyelenggara Sosialisasi Pemilukada Forum Ormas dan LSM Kabupaten Pemalang, Drs Ulil Albab mengatakan,kegiatan tersebut juga dihadiri para Camat,Kapolsek, Danramil,Unit Pengelola Pendidikan Kecamatan (UPPK), SKPD,Ormas dan LSM,serta tokoh Masyarakat Pemalang,Ormas
dan LSM se Kabupaten Pemalang serta para wartawan.

Secara terpisah Ketua Forum Ormas dan LSM Kabupaten Pemalang, Imam Purwadji WS mengatakan sebagai insan Pancasila, pihaknya mengajak kepada warga Pemalang baik yang memiliki hak pilih ataupun yang belum memiliki hak pilih, agar menyukseskan jalannya pemilukada pada 31 Oktober 2010 mendatang.

Sementara itu,sekretaris Daerah Kabupaten Pemalang,Drs Soemadi Soegondo, MM, MSi mengatakan, pemberian dukungan kepada pasangan bakal calon merupakan hal yang wajar.Dukungan tersebut biasanya diberikan karena ada kesamaan visi antara pihak pendukung dengan balon Bupati dan Wakil Bupati. Namun demikian, dukungan yang diberikan hendaknya bersikap proposional dan obyektif, bukan dukungan yang membabi-buta.

Sementara Ketua KPUD Kabupaten Pemalang, H M. Arief, S.Sos mengatakan, penyelenggaraan sosialisasi bisa dilakukan oleh lembaga mana saja. Apabila banyak lembaga lain yang menyelenggarakan sosialisasi pemilukada, maka kesadaran untuk sukses pemilukada 2010 sangat baik. Itu bisa diartikan pemilukada Pemlang akan berjalan lancar dan sukses.

Dijelaskan Arief, tahapan-tahapan pemilukada saat ini masih berada pada pemutahiran dan penyususunan daftar pemilih menjadi daftar pemilih sementara (DPS). Pada tahap ini akan dilakukan penelitian dan pencocokan daftar pemilih dari rumah oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS), dibantu Petugas Pemutahiran Data Pemilih. Data pemilih merupakan salah satu unsur utama kesuksesan pemilukada.

Sehubungan hal itu, mengingat begitu pentingnya validasi data pemilih, pihaknya meminta kepada masyarakat khususnya Ormas dan LSM agar mendukung sepenuhnya kegiatan pemutahiran data.(Guntur Handoyo)http://pantura News.com

Nama WIDURI WATER PARK Kurang Membumi Bagi Masyarakat Pemalang


PEMBERIAN nama Obyek Wisata (OW) Pantai Widuri, Pemalang,dengan Water Park Pemalang (WWP) dinilai Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pemalang Ujianto MR kurang cocok. Alasannya, nama itu sulit dikenal oleh masyarakat, sehingga cukup berpengaruh terhadap besarnya animo masyarakat untuk mengunjunginya. ’’Obyek Wisata Pantai Widuri dengan nama sekarang WWP, masyarakat luas belum begitu kenalnya.Namun, akan lebih dikenal jika nama itu dikembalikan seperti semula dengan sebutan Celicing,’’ jelas Ujianto kepada Radar di gedung dewan kemarin (22 /6).

Menurutnya, nama Celicing yang cukup terkenal di masa lalu dengan banyak orang menyebutkannya Obyek Wisata Pantai Widuri, itu akan lebih popular dibanding dengan nama WWP. ’’WWP kami akui bagus, dengan segala fasilitas permaian yang ada.Namun, jika namanya kurang dikenal oleh masyarakat, jelas ada penguruh besar terhadap perkembangan obyek wisata tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan,sulitnya masyarakat luas untuk mengenali WWP, selain minimnya promosi dan penyebarluasan informasinya, juga karena tidak membuat penasaran warga untuk mengunjuginya. ’’Makanya, jika ingin dikenal oleh masyarakat obyek wisata itu perlu diganti nama dengan mengembalikannya ke nama semula yaitu Cilincing. Dan nama itu cukup membumi karena sudah banyak dikenal orang,” tandasnya. (mg1)http://radartegal.com

PKS serius "Garap" Kantong NU dan Muhammadiyah


PKS tak ragu-ragu untuk masuk tiga besar dalam Pemilu 2014 mendatang. Salah satunya strateginya, PKS akan menggarap kantung suara NU dan Muhammadiyah.
Hal itu ditegaskan Sekjen DPP PKS Anis Matta dalam bincang santai di lokasi Munas II PKS, Hotel Ritz Carlton, Jakarta. Menurut Anis, PKS akan membentuk lembaga baru yakni Bidang Pembinaan Umat yang akan serius menggarap suara NU dan Muhammadiyah. Ia mengatakan, lembaga baru tersebut tidak terlepas dari ketegangan yang selama ini muncul antara PKS dengan ormas Islam NU dan Muhammadiyah.
"Bidang ini bentuk refleksi atas ketegangan selama ini antara PKS dengan NU dan Muhammadiyah," ujarnya seperti dilansir inilah.com.

Lebih lanjut Anis menyebutkan, bidang itu akan mengurus keumatan seperti sekolah, pesantren, dan melakukan sinergi dengan ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah. "Bagaimana PKS bisa bekerjasama dengan Muhammadiyah dan NU," ujarnya.
Rencananya, di bidang ini bakal diisi oleh Ahmad Zainudin yang juga anggota FPKS di Komisi X.
Dalam kurun 10 tahun terakhir ini, memang terjadi ketegangan antara PKS dengan sejumlah ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah. Pokok masalahnya soal perebutan masjid antara kader PKS dengan NU maupun Muhammadiyah.
Ketegangan ini pun cukup ditanggapi serius dengan reaksi dari pimpinan ormas Islam baik NU maupun Muhammadiyah.

Perebutan masjid tersebut tidak sekadar 'akuisisi' masjid oleh sejumlah kader PKS. Lebih dari itu, ketegangan yang lain juga bermuara dari praktik keagamaan. Seperti praktik tahlilan, maulid nabi Muhammad, yasinan, dibaiyyah yang kerap menjadi sumber persoalan antar PKS dengan sejumlah warga ormas Islam. Meski dalam perkembangannya, PKS juga turut serta dalam praktik- praktik keagamaan yang kerap dilakukan oleh muslimtradisional.(mad)http://nu.or.id (ilustrasi:gusmus.net)

Kementarian Pemberdayaan Perempuan Apresiasi Peran Fatayat NU


Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari memberikan apresiasi atas peran Fatayat NU dalam memberdayakan para perempuan di lingkungan NU dalam mengembangkan dan meningkatkan kapasitas yang mereka miliki.

“Saya memberi apreasiasi atas upaya kader-kader muda Fatayat NU dalam memperjuangkan aspirasinya,” katanya ketika membuka acara Refleksi Nasional dan Pertanggungjawaban Publik Program Gender dan Hak Kesehatan Reproduksi Fatayat NU periode 2005-2010 di Jakarta, Selasa (22/6).

Peran Fatayat NU cukup menonjol dalam upaya pemberdayaan perempuan salah satunya karena memiliki jaringan sampai ke akar rumput di desa-desa sehingga gerakannya bisa mengjangkau seluruh pelosok Indonesia.

Dijelaskannya, perempuan di Indonesia masih menghadapi beberapa permasalahan mendasar seperti angka kematian ibu melahirkan yang saat ini masih berada pada angka 228 per 100 ribu kelahiran, yang merupakan tertinggi di ASEAN, padahal berdasarkan target Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2015, harus dicapai angka 102.

Masalah lain yang menjadi momok bagi perempuan adalah kesehatan dan kemiskinan, serta kurang seimbangnya peran antara perempuan dan laki-laki.

Untuk mengatasi hal itu, salah satu yang dilakukan pemerintah adalah melalui kebijakan penganggaran yang responsif terhadap gender, yaitu responsive terhadap kebutuhan laki-laki dan perempuan di sejumlah departemen seperti Departemen Keuangan, Departemen Pendidikan, Depkumham dan lainnya.

Keterbelakangan perempuan yang sebenarnya merupakan bagian penting dari kehidupan ini tampak dari Indeks Pembangunan Indonesia yang hanya menduduki peringkat 101 diantara 182 negara karena permasalahan kemiskinan dan kesehatan yang dialami perempuan di Indonesia.

Selain Indonesia, negera lain yang sudah menerapkan kebijakan ini adalah Nepal, Marokko dan India. (mkf)
http://nu.or.id

Get this blog as a slideshow!